Friday, 21 April 2017

21 April 2017

MESS INTO MESSAGE






Mess...Into Message Day 21 – Dibayar Lunas, Hidup yang Membawa Perbedaan (4) Efesus 5:1-14. Santai saja, semua juga korupsi, semua juga selingkuh. Justru saat ini menjadi tren! Jaman sekarang hampir semua standard ditinggalkan. Repotnya bila kita ingin mengikuti standar yang benar malah justru dianggap aneh sendiri. Beranikah kita tampil beda karena kita anak-anak Tuhan yang sudah dibayar LUNAS? Dalam keadaan seperti saat ini kitab Efesus memberikan panduan Higher Standard sehingga kita dapat hidup yang membawa perbedaan. Efesus 5:1-2, 1Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih. 2hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.” Kata penurut dari kata “mimetes” yang artinya peniru. Sebagai anak-anak Tuhan kita diharapkan MENIRU DIA. Saat kita “lahir baru” dalam iman melalui Kristus. Kita memiliki keberadaan yang baru yaitu memiliki “Kodrat Ilahi” (1 Petrus 1:4) kata penurut Allah juga berarti penurut Kristus. Misalnya penurut untuk HIDUP dalam KASIH, Rasul Paulus menyebutkan “sebagaimana Kristus Yesus” (Efesus 5:2) untuk mempertegas tuntutan menjadi Penurut Kristus. Tuhan memberi pola/standard yang asli yaitu mengasihi dengan luar biasa/tanpa batas. Banyak orang tidak mengikuti pola yang asli karena mereka tidak pernah melihat seperti apa contoh/pola yang asli. Bersediakah kita mengikuti pola/contoh yang asli: Kasih yang IA teladankan? Kasih yang luar biasa/tanpa pamrih, kasih yang berkorban, kasih yang tak pernah gagal, kasih seorang Bapa & kasih... yang tanpa syarat. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...intoMessageSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Samuel 12, 13
PB: Roma 15:14-33
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Ibu Caroline – Bandung
Jumat, 21 April 2017. Bacaan: Yohanes 21:1-14. Setahun: 1 Raja-Raja 1-2:25. Nas: Lalu murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan” (Yohanes 21:7a). Mengenal dengan Mantap! Kita pasti punya sahabat dekat, yang dengan mudah kita rasakan kehadirannya melalui suara, kebiasaan, dehem batuknya, bahkan bayangannya! Ya, semakin kita akrab dan peka terhadap seseorang, semakin mudah kita mengenalinya. Ketika Petrus mau kembali menjala ikan, teman-temannya mengikutinya. Mereka berlayar. Setelah semalaman tak mendapat ikan, dengan mengikuti perintah dari seseorang yang belum diketahui identitasnya, jala mereka penuh ikan! Mereka belum tahu siapa yang memberi perintah, namun mematuhinya. Ini agak janggal dilakukan oleh para nelayan saat berada dalam kondisi “normal”. Namun yang terjadi memang peristiwa yang cukup khusus. Setelah berjumpa dengan Yesus yang bangkit, mereka bukan lagi nelayan yang sama. Mereka sudah mengenal Yesus, sudah “naik-turun” dalam mengenal Tuhan. Namun, tak semua mampu menjadikan pengalaman "naik-turun" ini menjadi modal kepekaan merasakan Tuhan. Yohanes lebih prima dari para murid lain. Ia segera mengenali siapa yang memerintah mereka malam itu di tengah danau. Kata Yohanes: “Itu Tuhan!” (ay. 7). Dengan keyakinan bulat dan kepekaan yang terolah baik- bukan prasangka atau dugaan yang beku buta-orang seperti Yohanes akan mantap mengenali Tuhan, merasakan hadirnya serta mengamini perintah-Nya. Bila keyakinan dan kepekaan itu bertumbuh dalam perjumpaan dengan Tuhan, alangkah bahagianya hidup beriman dalam misteri hidup ini. Tuhan dapat kita temui dalam keputusasaan dan kegalauan hati kita, sebab memang Ia tidak pernah melepaskan kita dari mata kasih-Nya. Oh indahnya! --DKL. HATI YANG TERLATIH MERASAKAN TUHAN AKAN “MELIHAT” TUHAN DENGAN MUDAH DALAM SEGALA HAL.

No comments:

Post a Comment