Wednesday, 26 April 2017

26 April 2017

MESS INTO MESSAGE






Mess...Into Message Day 26 – Kita “Dipilih” Sebelum Dunia Dijadikan (1). Efesus 1:4, “Sebab di dalam DIA Allah telah MEMIIH kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.” Dipilih atau eklegomai artinya memilih untuk dirinya, bukan berarti menolak yang tidak dipilih, tetapi memberikan kemurahan, kasih karunia pada objek yang dipilih dan membangun hubungan dengan yang dipiiih.
A) Allah yang memilih kita. Dari sekian banyak manusia didunia, Allah telah MEMILIH kita untuk menerima kemurahan & Kasih KaruniaNya. Amazing. Allah yang MEMILIH kita terlebih dahulu, kemudian bagian kita untuk menentukan apakah kita MEMILIH DIA/tidak (Yoh 15:16a).
B) Kita DIPILIH untuk menjadi milikNya. Mazmur 33:12, “Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang DIPILIH-Nya menjadi milik-Nya sendiri!” Ulangan 14:2, “sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, dan engkau DIPILIH TUHAN untuk menjadi umat kesayangan-Nya dari antara segala bangsa yang di atas muka bumi.” Amin.
Kita DIPILIH untuk suatu tugas yang penting yang IA ingin lakukan, kita menjadi alatNya untuk membawa kasihNya bagi dunia. IA memilih Daud (Amsal 78:70). IA memilih Ester (Est 4:14), dst... IA tidak memilih berdasarkan kemampuan dan kedudukan kita, melainkan bagaimana kita akan meresponi panggilanNya? Amin. Baca seri berikutnya besok 27 April 2017, Dipilih untuk Berbuah... dst.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...intoMessageSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Samuel 23, 24
PB: 1 Korintus 4
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 26 April 2017. PEMENANG. Bacaan: Ulangan 2:26-37. “Lalu TUHAN berfirman kepadaku: Ketahuilah, Aku mulai menyerahkan Sihon dan negerinya kepadamu. Mulailah menduduki negerinya supaya menjadi milikmu” (Ulangan 2:31). Dalam sebuah perlombaan, seseorang dikatakan sebagai pemenang jika tim juri telah memutuskan hasil akhirnya. Namun yang dialami bangsa Israel ini berbeda. Mereka mendapatkan kemenangannya bukan pada akhir peperangan, tetapi pada saat firman Tuhan diucapkan. Tuhan berfirman akan mulai menyerahkan Sihon dan negerinya supaya menjadi milik bangsa Israel. Saat itulah Tuhan menyerahkan Sihon. Umumnya yang terjadi, kita merasa menang ketika mendengar pengakuan atas kemenangan kita. Tanpa sadar kehidupan kita terbentuk oleh kebiasaan dunia. Kita berbicara, berpikir dan bertingkah laku seperti apa yang diinginkan dunia. Seharusnya kita melakukan apa yang diperintahkan Tuhan berdasarkan kebenaran dan bukan yang diingini dunia. Ketika Tuhan telah berfirman, maka firman-Nya pasti digenapi. Ketika Tuhan berkata kita adalah umat pemenang, maka begitulah kenyataannya. Jadi apapun masalah yang menimpa kita tidak akan mengubah keputusan Tuhan bahwa kita adalah pemenang, kecuali jika kita tidak memercayainya. Hidup kita haruslah berani berbeda dari kebiasaan dunia. Kiranya kita bisa mengubah cara berpikir kita agar tidak melihat dulu baru percaya, tetapi percayalah dulu sebelum semuanya digenapi. Masa depan bersama Tuhan adalah yang terbaik. Jadi jangan berlaku seperti orang dunia yang baru percaya kalau sudah melihat. Tetapi percayalah sekarang juga, sebab sesungguhnya itu sudah terjadi! Kita sudah ditetapkan sebagai pemenang, maka janganlah berlaku seperti orang yang kalah. KITA SUDAH DITETAPKAN SEBAGAI PEMENANG, MAKA JANGAN BERLAKU SEPERTI ORANG YANG KALAH. Selamat pagi. Selalu bersyukur. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: 2 Samuel 23-24 & 1 Korintus 4.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
JANJI KEMENANGAN DARI TUHAN. Pada jaman dulu, ada seorang jenderal di Tiongkok yang selalu menang dalam setiap pertempuran. Yang menarik, sebelum memulai peperangan, ia selalu melempar keping uang, “Saya akan lemparkan keping uang ini. Jika yang muncul adalah sisi gambar, maka itu berarti dewa-dewa akan menyertai kita, itu berarti kemenangan kita telah ditentukan dari langit.” Ketika ia melemparkan uang itu, yang muncul adalah sisi gambar. Hal ini disambut dengan semangat dan penuh keberanian oleh prajuritnya, karena mereka yakin bahwa dewa langit sudah memberikan kemenangan kepada mereka. Dan benar, akhirnya mereka selalu menang. Hal itu terjadi berulang-ulang hingga jenderal itu dijuluki “Sang Jenderal Penakluk”. Bertahun-tahun kemudian, rahasia jenderal yang tak terkalahkan itu terkuak, bahwa ternyata kepingan uang yang dilemparkan itu kedua sisinya adalah gambar! KEMENANGAN sangat ditentukan oleh FAKTOR MENTAL. Jika secara mental sudah menang, maka kita sudah memenangkan separuh pertandingan. Sebagai orang percaya kita harus bersyukur, sebab kita mendapat janji Kemenangan dari TUHAN. TUHAN berjanji akan menyertai kita dalam setiap pergumulan hidup kita, sehingga kita menjadi lebih dari pada seorang Pemenang. Bukankah TUHAN berjanji bahwa DIA akan mengangkat kita menjadi kepala & bukan ekor, kita akan tetap naik & bukan turun? “Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia” (Ulangan 28:13). Putuskan untuk mempercayai kemenangan TUHAN, jangan ragu, jangan bimbang dan jangan pernah putus asa. Hadapi setiap pergumulan hidup kita dengan iman percaya kepadaNYA. “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang mengasihi kita” (Roma 8:37). God bless you all.

No comments:

Post a Comment