MESS INTO MESSAGE
Mess...Into Message Day 21 – Dibayar Lunas, Hidup yang
Membawa Perbedaan (4) Efesus 5:1-14. Santai saja, semua juga korupsi, semua juga selingkuh.
Justru saat ini menjadi tren! Jaman sekarang hampir semua standard
ditinggalkan. Repotnya bila kita ingin mengikuti standar yang benar malah
justru dianggap aneh sendiri. Beranikah kita tampil beda karena kita anak-anak
Tuhan yang sudah dibayar LUNAS? Dalam keadaan seperti saat ini kitab Efesus
memberikan panduan Higher Standard sehingga kita dapat hidup yang
membawa perbedaan. Efesus 5:1-2, “1Sebab itu jadilah
penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih. 2hiduplah di
dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah
menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi
Allah.” Kata penurut dari kata “mimetes” yang artinya peniru.
Sebagai anak-anak Tuhan kita diharapkan MENIRU DIA. Saat kita “lahir baru”
dalam iman melalui Kristus. Kita memiliki keberadaan yang baru yaitu memiliki “Kodrat
Ilahi” (1 Petrus 1:4) kata penurut Allah juga berarti penurut Kristus.
Misalnya penurut untuk HIDUP dalam KASIH, Rasul Paulus menyebutkan “sebagaimana
Kristus Yesus” (Efesus 5:2) untuk mempertegas tuntutan menjadi Penurut Kristus.
Tuhan memberi pola/standard yang asli yaitu mengasihi dengan luar biasa/tanpa
batas. Banyak orang tidak mengikuti pola yang asli karena mereka tidak pernah
melihat seperti apa contoh/pola yang asli. Bersediakah kita mengikuti
pola/contoh yang asli: Kasih yang IA teladankan? Kasih yang luar biasa/tanpa
pamrih, kasih yang berkorban, kasih yang tak pernah gagal, kasih seorang Bapa
& kasih... yang tanpa syarat. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...intoMessageSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Samuel 12, 13
PB: Roma 15:14-33
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Ibu Caroline – Bandung
Jumat, 21
April 2017. Bacaan: Yohanes 21:1-14. Setahun: 1 Raja-Raja 1-2:25. Nas: Lalu
murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan” (Yohanes
21:7a). Mengenal dengan Mantap! Kita pasti punya sahabat dekat, yang dengan
mudah kita rasakan kehadirannya melalui suara, kebiasaan, dehem batuknya,
bahkan bayangannya! Ya, semakin kita akrab dan peka terhadap seseorang, semakin
mudah kita mengenalinya. Ketika Petrus mau kembali menjala ikan, teman-temannya
mengikutinya. Mereka berlayar. Setelah semalaman tak mendapat ikan, dengan
mengikuti perintah dari seseorang yang belum diketahui identitasnya, jala
mereka penuh ikan! Mereka belum tahu siapa yang memberi perintah, namun
mematuhinya. Ini agak janggal dilakukan oleh para nelayan saat berada dalam
kondisi “normal”. Namun yang terjadi memang peristiwa yang cukup khusus.
Setelah berjumpa dengan Yesus yang bangkit, mereka bukan lagi nelayan yang
sama. Mereka sudah mengenal Yesus, sudah “naik-turun” dalam mengenal Tuhan.
Namun, tak semua mampu menjadikan pengalaman "naik-turun" ini menjadi
modal kepekaan merasakan Tuhan. Yohanes lebih prima dari para murid lain. Ia
segera mengenali siapa yang memerintah mereka malam itu di tengah danau. Kata
Yohanes: “Itu Tuhan!” (ay. 7). Dengan keyakinan bulat dan kepekaan yang terolah
baik- bukan prasangka atau dugaan yang beku buta-orang seperti Yohanes akan
mantap mengenali Tuhan, merasakan hadirnya serta mengamini perintah-Nya. Bila
keyakinan dan kepekaan itu bertumbuh dalam perjumpaan dengan Tuhan, alangkah
bahagianya hidup beriman dalam misteri hidup ini. Tuhan dapat kita temui dalam
keputusasaan dan kegalauan hati kita, sebab memang Ia tidak pernah melepaskan
kita dari mata kasih-Nya. Oh indahnya! --DKL. HATI YANG TERLATIH MERASAKAN
TUHAN AKAN “MELIHAT” TUHAN DENGAN MUDAH DALAM SEGALA HAL.

No comments:
Post a Comment