Wednesday, 12 April 2017

12 April 2017

MESS INTO MESSAGE






Mess...Into Message Day 12 – Peace. Roma 5:1, “Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam DAMAI SEJAHTERA dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.” Berdamai dengan Allah tidak berarti hidup kita bebas dari masalah. Namun itu berarti kita diteguhkan dalam melewati masa-masa sukar, hati kita tetap dipenuhi dengan damai sejahtera-Nya karena kita tetap memilih untuk bersandar dan berteduh di dalam DIA. Tuhan Yesus berkata kepada para pengikutNya/kita semua di Yoh 16:33, “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi KUATKANLAH HATIMU, Aku telah mengalahkan dunia.” Oleh karena Kristus, damai sejahtera Allah yang sejati mampu memenuhi hati kita (Kolose 3:15). Kedamaian akan memenuhi jiwa kita tatkala Kristus BERTAHTA dalam HATI. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...into #MessageSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Samuel 19, 20, 21
PB: Roma 9:1-15
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

NN
BENIH HARUS MATI DITANAM DAHULU BARU AKAN MENGHASILKAN BANYAK BENIH. Yohanes 12:20-36 (Alkitab BIS) Apakah Anda pernah mendengar tumbuhan Wheatgrass? Wheatgrass bukan rumput biasa yang digunakan sebagai tanaman penghias. Wheatgrass adalah rumput gandum yang dpt dimanfaatkan sebagai jus kesehatan. Uniknya Wheatgrass dijual tidak dalam bentuk minuman jus, tetapi hanya dalam bentuk rumput yang hrs ditanam sendiri oleh pembelinya untuk kemudian diolah sendiri. Cara menanam rumput Wheatgrass sama dengan menanam biji gandum. Dipilih dan dikuburkan dalam tanah. Rumput wheatgrass akan terus-menerus menghasilkan ratusan benih rumput baru dengan kualitas yang sama. Hal ini mengingatkan kita akan perkataan Yesus, bahwa diri-Nya spt biji gandum yang mati dikuburkan untuk menghasilkan benih baru yang banyak. Yesus hrs mengorbankan diri-Nya, mati di atas kayu salib untuk menghasilkan buah keselamatan bagi banyak orang. Sebagai umat tebusan-Nya, kita juga dituntut untuk bisa menghasilkan banyak buah dalam kehidupan kita. untuk itulah kita harus mematikan ke'aku'an dengan menyangkal diri sendiri. Kita tidak akan bisa menjadi berkat bagi orang lain jika masih mementingkan diri sendiri. Jadilah benih yang menghasilkan buah, yang dpt dinikmati oleh banyak orang. Mulailah dari lingkungan keluarga, rekan, teman hingga kepada semua orang. Sudahkah Anda menjadi benih berkat bagi orang-orang di sekitar Anda? “Tuhan Yesus, terima kasih buat kasih-Mu. Engkau rela mati di atas kayu salib agar aku bisa dihidupkan kembali. Mampukan aku untuk mjd benih yang bisa memberi buah bagi banyak orang.” (Baca Yohanes 15:8, 16 & 1 Korintus 15:36). TUHAN memberkatimu!

No comments:

Post a Comment