Sunday, 23 April 2017

23 April 2017

MESS INTO MESSAGE






Mess...Into Message Day 23 – Dibayar Lunas, Hiduplah Sebagai Anak-Anak Terang (6). Efesus 5:8-9, 8Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang KAMU adalah TERANG di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak TERANG, 9karena TERANG hanya berbuahkan KEBAIKAN dan KEADILAN dan KEBENARAN.” Setelah kemarin kita belajar “kebaikan”... Orang mungkin tidak mengingat semua yang kita katakan, tetapi mereka dapat merasakan KEBAIKAN dan kasih yang kita berikan. Keadilan: dikaiosune yang dalam bahasa inggrisnya adalah righteousness yang diterjemahkan sebagai “Kebenaran”/apa yang benar. Pada dasarnya tidak ada seorangpun yang benar karena melakukan hal-hal baik dan bebas dari dosa, kita benar karena kita telah dibenarkan oleh Allah, selanjutnya karena kita telah dibenarkan, maka kita melakukan perbuatan-perbuatan kebenaran. 1 Yoh 2:29, “Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.” Sedangkan Kebenaran: truth atau aletheia berarti sesuai dengan apa yang terjadi. Kebenaran dalam kenyataan, fakta, kebenaran dalam moral dan kerohanian, kebenaran yang seperti diajarkan dalam kekristenan tentang Allah dan tujuan Allah melalui Kristus. Selain itu juga kebenaran secara pribadi yaitu tidak adanya kepura-puraan, kepalsuan, ketulusan, tidak ada kebohongan, murni, tidak ada kesalahan, seperti yang digunakan untuk menggambarkan kebenaran Firman Tuhan: Firman Tuhan adalah sumber kebenaran (Yoh 17:17). Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...intoMessageSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Samuel 16, 17 & 18
PB: 1 Korintus 1
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappySunday
#HappyServingGod

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 23 April 2017. BELAJAR MENGAMPUNI. Bacaan: Matius 18:21-35. Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali” (Matius 18:22). Sewaktu sedang berjalan di sekitar rumah, seorang bapak dengan tidak sengaja menyiramkan seember air kotor ke kaki saya. Sandal dan kaki yang semula bersih tiba-tiba menjadi hitam terkena kotoran. Bukannya meminta maaf, bapak itu justru memarahi saya yang tidak memberi aba-aba ketika hendak melewatinya. “Saya kira bapak itu sudah melihat saya yang berjalan ke arahnya,” pikir saya. Saya berusaha untuk tidak ikut marah dan memaafkan si bapak. Ketika Petrus bertanya kepada Yesus sampai berapa kali ia harus mengampuni saudaranya yang berbuat dosa kepadanya, mungkin saat itu Petrus berpikir kalau Yesus akan menyebutkan sebuah angka yang masih dapat diterima oleh akal sehat manusia. Petrus tidak menduga Yesus akan menjawab bahwa pengampunan harus diberikan sejumlah tujuh puluh kali tujuh kali, yang artinya dalam jumlah yang tidak terbatas (ay. 21-22). Allah seumpama Raja dan kita adalah hamba dengan banyak sekali utang dosa. Oleh karena belas kasihan-Nya, kita diampuni dan dibebaskan dari hukuman dosa (ay. 23-27). Allah mau kita meneladani kasih-Nya dengan memberikan pengampunan kepada mereka yang bersalah kepada kita. Allah menjadi murka apabila kita tidak mau melepaskan pengampunan untuk orang lain (ay. 28-34). Ingatlah bahwa besarnya pengampunan yang kita berikan kepada orang lain tidaklah lebih besar dari pengampunan yang telah diberikan Allah kepada kita. Melalui pertolongan Roh Kudus, marilah kita belajar untuk saling mengampuni. PENGAMPUNAN AKAN JAUH LEBIH MUDAH DILAKUKAN KETIKA KITA TIDAK MENUNDA-NUNDA UNTUK MEMBERIKANNYA. Selamat pagi. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: 2 Samuel 16-18 & 1 Korintus 1.

No comments:

Post a Comment