Saturday, 1 April 2017

KATA PENGANTAR

MESS INTO MESSAGE




KATA PENGANTAR


Ada banyak kisah di Alkitab yang menceritakan mengenai keadaan yang begitu semerawut, Tuhan ubah menjadi PESAN bagi umatNya untuk belajar mengenal Dia dan kehendakNya.

Kitab Samuel banyak menceritakan tentang kepahlawanan Daud, tapi pernahkah Saudara memperhatikan kisah nabi Samuel? Awal mula kitab Samuel bermula dari seorang Ibu bernama Hana yang mandul dan merindukan kehadiran seorang anak. Hana sangat bersusah hati karena keadaannya tersebut, belum lagi perlakuan Penina yang menggusarkan hati. Suaminya pun tidak memahami kepedihan yang dirasakan Hana. Lalu, apa yang dilakukan Hana? Ia mencurahkan isi hatinya di hadapan Tuhan di bait Allah (1 Samuel 1:15). Tak lama sesudah itu, Hana mengandung dan lahirlah nabi Samuel.

Samuel lahir dari dari erangan hati seorang wanita yang mandul, ia lahir dari sebuah doa, dari sebuah kemustahilan. “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil” (Lukas 1:37). Tuhan tidak menganggap remeh permintaan ataupun doa-doa kita, Ia menghargai setiap air mata dan pergumulan yang kita hadapi. Bukan karena keadaan kelihatan buruk maka Ia diam saja. Tuhan tetap bekerja dengan caraNya. Bersabarlah menunggu pembelaan dan jawaban-jawaban doa kita. Somehow, our ruined plans fit into His bigger plans . Tetap semangat, Tuhan memberkati.


-- Kwee Siu Siang

No comments:

Post a Comment