SPIRITUAL GROWTH
Bertumbuh karena
MengenalMu. Yeremia 9:23-24, “23Beginilah
firman TUHAN: ‘Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya,
janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah
karena kekayaannya, 24tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah
bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah
TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh,
semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.‘” Meskipun kita tidak dapat
mengerti segala sesuatu tentang Tuhan, keterbatasan itu tidak menghalangi kita
untuk mempercayai & mengenalNya. DIA akan menunjukkan KASIHNya: Akulah
TUHAN yang menunjukkan KASIH setia, keadilan dan kebenaran di bumi (ayat 24)
dengan mempercayai kasihNya, kita dapat berjalan bersamaNya, bahkan disaat
jalan hidup kita tidak dapat dimengerti. Bapa Surgawi terima kasih karena meski
aku tidak bisa memahamiMU sepenuhnya. Tetapi aku bisa mengenalMu, Aku sungguh
bersyukur, ingatkanlah meski aku tak memahamiMU dan jalan-jalanMU, tetapi aku
selalu bisa, mengenalMU mengandalkan KASIHMU, & kehadiranMU dalam hidupku.
Amin.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
“Hidup tanpa doa
mengecewakan Tuhan. Setiap hari tanpa doa sama dengan kita berkata: ‘Saya tidak
membutuhkan Tuhan hari ini‘” »Ben Jennings«. Yakobus 4:2 “Kamu mengingini
sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati,
tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi.
Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.” Doa adalah adalah
solusi, pengharapan dan iman kepada Tuhan, sebab Dialah sang pemberi segala harapan,
jutaan orang sedang berada dalam lembah keputusan dan penentuan sebab tanpa doa
mata kita senantiasa menoleh kebelakang. Dalam doa kita memperoleh urapan
hikmat supranatural untuk mengambil keputusan sesuai dengan cetak biru yang
Tuhan siapkan bagi kita. Hidup adalah sebuah pilihan, jangan salah pilih!
Dengan doa berarti kita telah memilih kehidupan yang penuh berkat sebab kita
berjalan dalam rencanaNya.
Xavier
Quentin Pranata
“Korban tanpa
darah tapi luka dalam yang parah adalah korban perasaan.” Xavier Quentin
Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Senin, 12 September 2016. TAK JEMU MEMINTA. Namun karena janda ini menyusahkan
aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan
akhirnya menyerang aku (Lukas 18:5). Dari alam, kita bisa belajar banyak hal.
Stalaktit dan stalakmit di dalam gua terbentuk dari tetesan air di pegunungan
kapur yang berlangsung ratusan bahkan ribuan tahun. Batu karang kokoh di
pinggir pantai dapat pecah oleh deburan ombak yang terus menerus selama
berpuluh-puluh tahun. Alam mengajar kita untuk tekun, setia, dan pantang
menyerah saat menghadapi tantangan hidup. Semua hal yang baik dan indah di alam
ini adalah proses dari perkembangan alam yang tiada henti. Begitu pun dalam hal
berdoa, Yesus menegaskan agar setiap orang percaya berdoa dengan tidak
jemu-jemu. Apa yang diceritakan Yesus, yakni seorang hakim yang lalim yang pada
akhirnya mengabulkan permohonan janda itu memberi gambaran soal ketekunan ini.
Hakim yang lalim itu mengakui bahwa kegigihan janda itu sangat menyusahkannya
dan karena alasan itulah permintaan itu dikabulkannya. Yesus meminta setiap
pengikut-Nya memperhatikan benar perkataan hakim yang lalim itu. Allah kita
penuh belas kasihan! Tidak seperti hakim yang lalim itu, Allah tidak merasa
terganggu saat mendengarkan doa kita. Seperti janda itu, mungkin kita tidak
mendapatkan jawabannya saat itu juga, ada jeda waktu yang cukup panjang, namun
ia tidak berhenti memohon. Itulah iman! Ia yakin bahwa Allah tidak terus
membiarkan umat-Nya yang siang malam memohon kepada-Nya. Apakah kita mulai
menyerah dalam berdoa? Kiranya kegigihan janda ini membangkitkan kembali hasrat
kita untuk berdoa dan bergantung kepada Allah, Raja yang penuh belas kasihan
itu --Samuel Yudi Susanto. BERDOALAH KEPADA ALLAH DENGAN TEKUN, DAN PERCAYA
AKAN BELAS KASIHAN-NYA. Selamat pagi. Tetap semangat. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment