Sunday, 9 April 2017

9 April 2017

MESS INTO MESSAGE






Mess...Into Message Day 9 – Damai... Dimasa Messy... Apakah hal yang paling kita takuti ?Jika kita harus menghadapi saat ini? Masa depan kita, pekerjaan kita atau... mungkin hubungan kita dengan sesama yang kurang baik? Apapun yang sedang terjadi... dalam hidup kita. Tuhan Yesus telah berjanji akan memberi kita Damai Sejahtera dimasa-masa kita mengalami kekacauan. Beberapa jam sebelum penyalibanNya, Kristus memberikan penghiburan bagi murid-muridNya dengan kata-kata sebagai berikut: Yohanes 14:27, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” Kita pun dapat mengalami DAMAI yang Tuhan janjikan bila kita MAU datang kepadaNya dalam DOA dan permohonan. Percayalah Filipi 4:7, “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” Amin. Terima kasih Tuhan untuk damai yang Engkau janjikan bagi kami semua karena penghiburan, kedamaian dan ketenangan yang sempurna itu ada kalau kami menyerahkan semua kekuatiran kegelisahan kami kepadaMu, amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...into #MessageSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Samuel 13 dan 14
PB: Roma 7
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappySunday
#HappyServingGod

Madam Ossy
Minggu, 9 April 2017. Bacaan: Yohanes 13:1-17. Setahun: 1 Samuel 25-27. Nas: Jadi jikalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu (Yohanes 13:14). Tanpa Kecuali. Ketika berusia 10 tahun, aku takut pada guru. Ketika usiaku beranjak 20, aku berpikir guru juga manusia biasa. Lalu di usiaku yang ke-30, aku mulai merenungkan artinya menjadi guru. Dan tatkala kucapai usiaku yang ke-40, aku menghargai semua guruku. Kini, 60 tahun sudah usiaku, dan semua orang adalah guruku. Itulah pengakuan rendah hati dari Jet Lee, artis seni bela-diri senior dan tersohor itu. Padi kian berisi kian merunduk. Yesus adalah teladan kerendah-hatian terbesar. Suasana menjelang penyaliban-Nya memang tegang. Para murid berselisih tentang siapa yang terbesar (Mrk. 9:33-34). Yakobus dan Yohanes berharap kedudukan istimewa (Mat. 20:20-24). Yudas mengatur siasat pengkhianatan (Luk. 22:3-6). Masing-masing sibuk dengan diri, harapan, dan agendanya. Dalam sempitnya waktu karena saat kematian-Nya telah dekat (ay. 1), Yesus tidak mau melewatkan pesan utama ini, yaitu kerendah-hatian. Keluhuran jiwa yang satu ini bukan sekedar kesediaan belajar dari semua orang, melainkan kesediaan untuk menanggalkan kepentingan sendiri dan melayani semua orang- tanpa kecuali. Kerendahan hati tercermin pada sikap kita, baik pasif maupun aktif, terhadap siapa saja. Kita mau belajar dari semua orang, entah yang baik maupun yang jahat. Kita pun bersedia melayani semua orang, entah sahabat ataukah pengkhianat. Di titik non-diskriminatif inilah teruji kerendahan hati yang sejati. Sukar memang, tapi itulah kehendak dan teladan Tuhan Yesus bagi kita –PAD. KESEDIAAN UNTUK MERENDAH TANPA PILIH-PILIH ADALAH BUKTI KERENDAH-HATIAN.

No comments:

Post a Comment