MESS INTO MESSAGE
Mess...Into Message Day 26 – Kita “Dipilih” Sebelum Dunia
Dijadikan (1). Efesus
1:4, “Sebab di dalam DIA Allah telah MEMIIH kita sebelum dunia dijadikan,
supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.” Dipilih atau eklegomai
artinya memilih untuk dirinya, bukan berarti menolak yang tidak dipilih, tetapi
memberikan kemurahan, kasih karunia pada objek yang dipilih dan membangun
hubungan dengan yang dipiiih.
A) Allah yang memilih kita. Dari sekian banyak manusia didunia,
Allah telah MEMILIH kita untuk menerima kemurahan & Kasih KaruniaNya.
Amazing. Allah yang MEMILIH kita terlebih dahulu, kemudian bagian kita untuk
menentukan apakah kita MEMILIH DIA/tidak (Yoh 15:16a).
B) Kita DIPILIH untuk menjadi milikNya. Mazmur 33:12, “Berbahagialah
bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang DIPILIH-Nya menjadi
milik-Nya sendiri!” Ulangan 14:2, “sebab engkaulah umat yang kudus bagi
TUHAN, Allahmu, dan engkau DIPILIH TUHAN untuk menjadi umat kesayangan-Nya dari
antara segala bangsa yang di atas muka bumi.” Amin.
Kita DIPILIH untuk suatu tugas yang penting yang IA ingin
lakukan, kita menjadi alatNya untuk membawa kasihNya bagi dunia. IA memilih
Daud (Amsal 78:70). IA memilih Ester (Est 4:14), dst... IA tidak memilih
berdasarkan kemampuan dan kedudukan kita, melainkan bagaimana kita akan
meresponi panggilanNya? Amin. Baca seri berikutnya besok 27 April 2017, Dipilih
untuk Berbuah... dst.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...intoMessageSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Samuel 23, 24
PB: 1 Korintus 4
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 26 April 2017. PEMENANG. Bacaan: Ulangan
2:26-37. “Lalu TUHAN berfirman kepadaku: Ketahuilah, Aku mulai menyerahkan
Sihon dan negerinya kepadamu. Mulailah menduduki negerinya supaya menjadi
milikmu” (Ulangan 2:31). Dalam sebuah perlombaan, seseorang dikatakan sebagai
pemenang jika tim juri telah memutuskan hasil akhirnya. Namun yang dialami
bangsa Israel ini berbeda. Mereka mendapatkan kemenangannya bukan pada akhir
peperangan, tetapi pada saat firman Tuhan diucapkan. Tuhan berfirman akan mulai
menyerahkan Sihon dan negerinya supaya menjadi milik bangsa Israel. Saat itulah
Tuhan menyerahkan Sihon. Umumnya yang terjadi, kita merasa menang ketika
mendengar pengakuan atas kemenangan kita. Tanpa sadar kehidupan kita terbentuk
oleh kebiasaan dunia. Kita berbicara, berpikir dan bertingkah laku seperti apa
yang diinginkan dunia. Seharusnya kita melakukan apa yang diperintahkan Tuhan
berdasarkan kebenaran dan bukan yang diingini dunia. Ketika Tuhan telah
berfirman, maka firman-Nya pasti digenapi. Ketika Tuhan berkata kita adalah
umat pemenang, maka begitulah kenyataannya. Jadi apapun masalah yang menimpa
kita tidak akan mengubah keputusan Tuhan bahwa kita adalah pemenang, kecuali
jika kita tidak memercayainya. Hidup kita haruslah berani berbeda dari
kebiasaan dunia. Kiranya kita bisa mengubah cara berpikir kita agar tidak
melihat dulu baru percaya, tetapi percayalah dulu sebelum semuanya digenapi.
Masa depan bersama Tuhan adalah yang terbaik. Jadi jangan berlaku seperti orang
dunia yang baru percaya kalau sudah melihat. Tetapi percayalah sekarang juga,
sebab sesungguhnya itu sudah terjadi! Kita sudah ditetapkan sebagai pemenang,
maka janganlah berlaku seperti orang yang kalah. KITA SUDAH DITETAPKAN SEBAGAI
PEMENANG, MAKA JANGAN BERLAKU SEPERTI ORANG YANG KALAH. Selamat pagi. Selalu
bersyukur. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: 2 Samuel 23-24 &
1 Korintus 4.
Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
JANJI KEMENANGAN DARI TUHAN. Pada jaman dulu, ada seorang
jenderal di Tiongkok yang selalu menang dalam setiap pertempuran. Yang menarik,
sebelum memulai peperangan, ia selalu melempar keping uang, “Saya akan
lemparkan keping uang ini. Jika yang muncul adalah sisi gambar, maka itu berarti
dewa-dewa akan menyertai kita, itu berarti kemenangan kita telah ditentukan
dari langit.” Ketika ia melemparkan uang itu, yang muncul adalah sisi gambar.
Hal ini disambut dengan semangat dan penuh keberanian oleh prajuritnya, karena
mereka yakin bahwa dewa langit sudah memberikan kemenangan kepada mereka. Dan
benar, akhirnya mereka selalu menang. Hal itu terjadi berulang-ulang hingga
jenderal itu dijuluki “Sang Jenderal Penakluk”. Bertahun-tahun kemudian,
rahasia jenderal yang tak terkalahkan itu terkuak, bahwa ternyata kepingan uang
yang dilemparkan itu kedua sisinya adalah gambar! KEMENANGAN sangat ditentukan
oleh FAKTOR MENTAL. Jika secara mental sudah menang, maka kita sudah
memenangkan separuh pertandingan. Sebagai orang percaya kita harus bersyukur,
sebab kita mendapat janji Kemenangan dari TUHAN. TUHAN berjanji akan menyertai
kita dalam setiap pergumulan hidup kita, sehingga kita menjadi lebih dari pada
seorang Pemenang. Bukankah TUHAN berjanji bahwa DIA akan mengangkat kita
menjadi kepala & bukan ekor, kita akan tetap naik & bukan turun? “Tuhan
akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap
naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang
kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia” (Ulangan 28:13). Putuskan
untuk mempercayai kemenangan TUHAN, jangan ragu, jangan bimbang dan jangan
pernah putus asa. Hadapi setiap pergumulan hidup kita dengan iman percaya
kepadaNYA. “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang
menang, oleh Dia yang mengasihi kita” (Roma 8:37). God bless you all.

No comments:
Post a Comment