Monday, 12 September 2016

12 September 2016

SPIRITUAL GROWTH






Bertumbuh karena MengenalMu. Yeremia 9:23-24, 23Beginilah firman TUHAN: ‘Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, 24tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.‘” Meskipun kita tidak dapat mengerti segala sesuatu tentang Tuhan, keterbatasan itu tidak menghalangi kita untuk mempercayai & mengenalNya. DIA akan menunjukkan KASIHNya: Akulah TUHAN yang menunjukkan KASIH setia, keadilan dan kebenaran di bumi (ayat 24) dengan mempercayai kasihNya, kita dapat berjalan bersamaNya, bahkan disaat jalan hidup kita tidak dapat dimengerti. Bapa Surgawi terima kasih karena meski aku tidak bisa memahamiMU sepenuhnya. Tetapi aku bisa mengenalMu, Aku sungguh bersyukur, ingatkanlah meski aku tak memahamiMU dan jalan-jalanMU, tetapi aku selalu bisa, mengenalMU mengandalkan KASIHMU, & kehadiranMU dalam hidupku. Amin.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
“Hidup tanpa doa mengecewakan Tuhan. Setiap hari tanpa doa sama dengan kita berkata: ‘Saya tidak membutuhkan Tuhan hari ini‘” »Ben Jennings«. Yakobus 4:2 “Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.” Doa adalah adalah solusi, pengharapan dan iman kepada Tuhan, sebab Dialah sang pemberi segala harapan, jutaan orang sedang berada dalam lembah keputusan dan penentuan sebab tanpa doa mata kita senantiasa menoleh kebelakang. Dalam doa kita memperoleh urapan hikmat supranatural untuk mengambil keputusan sesuai dengan cetak biru yang Tuhan siapkan bagi kita. Hidup adalah sebuah pilihan, jangan salah pilih! Dengan doa berarti kita telah memilih kehidupan yang penuh berkat sebab kita berjalan dalam rencanaNya.

Xavier Quentin Pranata
“Korban tanpa darah tapi luka dalam yang parah adalah korban perasaan.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 12 September 2016. TAK JEMU MEMINTA. Namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku (Lukas 18:5). Dari alam, kita bisa belajar banyak hal. Stalaktit dan stalakmit di dalam gua terbentuk dari tetesan air di pegunungan kapur yang berlangsung ratusan bahkan ribuan tahun. Batu karang kokoh di pinggir pantai dapat pecah oleh deburan ombak yang terus menerus selama berpuluh-puluh tahun. Alam mengajar kita untuk tekun, setia, dan pantang menyerah saat menghadapi tantangan hidup. Semua hal yang baik dan indah di alam ini adalah proses dari perkembangan alam yang tiada henti. Begitu pun dalam hal berdoa, Yesus menegaskan agar setiap orang percaya berdoa dengan tidak jemu-jemu. Apa yang diceritakan Yesus, yakni seorang hakim yang lalim yang pada akhirnya mengabulkan permohonan janda itu memberi gambaran soal ketekunan ini. Hakim yang lalim itu mengakui bahwa kegigihan janda itu sangat menyusahkannya dan karena alasan itulah permintaan itu dikabulkannya. Yesus meminta setiap pengikut-Nya memperhatikan benar perkataan hakim yang lalim itu. Allah kita penuh belas kasihan! Tidak seperti hakim yang lalim itu, Allah tidak merasa terganggu saat mendengarkan doa kita. Seperti janda itu, mungkin kita tidak mendapatkan jawabannya saat itu juga, ada jeda waktu yang cukup panjang, namun ia tidak berhenti memohon. Itulah iman! Ia yakin bahwa Allah tidak terus membiarkan umat-Nya yang siang malam memohon kepada-Nya. Apakah kita mulai menyerah dalam berdoa? Kiranya kegigihan janda ini membangkitkan kembali hasrat kita untuk berdoa dan bergantung kepada Allah, Raja yang penuh belas kasihan itu --Samuel Yudi Susanto. BERDOALAH KEPADA ALLAH DENGAN TEKUN, DAN PERCAYA AKAN BELAS KASIHAN-NYA. Selamat pagi. Tetap semangat. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment