MESS INTO MESSAGE
Mess...Into Message Day 17 – Lunas Dibayar (2); Roma 5:1-11. Ayat 1: “Sebab itu, kita yang
dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh
karena Tuhan kita, Yesus Kristus.” Semuanya sudah selesai (it's
finished) sudah dibayar LUNAS diatas kayu salib, dihari ke 3, DIA
BANGKIT. Kita sudah dibenarkan. Pembenaran adalah harta yang begitu bernilai
sehingga Rasul Paulus menjabarkan 3 jenis berkat yang mengalir dari pembenaran
itu:
1) Kita hidup dalam Damai Sejahtera dengan Allah karena
keadilanNya (ayat 1)
2) Kita memiliki hubungan dengan Allah yang bebas dari murka
& kita beroleh jalan masuk pada suatu hubungan yang penuh Kasih Karunia,
suatu hubungan yang tanpa pamrih (ayat 1)
3) Kita memiliki pengharapan yang pasti bahwa kelak kita
akan menerima kemuliaan Allah (ayat 2): “Oleh Dia kita juga beroleh jalan
masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita
berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.”
Bagaimana kita bisa yakin bahwa Pengharapan kita akan digenapi?
Rasul Paulus memberikan 3 alasan:... Ikuti seri berikutnya besok, 18 April
2017.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...into #MessageSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Samuel 1 & 2
PB: Roma 12
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Ibu Caroline – Bandung
[RENUNGAN HARIAN]. Senin, 17 April 2017. Bacaan: Yohanes
11:46-57. Setahun: 2 Samuel 17-18. Nas: Ketika hari mulai siang, semua imam
kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan membuat rencana untuk membunuh
Yesus... dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, gubernur negeri itu (Matius
27:1-2). Mahkamah Agama. Munculnya Yesus ke publik membuat masyarakat gegap
gempita mengidolakan-Nya sebagai pemimpin muda berkharisma, nabi, titisan Elia,
Yohanes Pembaptis (Luk. 9:19), atau raja yang akan memulihkan kejayaan Israel.
Dia melabrak dan menggoyahkan sistem keagamaan dan politik yang mapan,
menelanjangi praktek keagamaan yang korup dan manipulatif (Mat. 23:1-33). Namun
Dia dekat dengan rakyat kecil, mengampuni pendosa, pelacur, pemungut cukai. Dia
memberi makan yang lapar, membuat yang lumpuh berjalan, yang buta melihat. Dia
memanggil orang yang dianggap kasar dan kurang terpelajar menjadi murid-Nya.
Normal jika pemuka masyarakat dan agama menjadi resah. Mereka takut kehilangan
segalanya. Imam besar Kayafas yang memimpin Mahkamah Agama bersidang dan
memutuskan: “bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita
daripada seluruh bangsa kita ini binasa” (Yoh. 11:50). Karena kewenangan
hukuman mati ada pada Pilatus, mereka membawa Yesus kepadanya. Bukan untuk
diadili demi tegaknya kebenaran, tetapi agar Pilatus melegalkan hukuman mati
bagi Yesus. Itulah Jumat Agung pertama dalam sejarah kelam manusia. Pedih
rasanya, tragedi kemanusiaan selalu saja terulang. Namun syukur pada Allah,
yang membalikkan sejarah kelam manusia. Yesus yang direndahkan dengan mati di
Golgota, bangkit dan menang. Dia ditinggikan dan dikaruniakan nama di atas
segala nama, agar semua lutut bertelut, semua lidah mengaku bahwa Dialah raja
di atas segala raja (Fil. 2:6-11). Berhati-hatilah, sebab nasib kekal kita
ditentukan oleh respons kita kepada-Nya --SST/Renungan Harian. JUMAT AGUNG
MENCATAT KELAMNYA SEJARAH MANUSIA. MINGGU PASKAH PERTAMA MENCATAT SIRNANYA
KABUT KELAM ITU.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 17 April 2017. MAHKAMAH AGAMA.
Bacaan: Yohanes 11:46-57. Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan
tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan membuat rencana untuk membunuh Yesus... dan
menyerahkan-Nya kepada Pilatus, gubernur negeri itu. (Matius 27:1-2). Munculnya
Yesus ke publik membuat masyarakat gegap gempita mengidolakan-Nya sebagai
pemimpin muda berkharisma, nabi, titisan Elia, Yohanes Pembaptis (Luk. 9:19),
atau raja yang akan memulihkan kejayaan Israel. Dia melabrak dan menggoyahkan
sistem keagamaan dan politik yang mapan, menelanjangi praktek keagamaan yang
korup dan manipulatif (Mat. 23:1-33). Namun Dia dekat dengan rakyat kecil,
mengampuni pendosa, pelacur, pemungut cukai. Dia memberi makan yang lapar,
membuat yang lumpuh berjalan, yang buta melihat. Dia memanggil orang yang
dianggap kasar dan kurang terpelajar menjadi murid-Nya. Normal jika pemuka
masyarakat dan agama menjadi resah. Mereka takut kehilangan segalanya. Imam
besar Kayafas yang memimpin Mahkamah Agama bersidang dan memutuskan: “bahwa
lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh
bangsa kita ini binasa” (Yoh. 11:50). Karena kewenangan hukuman mati ada pada
Pilatus, mereka membawa Yesus kepadanya. Bukan untuk diadili demi tegaknya kebenaran,
tetapi agar Pilatus melegalkan hukuman mati bagi Yesus. Itulah Jumat Agung
pertama dalam sejarah kelam manusia. Pedih rasanya, tragedi kemanusiaan selalu
saja terulang. Namun syukur pada Allah, yang membalikkan sejarah kelam manusia.
Yesus yang direndahkan dengan mati di Golgota, bangkit dan menang. Dia
ditinggikan dan dikaruniakan nama di atas segala nama, agar semua lutut
bertelut, semua lidah mengaku bahwa Dialah raja di atas segala raja (Fil.
2:6-11). Berhati-hatilah, sebab nasib kekal kita ditentukan oleh respons kita
kepada-Nya. JUMAT AGUNG MENCATAT KELAMNYA SEJARAH MANUSIA. MINGGU PASKAH
PERTAMA MENCATAT SIRNANYA KABUT KELAM ITU. Selamat pagi. Selamat berkarya.
Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: 2 Samuel 1-2 & Roma 12.
Xavier Quentin Pranata
“Kata 'bangkit' artinya naik dari tempat yang rendah ke
tempat yang tinggi. Mari berprestasi.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment