MESS INTO MESSAGE
Mess...Into Message Day 12 – Peace. Roma 5:1, “Sebab itu, kita yang
dibenarkan karena iman, kita hidup dalam DAMAI SEJAHTERA dengan Allah oleh
karena Tuhan kita, Yesus Kristus.” Berdamai dengan Allah tidak berarti
hidup kita bebas dari masalah. Namun itu berarti kita diteguhkan dalam melewati
masa-masa sukar, hati kita tetap dipenuhi dengan damai sejahtera-Nya karena
kita tetap memilih untuk bersandar dan berteduh di dalam DIA. Tuhan Yesus
berkata kepada para pengikutNya/kita semua di Yoh 16:33, “Semuanya itu
Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia
kamu menderita penganiayaan, tetapi KUATKANLAH HATIMU, Aku telah mengalahkan
dunia.” Oleh karena Kristus, damai sejahtera Allah yang sejati mampu
memenuhi hati kita (Kolose 3:15). Kedamaian akan memenuhi jiwa kita tatkala
Kristus BERTAHTA dalam HATI. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...into #MessageSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Samuel 19, 20, 21
PB: Roma 9:1-15
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
NN
BENIH HARUS MATI DITANAM DAHULU BARU AKAN MENGHASILKAN
BANYAK BENIH. Yohanes 12:20-36 (Alkitab BIS) Apakah Anda pernah mendengar tumbuhan Wheatgrass? Wheatgrass
bukan rumput biasa yang digunakan sebagai tanaman penghias. Wheatgrass adalah
rumput gandum yang dpt dimanfaatkan sebagai jus kesehatan. Uniknya Wheatgrass
dijual tidak dalam bentuk minuman jus, tetapi hanya dalam bentuk rumput yang
hrs ditanam sendiri oleh pembelinya untuk kemudian diolah sendiri. Cara menanam
rumput Wheatgrass sama dengan menanam biji gandum. Dipilih dan dikuburkan dalam
tanah. Rumput wheatgrass akan terus-menerus menghasilkan ratusan benih rumput
baru dengan kualitas yang sama. Hal ini mengingatkan kita akan perkataan Yesus,
bahwa diri-Nya spt biji gandum yang mati dikuburkan untuk menghasilkan benih
baru yang banyak. Yesus hrs mengorbankan diri-Nya, mati di atas kayu salib
untuk menghasilkan buah keselamatan bagi banyak orang. Sebagai umat
tebusan-Nya, kita juga dituntut untuk bisa menghasilkan banyak buah dalam
kehidupan kita. untuk itulah kita harus mematikan ke'aku'an dengan menyangkal
diri sendiri. Kita tidak akan bisa menjadi berkat bagi orang lain jika masih
mementingkan diri sendiri. Jadilah benih yang menghasilkan buah, yang dpt
dinikmati oleh banyak orang. Mulailah dari lingkungan keluarga, rekan, teman
hingga kepada semua orang. Sudahkah Anda menjadi benih berkat bagi orang-orang
di sekitar Anda? “Tuhan Yesus, terima kasih buat kasih-Mu. Engkau rela mati di
atas kayu salib agar aku bisa dihidupkan kembali. Mampukan aku untuk mjd benih
yang bisa memberi buah bagi banyak orang.” (Baca Yohanes 15:8, 16 & 1
Korintus 15:36). TUHAN memberkatimu!

No comments:
Post a Comment