SPIRITUAL GROWTH
Kasih Kepada
Sesama. Matius 22:39, “Dan hukum yang
kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu
sendiri.” Hari ini kita diingatkan bahwa mengasihi Tuhan dan mengasihi
sesama manusia adalah 2 hal yang tidak bisa dipilih dan ditawar. Artinya mengasih Tuhan dan Sesama = 1
Paket. Apakah mungkin kita berkata “Tuhan aku mengasihiMu” tetapi pada saat
yang sama kita sedang membenci orang lain, dendam kepada orang lain, sakit
hati, kecewa dsbnya. Mengasihi tidak hanya bicara soal hati. Firman Tuhan
dengan jelas meminta kita mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri.
Terima kasih Tuhan untuk kasih yang Kau limpahkan bagi kami hari lepas hari.
Ajarilah kami mengasihi orang lain seperti kami mengasihi diri kami sendiri.
Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Olah batin
terbaik adalah menyelidiki hati dengan diterangi sinar ilahi.” Xavier Quentin
Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Minggu, 18 September 2016. AGAMA TANPA SPIRITUALITAS. Jadi, dengan adat
istiadat yang kamu teruskan itu, firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku.
Banyak lagi hal lain seperti itu yang kamu lakukan (Markus 7:13). Di Israel
dulu ada 8 kelompok Farisi. Jadi kurang adil bila semua orang Farisi kita sorot
secara negatif. Kelompok ke-8 adalah kelompok moderat. Nikodemus termasuk dalam
kelompok ini. Ia datang malam-malam kepada Yesus dan bertanya tentang kelahiran
baru. Ketujuh kelompok lain memang cenderung legalistik, yaitu memberlakukan
hukum secara ketat, namun melupakan 'jiwa' dari hukum itu. Itulah sebabnya
orang yang legalistik biasanya berkepala batu, sok merasa benar asal sudah bisa
menemukan dan mengutip hukum atau aturan yang tertulis. Herannya, orang
legalistik kadang pintar mengelak kala aturan itu dikenakan pada diri mereka
sendiri (ay. 9-13). Mereka memang mengutamakan penampilan saleh dan taat pada
hukum Tuhan, namun hati mereka keras padas, jauh dari kelembutan dan kasih
sayang. Orang semacam ini membuat agama tampil garang dan mengerikan. Agama
mereka pisahkan dari spiritualitas. Inilah penyakit orang Farisi pada zaman
Yesus dan juga 'orang Farisi' pada zaman kita. Padahal, tanpa spiritualitas,
agama menjadi kering dan kehilangan kemanusiawiannya. Tanpa spiritualitas,
orang akan hidup di bawah hukum dan bukan di bawah kehendak Tuhan. Kita
menyalahgunakan hukum Tuhan, dan memakainya untuk menindas sesama, bukan
memberkati mereka. Kiranya kita dijauhkan dari sikap semacam itu. Semoga kita
menjadi orang Kristen yang lembut, arif, berprinsip teguh, namun berbela rasa,
bukan orang Kristen yang kaku beku bak batu. Dunia membutuhkan cinta kasih dan
bukan batu-batu beku itu! --Daniel K. Listijabudi. MANUSIA KESEPIAN, KARENA
MEREKA LEBIH SUKA MEMBANGUN BENTENG DARIPADA JEMBATAN HIDUP --JOHN F. NEWTON.
Selamat pagi. Selamat menikmati berkat Firman Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment