MESS INTO MESSAGE
Mess...Into Message Day 23 – Dibayar Lunas, Hiduplah Sebagai
Anak-Anak Terang (6). Efesus
5:8-9, “8Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang
KAMU adalah TERANG di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak TERANG,
9karena TERANG hanya berbuahkan KEBAIKAN dan KEADILAN dan
KEBENARAN.” Setelah kemarin kita belajar “kebaikan”... Orang mungkin tidak
mengingat semua yang kita katakan, tetapi mereka dapat merasakan KEBAIKAN dan
kasih yang kita berikan. Keadilan: dikaiosune yang dalam bahasa
inggrisnya adalah righteousness yang diterjemahkan sebagai
“Kebenaran”/apa yang benar. Pada dasarnya tidak ada seorangpun yang benar
karena melakukan hal-hal baik dan bebas dari dosa, kita benar karena kita telah
dibenarkan oleh Allah, selanjutnya karena kita telah dibenarkan, maka kita
melakukan perbuatan-perbuatan kebenaran. 1 Yoh 2:29, “Jikalau kamu tahu,
bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat
kebenaran, lahir dari pada-Nya.” Sedangkan Kebenaran: truth
atau aletheia berarti sesuai dengan apa yang terjadi. Kebenaran
dalam kenyataan, fakta, kebenaran dalam moral dan kerohanian, kebenaran yang
seperti diajarkan dalam kekristenan tentang Allah dan tujuan Allah melalui
Kristus. Selain itu juga kebenaran secara pribadi yaitu tidak adanya
kepura-puraan, kepalsuan, ketulusan, tidak ada kebohongan, murni, tidak ada
kesalahan, seperti yang digunakan untuk menggambarkan kebenaran Firman Tuhan:
Firman Tuhan adalah sumber kebenaran (Yoh 17:17). Kuduskanlah mereka dalam
kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...intoMessageSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Samuel 16, 17 & 18
PB: 1 Korintus 1
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappySunday
#HappyServingGod
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 23 April 2017. BELAJAR MENGAMPUNI.
Bacaan: Matius 18:21-35. Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu:
Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali” (Matius
18:22). Sewaktu sedang berjalan di sekitar rumah, seorang bapak dengan tidak
sengaja menyiramkan seember air kotor ke kaki saya. Sandal dan kaki yang semula
bersih tiba-tiba menjadi hitam terkena kotoran. Bukannya meminta maaf, bapak
itu justru memarahi saya yang tidak memberi aba-aba ketika hendak melewatinya.
“Saya kira bapak itu sudah melihat saya yang berjalan ke arahnya,” pikir saya.
Saya berusaha untuk tidak ikut marah dan memaafkan si bapak. Ketika Petrus
bertanya kepada Yesus sampai berapa kali ia harus mengampuni saudaranya yang
berbuat dosa kepadanya, mungkin saat itu Petrus berpikir kalau Yesus akan
menyebutkan sebuah angka yang masih dapat diterima oleh akal sehat manusia.
Petrus tidak menduga Yesus akan menjawab bahwa pengampunan harus diberikan
sejumlah tujuh puluh kali tujuh kali, yang artinya dalam jumlah yang tidak
terbatas (ay. 21-22). Allah seumpama Raja dan kita adalah hamba dengan banyak
sekali utang dosa. Oleh karena belas kasihan-Nya, kita diampuni dan dibebaskan
dari hukuman dosa (ay. 23-27). Allah mau kita meneladani kasih-Nya dengan
memberikan pengampunan kepada mereka yang bersalah kepada kita. Allah menjadi
murka apabila kita tidak mau melepaskan pengampunan untuk orang lain (ay.
28-34). Ingatlah bahwa besarnya pengampunan yang kita berikan kepada orang lain
tidaklah lebih besar dari pengampunan yang telah diberikan Allah kepada kita.
Melalui pertolongan Roh Kudus, marilah kita belajar untuk saling mengampuni.
PENGAMPUNAN AKAN JAUH LEBIH MUDAH DILAKUKAN KETIKA KITA TIDAK MENUNDA-NUNDA
UNTUK MEMBERIKANNYA. Selamat pagi. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati.
#LoveTheBible – Bacaan: 2 Samuel 16-18 & 1 Korintus 1.

No comments:
Post a Comment