SPIRITUAL GROWTH
Bermegah di
dalam Tuhan. Daud menyatakan di dalam Mazmur 20:8, “Orang
ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam
nama TUHAN, Allah kita.” Kereta dan kuda mewakili kekayaan (harta benda)
& kuasa (power manusia). Meskipun berguna dalam kehidupan sehari-hari,
semua asset tersebut tidak memberikan rasa aman saat kesulitan datang. Jika
kita menempatkan kepercayaan kita pada harta benda/kekayaan yang kita miliki
kita akan memenukan bahwa pada akhirnya segala hal tersebut TIDAK AKAN
BERTAHAN. Mereka yang mengandalkan “kereta” & “kuda” akan “rebah &
jatuh” (ayat 9) tetapi mereka yang PERCAYA (meletakkan pengharapannya kepada
DIA) akan bermegah di dalam Tuhan. Mereka akan BANGUN & TETAP TEGAK (Mazmur
20:9). Di minggu ke 3 dalam seri Spiritual Growth mengajak kita semua
berpindah dari hal-hal yang sementara >>> BERTUMBUH kepada hal-hal
yang KEKAL. Sebab di dunia ini semua BISA BERUBAH, tetapi kita DAPAT
MEMPERCAYAI Tuhan yang TIDAK BERUBAH/KEKAL. Amin.
Madam
Ossy
Senin, 19
September 2016. Bacaan: Ibrani 12:12-17. Setahun: Hosea 1-6. Nas: Janganlah ada
orang yang menjadi cabul atau mempunyai nafsu rendah seperti Esau yang menjual
hak kesulungannya demi sepiring makanan (Ibrani 12:16). Nafsu yang Rendah.
Doni, karyawan baru, suatu hari tanpa sengaja mendengar percakapan dua
seniornya. Mereka sedang merencanakan penggelapan uang perusahaan. Doni
ketahuan dan ditawari uang tutup mulut. Tergiur dengan tawaran itu, ia setuju.
Apa yang terjadi tiga bulan kemudian? Doni dan dua seniornya itu sama-sama
dipecat. Firman yang kita baca hari ini merupakan sebuah panggilan kepada
jemaat di Ibrani untuk menjaga diri supaya hidup kudus. Mereka harus menerima
disiplin berupa kesengsaraan dan harus menjadi kuat di tengah pencobaan.
Senantiasa mengutamakan hubungan yang baik, ketenangan, kesatuan, serta
persekutuan dengan orang benar. Jemaat pun diajak untuk menjaga diri supaya
jangan sampai timbul akar pahit, yang menyebabkan rusaknya keselarasan hubungan
baik di antara orang percaya. Nafsu rendah Esau itu menandakan sikap yang
mengabaikan dan memandang remeh kehidupan yang kudus. Sebaliknya, ia memilih
untuk hawa nafsu yang rendah. Ia mengasihi hal-hal duniawi sehingga kehilangan
hak kesulungan dan kepekaan rohani. Ia menukarkan damai sejahtera dan kekudusan
dengan ketenangan duniawi yang bersifat seketika dan hanya sementara. Ketika
Esau berusaha mengubah keadaan itu, ia gagal. Sudah terlambat. Esau bersalah
karena melakukan dosa dengan sengaja dan tak bisa lolos dari akibat
perbuatannya sendiri. Bagaimana dengan kita? Apakah kita akan melepaskan berkat
yang bernilai kekal dari Tuhan hanya untuk sesuatu yang bersifat sementara?
--Endang Lestari. JANGAN SERAKAH TERHADAP HARTA YANG FANA, TETAPI PEGANGLAH
HARTA YANG BERNILAI KEKAL.
Xavier
Quentin Pranata
“Kekuatan justru
kita peroleh karena kita merasa lemah.” Xavier Quentin Pranata.
Ibu Sri Rahayu
– Darmo Satelit
Aminnn. Betul
sekali. Cinta Tuhan tidak akan berubah, hanya manusianya saja yang berubah.
Terima kasih ayatnya.
Ibu
Panca – PKS CL 5
Amin ya, saya
percaya, Tuhan Yesus tidak berubah dulu sekarang dan selama-lamanya, Dia Allah
Pengusa Tunggal di seluruh bumi ini dan di surga yang mulia. Amin. Selamat pagi,
selamat beraktivitas. Gbu.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
Saat ini, ribuan
gereja sedang mati suri, sebab mereka hanya menjadi Kristen penonton yang tidak
bersedia melayani >nn<. 1 Korintus – 12:27 Kamu semua adalah tubuh
Kristus dan kamu masing masing adalah anggotanya. Jika satu saja bagian tubuh
kita tidak bekerja maka kita dinyatakan menjadi orang sakit, dan bila
penyakitnya tidak mau menjalar kepada bagian yang lain maka bagian yang sakit
itu harus segera diobati. Sebagai bagian dari tubuh Kristus semua kita harus
berfungsi agar gereja menjadi sehat, besar atau kecil! itu tidak masalah, sebab
dimata Tuhan sama pentingnya. Tuhan dengan gerejanya sedang menantikan kita
semua untuk melayani Dia, berperanlah dalam pelayanan apapun, sebab pelayanan yang
kita lakukan akan membuat lancar sirkulasi kehidupan bergereja menjadi sehat.
Gereja yang sehat tentunya akan penuh vitalitas untuk bertumbuh dalam
pengenalan akan Tuhan, semakin hari semakin dalam sehingga kita akan semakin
mengasihi Tuhan dan lebih bergairah kepadaNya.

No comments:
Post a Comment