Monday, 19 September 2016

19 September 2016

SPIRITUAL GROWTH






Bermegah di dalam Tuhan. Daud menyatakan di dalam Mazmur 20:8, “Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.” Kereta dan kuda mewakili kekayaan (harta benda) & kuasa (power manusia). Meskipun berguna dalam kehidupan sehari-hari, semua asset tersebut tidak memberikan rasa aman saat kesulitan datang. Jika kita menempatkan kepercayaan kita pada harta benda/kekayaan yang kita miliki kita akan memenukan bahwa pada akhirnya segala hal tersebut TIDAK AKAN BERTAHAN. Mereka yang mengandalkan “kereta” & “kuda” akan “rebah & jatuh” (ayat 9) tetapi mereka yang PERCAYA (meletakkan pengharapannya kepada DIA) akan bermegah di dalam Tuhan. Mereka akan BANGUN & TETAP TEGAK (Mazmur 20:9). Di minggu ke 3 dalam seri Spiritual Growth mengajak kita semua berpindah dari hal-hal yang sementara >>> BERTUMBUH kepada hal-hal yang KEKAL. Sebab di dunia ini semua BISA BERUBAH, tetapi kita DAPAT MEMPERCAYAI Tuhan yang TIDAK BERUBAH/KEKAL. Amin.

Madam Ossy
Senin, 19 September 2016. Bacaan: Ibrani 12:12-17. Setahun: Hosea 1-6. Nas: Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau mempunyai nafsu rendah seperti Esau yang menjual hak kesulungannya demi sepiring makanan (Ibrani 12:16). Nafsu yang Rendah. Doni, karyawan baru, suatu hari tanpa sengaja mendengar percakapan dua seniornya. Mereka sedang merencanakan penggelapan uang perusahaan. Doni ketahuan dan ditawari uang tutup mulut. Tergiur dengan tawaran itu, ia setuju. Apa yang terjadi tiga bulan kemudian? Doni dan dua seniornya itu sama-sama dipecat. Firman yang kita baca hari ini merupakan sebuah panggilan kepada jemaat di Ibrani untuk menjaga diri supaya hidup kudus. Mereka harus menerima disiplin berupa kesengsaraan dan harus menjadi kuat di tengah pencobaan. Senantiasa mengutamakan hubungan yang baik, ketenangan, kesatuan, serta persekutuan dengan orang benar. Jemaat pun diajak untuk menjaga diri supaya jangan sampai timbul akar pahit, yang menyebabkan rusaknya keselarasan hubungan baik di antara orang percaya. Nafsu rendah Esau itu menandakan sikap yang mengabaikan dan memandang remeh kehidupan yang kudus. Sebaliknya, ia memilih untuk hawa nafsu yang rendah. Ia mengasihi hal-hal duniawi sehingga kehilangan hak kesulungan dan kepekaan rohani. Ia menukarkan damai sejahtera dan kekudusan dengan ketenangan duniawi yang bersifat seketika dan hanya sementara. Ketika Esau berusaha mengubah keadaan itu, ia gagal. Sudah terlambat. Esau bersalah karena melakukan dosa dengan sengaja dan tak bisa lolos dari akibat perbuatannya sendiri. Bagaimana dengan kita? Apakah kita akan melepaskan berkat yang bernilai kekal dari Tuhan hanya untuk sesuatu yang bersifat sementara? --Endang Lestari. JANGAN SERAKAH TERHADAP HARTA YANG FANA, TETAPI PEGANGLAH HARTA YANG BERNILAI KEKAL.

Xavier Quentin Pranata
“Kekuatan justru kita peroleh karena kita merasa lemah.” Xavier Quentin Pranata.

Ibu Sri Rahayu – Darmo Satelit
Aminnn. Betul sekali. Cinta Tuhan tidak akan berubah, hanya manusianya saja yang berubah. Terima kasih ayatnya.

Ibu Panca – PKS CL 5
Amin ya, saya percaya, Tuhan Yesus tidak berubah dulu sekarang dan selama-lamanya, Dia Allah Pengusa Tunggal di seluruh bumi ini dan di surga yang mulia. Amin. Selamat pagi, selamat beraktivitas. Gbu.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Saat ini, ribuan gereja sedang mati suri, sebab mereka hanya menjadi Kristen penonton yang tidak bersedia melayani >nn<. 1 Korintus – 12:27 Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing masing adalah anggotanya. Jika satu saja bagian tubuh kita tidak bekerja maka kita dinyatakan menjadi orang sakit, dan bila penyakitnya tidak mau menjalar kepada bagian yang lain maka bagian yang sakit itu harus segera diobati. Sebagai bagian dari tubuh Kristus semua kita harus berfungsi agar gereja menjadi sehat, besar atau kecil! itu tidak masalah, sebab dimata Tuhan sama pentingnya. Tuhan dengan gerejanya sedang menantikan kita semua untuk melayani Dia, berperanlah dalam pelayanan apapun, sebab pelayanan yang kita lakukan akan membuat lancar sirkulasi kehidupan bergereja menjadi sehat. Gereja yang sehat tentunya akan penuh vitalitas untuk bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan, semakin hari semakin dalam sehingga kita akan semakin mengasihi Tuhan dan lebih bergairah kepadaNya.

No comments:

Post a Comment