MESS INTO MESSAGE
Mess... into Message Day 3 (Lukas 19:1-10) – Dipanggil
Namanya. Ayat
5: “Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata:
‘ZAKHEUS, segeralah turun, sebab hari ini Aku HARUS menumpang di rumahmu.’”
Cerita tentang Zakheus dan Tuhan Yesus (Lukas 19: 1-10) mengandung suatu unsur
kejutan tentang pengenalan pribadi. DIA Tuhan juga mengenal nama kita pribadi
lepas pribadi. Tuhan Yesus tidak mengabaikan Zakheus begitu saja atau berkata:
‘Hei, KAMU yang diatas pohon turunlah,’ namun yang dilakukan Yesus adalah
memanggil nama: ZAKHEUS. Sejak saat itu hidup Zakheus pun berubah.
Ketika tidak ada orang yang peduli terhadap kita, ingatlah Tuhan Yesus mengenal
kita secara pribadi, Bapa kita di surga memandang kita dengan penuh Kasih dan
peduli akan setiap permasalahan hidup kita. Tuhan Yesus mengasihi kita dan
menerima kita apa adanya. Tapi DIA terlalu mengasihi kita untuk membiarkan kita
apa adanya. Amin. Apa yang harus kita lakukan? 1) Ijinkan YESUS masuk dalam
hidup kita. 2)Ambil langkah untuk BERUBAH bersama DIA. Percayalah
DIA mengenal nama kita satu persatu. Apakah kita juga rindu mengenal DIA lebih
lagi? Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...into #MessageSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Hakim Hakim 19, 20, 21
PB: Roma 1
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#IloveMonday
Bp. Anto – Citraland
Layang-layang akan terbang lebih tinggi pada waktu
menghadapi angin yang berlawanan bukan yang searah --Winston Churchill.
“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang
tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan
membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan
memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya” (1 Kor
10:13). Jangan takut menghadapi masalah karena hal itu akan membawa kita ke
tingkat kedewasaan yang lebih tinggi.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 3 April 2017. DIA BERSUKACITA. Bacaan:
Zefanya 3:9-20. [Tuhan] bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui
engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai
(Zefanya 3:17). Seorang ibu menggendong sambil menyuapi anaknya yang masih
bayi. Tiba-tiba tangan si anak menyenggol piring makanan hingga tumpah
mengotori lantai. Belum selesai si ibu membersihkan tumpahan makanan, si anak
mengompol membasahi baju ibunya. Banyak faktor yang dapat membuat si ibu merasa
kesal, tetapi ia terus merawat anaknya dengan penuh kasih sayang. Bagi si ibu,
anaknya adalah kebahagiaannya. Menurut Anda, bagaimana Allah memandang kita,
anak-anak-Nya? Apakah setiap saat Dia memandang kita dengan perasaan marah,
benci, dan kecewa oleh sebab dosa yang tiada henti-hentinya terjadi di dunia
ini? Memang Allah sangat membenci dosa, tetapi Dia selalu mengasihi kita. “Ia
bergirang karena engkau dengan sukacita... Ia bersorak-sorak karena engkau
dengan sorak-sorai” (ay. 17). Sungguh merupakan suatu kenyataan indah, tetapi
sulit untuk dipahami bahwa Allah yang Mahakuasa bergirang atas kita. Bayangkan
Dia tersenyum setiap kali memandang Anda dan saya! Saat kita menyadari bahwa
orangtua kita sangat menyayangi kita, tentulah kita berterima kasih dan
berusaha untuk membahagiakan mereka. Demikian pula dalam hubungan antara kita
dan Allah. Kita adalah anak-anak kesayangan-Nya. Mengetahui bahwa Allah begitu
mengasihi kita bukan berarti kita dapat berlaku kurang pantas dan hidup bebas
dalam dosa. Sebagai wujud rasa syukur telah menjadi anak-anak kesayangan-Nya, hendaknya
kita selalu hidup dalam kekudusan dan kasih, seperti yang dikehendaki-Nya.
KASIH DAN SUKACITA ALLAH ATAS KITA KIRANYA MEMOTIVASI KITA UNTUK HIDUP
MENYENANGKAN HATI-NYA. Selamat Pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible –
Bacaan: Hakim-hakim 19-21 & Roma 1.

No comments:
Post a Comment