Tuesday, 6 September 2016

6 September 2016

SPIRITUAL GROWTH






Menjaga Lidah. Nasihat untuk menjaga lidah/perkataan dengan baik mungkin sudah sering kita dengar, Rasul Yakobus dalam suratnya juga menulis tentang hal yang penting ini: Yakobus 3:9-10, 9Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, 10Dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.” Pada pasal sebelumnya, Yakobus berbicara tentang perbuatan yang lahir dari Iman. Salah satu cara orang dapat melihat iman kita adalah melalui tutur kata kita. Menyandang status anak Tuhan tidak serta merta membuat kita bisa bertutur kata dengan sempurna. Situasi seringkali menggoda kita untuk mengeluarkan perkataan yang menyakitkan, menyerang, bahkan mengutuki orang lain. Seringkali kita bahkan tidak berpikir panjang saat bicara. Rasul Yakobus mengingatkan kita bahwa perkataan kita bisa seperti api betapapun kecilnya, bisa membakar hutan yang besar (Yak 3:5-6). Betapa kita perlu behati-hati, ucapan yang menurut kita sepele bisa bisa jadi membekas kan luka yang dalam atau memicu pertengkaran yang besar. Sebaliknya ucapan yang membangun juga bisa membuat orang lain semangatnya kembali pulih. Tidak hanya orang lain yang kena dampaknya, kita sendiri pun akan menuai akibat dari perkataan kita. Amsal 18:21, “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” Menjaga perkataan kita mungkin tampaknya sederhana, namun bukankah kita diminta untuk setia mulai dari perkara-perkara kecil? Perkataan kita sehari-hari dapat menjadi kesaksian yang indah tentang kasih Allah, yang sudah kita alami. Menjadi petunjuk tentang iman dan pengharapan yang kita miliki didalam Kristus. Penting untuk selalu mengisi hati & pikiran kita, dengan Firman Tuhan serta meminta pimpinan Roh Kudus setiap hari, sama seperti mata air asin akan memgeluarkan air asin dan pohon anggur akan menghasilkan buah anggur (Yak 3:12). Begitu juga hati yang dipenuhi Firman Tuhan akan mengeluarkan perkataan yang sejalan dengan Firman Tuhan. Amin.

Xavier Quentin Pranata
“Di negara yang tidak ada kepastian hukum korban bisa jadi terdakwa.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 6 September 2016. TAK PERNAH GAGAL. Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal (Ayub 42:2). Di sebuah mal, saya melihat seorang anak merengek minta dibelikan mainan. Ibunya acuh tak acuh meskipun anak itu terus menarik-narik baju ibunya. Karena tak diladeni, anak itu berpaling merayu ayahnya. Kita pun sering berlaku demikian. Ketika keinginan kita tidak dikabulkan, kita akan mencari orang terdekat lainnya untuk memenuhi keinginan itu. Dan, kita menganggap pengabulan permintaan kita sebagai bentuk kasih orang itu. Pola yang sama kita pakai untuk menggambarkan relasi kita dengan Tuhan. Ketika Tuhan mengabulkan permintaan kita, kita menganggap Tuhan Maha Pengasih. Sebaliknya, ketika Tuhan menolak permintaan kita, kita beranggapan Tuhan begitu kejam. Pola relasi kita dengan sesama manusia kita kenakan pada Tuhan. Kita menuntut pertanggungjawaban Tuhan dan memaksa Tuhan memberikan penjelasan yang dapat dipahami logika atas semua persoalan yang menimpa kita. Padahal, Tuhan berhak memberikan jawaban sesuai dengan cara waktu-Nya atau tidak menjawab sama sekali. Maka, tidak mengherankan ketika datang masalah, kita gampang menyerah, cengeng, hilang harapan, lalu protes, dan menjauhi Tuhan. Berbeda dengan Ayub yang mengerti tentang konsep ketaatan pada Tuhan dan menjalankannya. Tuhan memberi ujian pada Ayub karena Tuhan tahu batas kemampuan Ayub dan yakin Ayub tidak akan menyangkali-Nya. Terbukti, Ayub berhasil menjalani ujian iman tersebut. Jadilah seperti Ayub yang taat dan mengimani bahwa Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak pernah gagal --Jacqualine Bunga. KETIKA KITA MENYAMAKAN SIKAP TUHAN DENGAN SIKAP MANUSIA, KITA AKAN MENJADI KECEWA KARENA TIDAK MEMAHAMI KARAKTER SEJATI TUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment