Sunday, 18 September 2016

18 September 2016

SPIRITUAL GROWTH






Kasih Kepada Sesama. Matius 22:39, “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Hari ini kita diingatkan bahwa mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia adalah 2 hal yang tidak bisa dipilih dan ditawar. Artinya mengasih Tuhan dan Sesama = 1 Paket. Apakah mungkin kita berkata “Tuhan aku mengasihiMu” tetapi pada saat yang sama kita sedang membenci orang lain, dendam kepada orang lain, sakit hati, kecewa dsbnya. Mengasihi tidak hanya bicara soal hati. Firman Tuhan dengan jelas meminta kita mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Terima kasih Tuhan untuk kasih yang Kau limpahkan bagi kami hari lepas hari. Ajarilah kami mengasihi orang lain seperti kami mengasihi diri kami sendiri. Amin.

Xavier Quentin Pranata
“Olah batin terbaik adalah menyelidiki hati dengan diterangi sinar ilahi.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 18 September 2016. AGAMA TANPA SPIRITUALITAS. Jadi, dengan adat istiadat yang kamu teruskan itu, firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku. Banyak lagi hal lain seperti itu yang kamu lakukan (Markus 7:13). Di Israel dulu ada 8 kelompok Farisi. Jadi kurang adil bila semua orang Farisi kita sorot secara negatif. Kelompok ke-8 adalah kelompok moderat. Nikodemus termasuk dalam kelompok ini. Ia datang malam-malam kepada Yesus dan bertanya tentang kelahiran baru. Ketujuh kelompok lain memang cenderung legalistik, yaitu memberlakukan hukum secara ketat, namun melupakan 'jiwa' dari hukum itu. Itulah sebabnya orang yang legalistik biasanya berkepala batu, sok merasa benar asal sudah bisa menemukan dan mengutip hukum atau aturan yang tertulis. Herannya, orang legalistik kadang pintar mengelak kala aturan itu dikenakan pada diri mereka sendiri (ay. 9-13). Mereka memang mengutamakan penampilan saleh dan taat pada hukum Tuhan, namun hati mereka keras padas, jauh dari kelembutan dan kasih sayang. Orang semacam ini membuat agama tampil garang dan mengerikan. Agama mereka pisahkan dari spiritualitas. Inilah penyakit orang Farisi pada zaman Yesus dan juga 'orang Farisi' pada zaman kita. Padahal, tanpa spiritualitas, agama menjadi kering dan kehilangan kemanusiawiannya. Tanpa spiritualitas, orang akan hidup di bawah hukum dan bukan di bawah kehendak Tuhan. Kita menyalahgunakan hukum Tuhan, dan memakainya untuk menindas sesama, bukan memberkati mereka. Kiranya kita dijauhkan dari sikap semacam itu. Semoga kita menjadi orang Kristen yang lembut, arif, berprinsip teguh, namun berbela rasa, bukan orang Kristen yang kaku beku bak batu. Dunia membutuhkan cinta kasih dan bukan batu-batu beku itu! --Daniel K. Listijabudi. MANUSIA KESEPIAN, KARENA MEREKA LEBIH SUKA MEMBANGUN BENTENG DARIPADA JEMBATAN HIDUP --JOHN F. NEWTON. Selamat pagi. Selamat menikmati berkat Firman Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment