Thursday, 6 April 2017

6 April 2017

MESS INTO MESSAGE






Mess...into Message Day 6. Walaupun nampaknya ada banyak kemajuan dalam budaya ilmu dan teknologi sekalipun, pesan Firman Tuhan/Alkitab tetap menjadikan satu-satuNya jawaban bagi kita yang percaya dan mengandalkan DIA. Mazmur 119:105, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Efesus 6:10, “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.” Rasul Paulus melalui jemaat di Efesus menghendaki supaya jemaat di Efesus dapat kuat di dalam Tuhan, didalam kekuatan KuasaNya. Rasul Paulus sangat menyadari bahwa jemaat Efesus/gambaran dari umat Tuhan/kita semua hidup di tengah-tengah banyaknya “binatang buas” / tantangan / kekacauan (Efesus 4:14). Oleh karena itu Paulus mendorong kita untuk tetap teguh, tidak tawar hati melainkan menjadi kuat didalam Tuhan (menjadi mampu melakukan segala sesuatu). Paulus mengajak kita semua untuk mengenakan seluruh senjata Allah (Efesus 6:11) agar dapat bertahan dan mampu menyelesaikan segala sesuatunya dengan baik. Efesus 6:11, “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.” Amin. Akhirnya Paulus kembali berdoa agar damai sejahtera dan kasih karunia dari Tuhan memampukan mereka/jemaat Efesus/kita semua untuk bertahan dan menyelesaikan segala sesuatu dengan baik (Efesus 6:23-24). Karena pada akhirnya Kasih Karunia Allah-lah yang memampukan kita menjalani kehidupan yang menjadi berkat. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...into #MessageSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Samuel 4-6
PB: Roma 4
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Madam Ossy
Kamis, 6 April 2017. Bacaan: Filipi 2:1-8. Setahun: 1 Samuel 17-18. Nas: Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri  (Filipi 2:3). Kerendahan Hati. Rasanya sulit menemukan kerendahan hati. Sikap egosentris, didukung oleh perkembangan teknologi, semakin memudahkan orang untuk menyombongkan diri. Melalui media sosial, misalnya. Ada orang yang sengaja mengunggah foto, video, atau status tertentu hanya untuk mencari pujian dan komentar. Firman Allah menekankan pentingnya kerendahan hati. Kita diajar untuk menyadari bahwa untuk menjadi berguna dan berbuah kita harus mengandalkan Tuhan. Setiap umat diajak untuk meneladani Kristus yang mengosongkan diri, melepaskan identitas dan hak istimewa-Nya. Melihat ancaman yang berpotensi mengoyak kesatuan jemaat Filipi, Rasul Paulus memberikan nasihat tentang kerendahan hati. Dalam terjemahan Bahasa Indonesia yang disederhanakan bunyinya, “Janganlah berbuat sesuatu hanya untuk menyenangkan diri sendiri, atau supaya orang lain menganggap kalian hebat. Sebaliknya, kalian harus bersikap rendah hati satu sama lain dan selalu menganggap orang lain lebih baik daripada kalian sendiri.” Di dalam Kristus sikap egosentris tidak mendapat tempat. Sebaliknya, umat harus rela saling menasihati, saling menghibur, bersekutu dalam Roh, mengobarkan kasih, dan menempatkan orang lain di atas diri sendiri. Kerendahan hati itu seperti pohon yang merunduk karena sarat dengan buah yang masak. Buah itu adalah kebijaksanaan, pengetahuan, dan pemahaman yang mendalam. Sebaliknya, pohon yang tak berbuah, kering, dan meranggas mengangkat dirinya tinggi-tinggi dengan omong kosong dan kesombongan –EBL. KESOMBONGAN MEMECAH-BELAH, KERENDAHAN HATI MEMPERSATUKAN.

Bp. Anto – Citraland
Keberhasilan bukan diukur dari tingginya posisi yang seorang telah capai dalam hidupnya melainkan diukur dari banyaknya halangan/masalah yang telah dia selesaikan --Booker T. Washington. Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia (--Yak 1:12). Kita mengalami transformasi karena kita mempraktekkan kebenaran sewaktu menghadapi masalah dalam hidup kita.

Xavier Quentin Pranata
“Pujian yang tulus membuat jalan kita lurus.” Xavier Quentin Pranata.

WM Stars
JANGAN KUATIR. “Don't let the cares of yesterday blind you to the grace for today” »Fanny Crosby«. “Jangan biarkan kekuatiran kemarin membutakan anda atas kasih karunia untuk hari ini” »Fanny Crosby«. Filipi 4:6 “Janganlah hendaknya kamu kuatir.” Kekuatiran menguras tenaga, mencuri damai sejahtera, melemahkan iman dan membuat kita jadi sakit. Itu sebabnya kita harus mewaspadai ‘musuh’ yang tak kelihatan ini, cara yang paling canggih untuk mengusir kuatir adalah dengan Firman Tuhan, oleh sebab itu pastikan kita membacaNya setiap hari. Tambahkan doa maka kekuatiran akan lebih cepat terbasmi, sebab musuh selalu ingin menembakkan panah-panah kuatir pada kita. Ingatlah bahwa Ia adalah Allah yang baik dan tidak akan pernah meninggalkan dan senantiasa menolong kita, tinggalkan segala kuatir lalu percayalah bahwa Tuhan sudah menyediakan masa depan yang penuh harapan. Filipi 4:6 (TB) “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”

No comments:

Post a Comment