SPIRITUAL GROWTH
Dapat Dipercaya
(Kejadian 39). Seandainya bisa memilih tentu Yusuf
tidak ingin menajdi budak di Mesir (1), akan tetapi meski diperbudak, ia
berhasil karena Tuhan menyertai dirinya (2), Tuhan bahkan memberkati rumah
tuannya karena Yusuf (5). Yusuf tentu tidak akan memilih untuk di penjara di
Mesir, namun itu terjadi ketika dengan semena-mena ia dituduh berbuat kejahatan
seksual. Akan tetapi untuk ke dua kalinya kita membaca: Tuhan MENYERTAI
Yusuf (21). Di dalam penjara ia memperoleh KEPERCAYAAN dari kepala penjara
(22) sehingga apa yang dikerjakannya dibuat Tuhan BERHASIL (23). Pengalaman
Yusuf dipenjara ternyata menjadi awal dari PROSES hidupnya yang menanjak,
hingga menduduki posisi penting di Mesir. Kalau Tuhan memiliki maksud atas
keberadaan Yusuf di Mesir, DIA memiliki maksud atas setiap kita juga dimanapun
kita ditempatkanNya. Tidak banyak yang rela ditinggikan dengan cara yang
digunakan Tuhan untuk meninggikan Yusuf. Namun Tuhan SANGGUP MEMBERKATI Yusuf
sekalipun melalui hal-hal yang tidak mengenakkan. Untuk menjadi seseorang yang
DIPERCAYA butuh PROSES PENDEWASAAN yang seperti kehendakNya bukan kehendak kita. Amin.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
MEMAKSIMALKAN
KEMAMPUAN. Ada seorang pianis di sebuah kafe, permainan pianonya sangat bagus.
Para pengunjung kafe itu rata² datang ke sana hanya untuk mendengarkan
permainan pianis ini. Suatu malam, seorang pelanggan meminta sang pianis
menyanyi. “Saya tidak menyanyi, Pak.” “Saya bosan mendengarkan dentingan piano.
Saya ingin dia menyanyi!”, kata pengunjung kepada bartender yang sedang
bertugas di sana. Si bartender berteriak, “Hei Bung! Kalau mau dibayar,
nyanyikan satu lagu. Pelanggan minta kau nyanyi!” Karena merasa sudah terdesak,
sang pianis pun memenuhi permintaan si pelanggan. Dia yang selama ini tak
pernah menyanyi di depan umum; menyenandungkan lagu untuk pertama kalinya.
Hasilnya sungguh di luar dugaan, tak ada orang yang pernah mendengar lagu jazz
klasik seperti Sweet Lorraine dinyanyikan seperti malam itu oleh Nat King Cole
(1940). Sang pianis ternyata punya bakat terpendam. Ia bisa saja menghabiskan
sisa hidupnya sebagai seorang pianis tanpa nama di sebuah kafe, yang juga tidak
terkenal. Tapi karena ia dipaksa menyanyi, ia akhirnya bisa menjadi salah satu
entertainer terkenal di Amerika bahkan dunia. Mungkin di antara kita ada yang
masih meragukan kemampuan yang kita miliki. Kita merasa diri kita tak memiliki
suatu keterampilan atau kebisaan yang istimewa, lalu perasaan ini berkembang
menjadi minder. Sebelum menjadi berlarut-larut, sadarilah sesungguhnya kita
mempunyai Keterampilan & Kemampuan. Tetapi seringkali kita tidak menyadari
hal itu, seperti halnya sang pianis dalam kisah di atas. Karena itu, pertanyaan
yang tepat untuk diajukan pada diri sendiri bukannya: “Kemampuan apa yang aku
miliki yang bermanfaat?”, melainkan “Bagaimana aku akan menggunakan kemampuan
apapun yang aku miliki?” DENGAN KESADARAN & KESUNGGUHAN UNTUK MENEKUNI
APAPUN BAKAT KITA, HASILNYA HAMPIR DIPASTIKAN MAKSIMAL. “Berlaku cemar adalah kegemaran
orang bebal, sebagaimana melakukan hikmat bagi orang yang pandai” (Amsal
10:13). God bless you all.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Kamis, 8 September 2016. 3 PUDING 1 LILIN. Karena kedurhakaan makin bertambah,
maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin (Matius 24:12). Koko, bukan
nama sebenarnya, terlihat sumringah menerima kejutan dari rekan-rekan kerjanya
tepat pada hari ulang tahunnya. Belasan orang masuk ke ruangannya dan salah
satu rekan terlihat membawa piring kecil berisi tiga puding dan satu lilin yang
menyala. Tindakan yang sederhana, tetapi dilakukan dengan sepenuh hati ini
sangat menyentuh hati Koko. Ia merasakan bahwa rekan-rekannya mengasihinya,
berbeda dari kondisi di tempat kerja sebelumnya. Tindakan sederhana seperti
merayakan ulang tahun rekan kerja mungkin terlihat sepele dan tidak begitu
berarti. Namun, di tengah kondisi zaman yang semakin berpusat pada diri sendiri
dan diwarnai banyak kejahatan, tindakan kasih sederhana bisa sangat berarti.
Alkitab mengingatkan bahwa kasih kita bisa jadi menjadi dingin. Ada kebekuan
dalam hati yang menahan banyak orang untuk melakukan kebaikan, memberi
perhatian, atau berbagi sukacita dengan orang lain yang sedang bersukacita.
Gejala semacam ini cukup jelas dan mudah terlihat dalam kehidupan sehari-hari.
Kebekuan dalam hati dapat kembali menjadi hangat ketika kasih Tuhan mengalir
dalam hati. Ketika kasih itu dialirkan lagi kepada sesama, lewat kuasa Roh
Kudus yang turut bekerja di dalamnya, niscaya dapat melembutkan hati
orang-orang yang menerima kasih yang kita berikan. Nah, jika saat ini kita
merasa kondisi hati kita cenderung membeku, mintalah agar kasih Tuhan memenuhi
hati kita, sebelum kita alirkan untuk mencairkan hati-hati yang beku di sekitar
kita --Go Hok Jin. TAK ADA KEBEKUAN HATI YANG TERLALU KERAS UNTUK DIHANGATKAN
DAN DICAIRKAN OLEH KASIH TUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
Xavier
Quentin Pranata
“Saat kita
mengampuni orang lain kita merasa lega karena kita tahu Tuhan pun mengampuni
kita.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment