MESS INTO MESSAGE
Mess...Into Message Day 9 – Damai... Dimasa Messy... Apakah hal yang paling kita takuti
?Jika kita harus menghadapi saat ini? Masa depan kita, pekerjaan kita atau...
mungkin hubungan kita dengan sesama yang kurang baik? Apapun yang sedang terjadi...
dalam hidup kita. Tuhan Yesus telah berjanji akan memberi kita Damai Sejahtera
dimasa-masa kita mengalami kekacauan. Beberapa jam sebelum penyalibanNya,
Kristus memberikan penghiburan bagi murid-muridNya dengan kata-kata sebagai
berikut: Yohanes 14:27, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai
sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang
diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” Kita
pun dapat mengalami DAMAI yang Tuhan janjikan bila kita MAU datang kepadaNya
dalam DOA dan permohonan. Percayalah Filipi 4:7, “Damai sejahtera Allah,
yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus
Yesus.” Amin. Terima kasih Tuhan untuk damai yang Engkau janjikan bagi kami
semua karena penghiburan, kedamaian dan ketenangan yang sempurna itu ada kalau
kami menyerahkan semua kekuatiran kegelisahan kami kepadaMu, amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...into #MessageSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Samuel 13 dan 14
PB: Roma 7
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappySunday
#HappyServingGod
Madam Ossy
Minggu, 9 April 2017. Bacaan: Yohanes 13:1-17. Setahun: 1
Samuel 25-27. Nas: Jadi jikalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, maka
kamu pun wajib saling membasuh kakimu (Yohanes 13:14). Tanpa Kecuali. Ketika
berusia 10 tahun, aku takut pada guru. Ketika usiaku beranjak 20, aku berpikir
guru juga manusia biasa. Lalu di usiaku yang ke-30, aku mulai merenungkan
artinya menjadi guru. Dan tatkala kucapai usiaku yang ke-40, aku menghargai
semua guruku. Kini, 60 tahun sudah usiaku, dan semua orang adalah guruku.
Itulah pengakuan rendah hati dari Jet Lee, artis seni bela-diri senior dan
tersohor itu. Padi kian berisi kian merunduk. Yesus adalah teladan
kerendah-hatian terbesar. Suasana menjelang penyaliban-Nya memang tegang. Para
murid berselisih tentang siapa yang terbesar (Mrk. 9:33-34). Yakobus dan
Yohanes berharap kedudukan istimewa (Mat. 20:20-24). Yudas mengatur siasat
pengkhianatan (Luk. 22:3-6). Masing-masing sibuk dengan diri, harapan, dan
agendanya. Dalam sempitnya waktu karena saat kematian-Nya telah dekat (ay. 1),
Yesus tidak mau melewatkan pesan utama ini, yaitu kerendah-hatian. Keluhuran
jiwa yang satu ini bukan sekedar kesediaan belajar dari semua orang, melainkan
kesediaan untuk menanggalkan kepentingan sendiri dan melayani semua orang-
tanpa kecuali. Kerendahan hati tercermin pada sikap kita, baik pasif maupun
aktif, terhadap siapa saja. Kita mau belajar dari semua orang, entah yang baik
maupun yang jahat. Kita pun bersedia melayani semua orang, entah sahabat
ataukah pengkhianat. Di titik non-diskriminatif inilah teruji kerendahan hati
yang sejati. Sukar memang, tapi itulah kehendak dan teladan Tuhan Yesus bagi
kita –PAD. KESEDIAAN UNTUK MERENDAH TANPA PILIH-PILIH ADALAH BUKTI
KERENDAH-HATIAN.

No comments:
Post a Comment