Monday, 3 April 2017

3 April 2017

MESS INTO MESSAGE






Mess... into Message Day 3 (Lukas 19:1-10) – Dipanggil Namanya. Ayat 5: “Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: ‘ZAKHEUS, segeralah turun, sebab hari ini Aku HARUS menumpang di rumahmu.’” Cerita tentang Zakheus dan Tuhan Yesus (Lukas 19: 1-10) mengandung suatu unsur kejutan tentang pengenalan pribadi. DIA Tuhan juga mengenal nama kita pribadi lepas pribadi. Tuhan Yesus tidak mengabaikan Zakheus begitu saja atau berkata: ‘Hei, KAMU yang diatas pohon turunlah,’ namun yang dilakukan Yesus adalah memanggil nama: ZAKHEUS. Sejak saat itu hidup Zakheus pun berubah. Ketika tidak ada orang yang peduli terhadap kita, ingatlah Tuhan Yesus mengenal kita secara pribadi, Bapa kita di surga memandang kita dengan penuh Kasih dan peduli akan setiap permasalahan hidup kita. Tuhan Yesus mengasihi kita dan menerima kita apa adanya. Tapi DIA terlalu mengasihi kita untuk membiarkan kita apa adanya. Amin. Apa yang harus kita lakukan? 1) Ijinkan YESUS masuk dalam hidup kita. 2)Ambil langkah untuk BERUBAH bersama DIA. Percayalah DIA mengenal nama kita satu persatu. Apakah kita juga rindu mengenal DIA lebih lagi? Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...into #MessageSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Hakim Hakim 19, 20, 21
PB: Roma 1
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#IloveMonday


Bp. Anto – Citraland
Layang-layang akan terbang lebih tinggi pada waktu menghadapi angin yang berlawanan bukan yang searah --Winston Churchill. “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya” (1 Kor 10:13). Jangan takut menghadapi masalah karena hal itu akan membawa kita ke tingkat kedewasaan yang lebih tinggi.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 3 April 2017. DIA BERSUKACITA. Bacaan: Zefanya 3:9-20. [Tuhan] bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai (Zefanya 3:17). Seorang ibu menggendong sambil menyuapi anaknya yang masih bayi. Tiba-tiba tangan si anak menyenggol piring makanan hingga tumpah mengotori lantai. Belum selesai si ibu membersihkan tumpahan makanan, si anak mengompol membasahi baju ibunya. Banyak faktor yang dapat membuat si ibu merasa kesal, tetapi ia terus merawat anaknya dengan penuh kasih sayang. Bagi si ibu, anaknya adalah kebahagiaannya. Menurut Anda, bagaimana Allah memandang kita, anak-anak-Nya? Apakah setiap saat Dia memandang kita dengan perasaan marah, benci, dan kecewa oleh sebab dosa yang tiada henti-hentinya terjadi di dunia ini? Memang Allah sangat membenci dosa, tetapi Dia selalu mengasihi kita. “Ia bergirang karena engkau dengan sukacita... Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai” (ay. 17). Sungguh merupakan suatu kenyataan indah, tetapi sulit untuk dipahami bahwa Allah yang Mahakuasa bergirang atas kita. Bayangkan Dia tersenyum setiap kali memandang Anda dan saya! Saat kita menyadari bahwa orangtua kita sangat menyayangi kita, tentulah kita berterima kasih dan berusaha untuk membahagiakan mereka. Demikian pula dalam hubungan antara kita dan Allah. Kita adalah anak-anak kesayangan-Nya. Mengetahui bahwa Allah begitu mengasihi kita bukan berarti kita dapat berlaku kurang pantas dan hidup bebas dalam dosa. Sebagai wujud rasa syukur telah menjadi anak-anak kesayangan-Nya, hendaknya kita selalu hidup dalam kekudusan dan kasih, seperti yang dikehendaki-Nya. KASIH DAN SUKACITA ALLAH ATAS KITA KIRANYA MEMOTIVASI KITA UNTUK HIDUP MENYENANGKAN HATI-NYA. Selamat Pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Hakim-hakim 19-21 & Roma 1.

No comments:

Post a Comment