Thursday, 8 September 2016

8 September 2016

SPIRITUAL GROWTH






Dapat Dipercaya (Kejadian 39). Seandainya bisa memilih tentu Yusuf tidak ingin menajdi budak di Mesir (1), akan tetapi meski diperbudak, ia berhasil karena Tuhan menyertai dirinya (2), Tuhan bahkan memberkati rumah tuannya karena Yusuf (5). Yusuf tentu tidak akan memilih untuk di penjara di Mesir, namun itu terjadi ketika dengan semena-mena ia dituduh berbuat kejahatan seksual. Akan tetapi untuk ke dua kalinya kita membaca: Tuhan MENYERTAI Yusuf (21). Di dalam penjara ia memperoleh KEPERCAYAAN dari kepala penjara (22) sehingga apa yang dikerjakannya dibuat Tuhan BERHASIL (23). Pengalaman Yusuf dipenjara ternyata menjadi awal dari PROSES hidupnya yang menanjak, hingga menduduki posisi penting di Mesir. Kalau Tuhan memiliki maksud atas keberadaan Yusuf di Mesir, DIA memiliki maksud atas setiap kita juga dimanapun kita ditempatkanNya. Tidak banyak yang rela ditinggikan dengan cara yang digunakan Tuhan untuk meninggikan Yusuf. Namun Tuhan SANGGUP MEMBERKATI Yusuf sekalipun melalui hal-hal yang tidak mengenakkan. Untuk menjadi seseorang yang DIPERCAYA butuh PROSES PENDEWASAAN yang seperti kehendakNya bukan kehendak kita. Amin.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
MEMAKSIMALKAN KEMAMPUAN. Ada seorang pianis di sebuah kafe, permainan pianonya sangat bagus. Para pengunjung kafe itu rata² datang ke sana hanya untuk mendengarkan permainan pianis ini. Suatu malam, seorang pelanggan meminta sang pianis menyanyi. “Saya tidak menyanyi, Pak.” “Saya bosan mendengarkan dentingan piano. Saya ingin dia menyanyi!”, kata pengunjung kepada bartender yang sedang bertugas di sana. Si bartender berteriak, “Hei Bung! Kalau mau dibayar, nyanyikan satu lagu. Pelanggan minta kau nyanyi!” Karena merasa sudah terdesak, sang pianis pun memenuhi permintaan si pelanggan. Dia yang selama ini tak pernah menyanyi di depan umum; menyenandungkan lagu untuk pertama kalinya. Hasilnya sungguh di luar dugaan, tak ada orang yang pernah mendengar lagu jazz klasik seperti Sweet Lorraine dinyanyikan seperti malam itu oleh Nat King Cole (1940). Sang pianis ternyata punya bakat terpendam. Ia bisa saja menghabiskan sisa hidupnya sebagai seorang pianis tanpa nama di sebuah kafe, yang juga tidak terkenal. Tapi karena ia dipaksa menyanyi, ia akhirnya bisa menjadi salah satu entertainer terkenal di Amerika bahkan dunia. Mungkin di antara kita ada yang masih meragukan kemampuan yang kita miliki. Kita merasa diri kita tak memiliki suatu keterampilan atau kebisaan yang istimewa, lalu perasaan ini berkembang menjadi minder. Sebelum menjadi berlarut-larut, sadarilah sesungguhnya kita mempunyai Keterampilan & Kemampuan. Tetapi seringkali kita tidak menyadari hal itu, seperti halnya sang pianis dalam kisah di atas. Karena itu, pertanyaan yang tepat untuk diajukan pada diri sendiri bukannya: “Kemampuan apa yang aku miliki yang bermanfaat?”, melainkan “Bagaimana aku akan menggunakan kemampuan apapun yang aku miliki?” DENGAN KESADARAN & KESUNGGUHAN UNTUK MENEKUNI APAPUN BAKAT KITA, HASILNYA HAMPIR DIPASTIKAN MAKSIMAL. “Berlaku cemar adalah kegemaran orang bebal, sebagaimana melakukan hikmat bagi orang yang pandai” (Amsal 10:13). God bless you all.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 8 September 2016. 3 PUDING 1 LILIN. Karena kedurhakaan makin bertambah, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin (Matius 24:12). Koko, bukan nama sebenarnya, terlihat sumringah menerima kejutan dari rekan-rekan kerjanya tepat pada hari ulang tahunnya. Belasan orang masuk ke ruangannya dan salah satu rekan terlihat membawa piring kecil berisi tiga puding dan satu lilin yang menyala. Tindakan yang sederhana, tetapi dilakukan dengan sepenuh hati ini sangat menyentuh hati Koko. Ia merasakan bahwa rekan-rekannya mengasihinya, berbeda dari kondisi di tempat kerja sebelumnya. Tindakan sederhana seperti merayakan ulang tahun rekan kerja mungkin terlihat sepele dan tidak begitu berarti. Namun, di tengah kondisi zaman yang semakin berpusat pada diri sendiri dan diwarnai banyak kejahatan, tindakan kasih sederhana bisa sangat berarti. Alkitab mengingatkan bahwa kasih kita bisa jadi menjadi dingin. Ada kebekuan dalam hati yang menahan banyak orang untuk melakukan kebaikan, memberi perhatian, atau berbagi sukacita dengan orang lain yang sedang bersukacita. Gejala semacam ini cukup jelas dan mudah terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Kebekuan dalam hati dapat kembali menjadi hangat ketika kasih Tuhan mengalir dalam hati. Ketika kasih itu dialirkan lagi kepada sesama, lewat kuasa Roh Kudus yang turut bekerja di dalamnya, niscaya dapat melembutkan hati orang-orang yang menerima kasih yang kita berikan. Nah, jika saat ini kita merasa kondisi hati kita cenderung membeku, mintalah agar kasih Tuhan memenuhi hati kita, sebelum kita alirkan untuk mencairkan hati-hati yang beku di sekitar kita --Go Hok Jin. TAK ADA KEBEKUAN HATI YANG TERLALU KERAS UNTUK DIHANGATKAN DAN DICAIRKAN OLEH KASIH TUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
“Saat kita mengampuni orang lain kita merasa lega karena kita tahu Tuhan pun mengampuni kita.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment