Thursday, 15 September 2016

15 September 2016

SPIRITUAL GROWTH






2 Petrus 3:17-18 (TB), 17Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh. 18Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.” Rasul Petrus mendorong kita untuk BERTUMBUH dalam Kasih Karunia dan dalam pengenalan akan Yesus (18). Ia berkata bahwa kedewasaan iman akan menyiapkan untuk menyambut kedatangan Yesus kembali. Rasul Petrus rindu melihat agar pada kedatanganNYA kelak kita hidup dalam perdamaian dan kebenaran (14). Petrus memandang PERTUMBUHAN ROHANI sebagai suatu benteng terhadap pengajaran yang salah dalam menafsirkan firman Allah dan membawa orang dalam kesesatan (16-17). Pada saat kita merasa hilang semangat dan jauh dari Allah kita dapat mengingat bahwa DIA mendorong kita untuk BERTUMBUH dalam IMAN dengan cara menjadikan kita serupa dengan AnakNya. FirmanNya meyakinkan kita bahwa IA yang memulai pekerjaan yang baik diantara kita akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus (Fiilipi 1:16). Amin.

GNCC
Amsal 28:20 – Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman. #gncc#goodmorning#Gbu

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 15 September 2016. BERANGAN-ANGAN KAYA. Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibrani 13:5). Simaklah buku nonfiksi di toko buku. Seberapa banyakkah buku yang menawarkan pada pembaca untuk menjadi kaya secara finansial? Beberapa judul yang saya peroleh: “Kerja Sedikit, Kaya Selangit,” “Jalan Pintas Menjadi Kaya,” “Cara Ampuh dan Mudah Menjadi Raja Bisnis,” “Jangan Mati Sebelum Kaya,” dan “Aku Tidak Mau Kaya Tetapi Harus Kaya Sebelum Umur 20 Tahun.” Buku semacam ini sangat laku! Apa salahnya bila kita tertarik untuk memiliki banyak uang? Penulis kitab Ibrani menasihatkan agar kita tidak terikat oleh uang. Nasihat ini sama seperti peringatan Yesus bahwa kita tidak mungkin mengabdi kepada Tuhan dan sekaligus kepada uang (Mat. 6:24). Artinya, keinginan untuk kaya dapat menjauhkan kita dari Tuhan, terutama bila pikiran kita terus tertuju pada uang. Rasa tidak puas dapat membuat kita terjatuh dalam dosa. Sebagaimana umat Israel yang terus menggerutu dan membangkitkan murka Allah, rasa tidak puas dapat menjadi tanda pemberontakan kita terhadap Tuhan. Selain itu, mengejar kekayaan memperlihatkan bahwa kita tidak lagi memercayai Tuhan. Dengan mengutip kitab Ulangan, penulis Ibrani menegaskan kembali tentang penyertaan dan pemeliharaan Tuhan kepada umat-Nya. Alkitab mencatat bahwa ada beberapa orang yang melayani Yesus, nabi, dan rasul melalui kekayaannya. Menjadi kaya tidaklah salah. Namun, kita tidak sepantasnya sekadar mengejar uang dan hidup berfoya-foya. Kita perlu memercayakan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan yang berjanji memedulikan kita --Heman Elia. RASA PUAS MEMBANGKITKAN UCAPAN SYUKUR. SEBALIKNYA, TIDAK PERNAH PUAS MEMICU KETAMAKAN. Selamat pagi. Kasih Karunia Tuhan Yesus senantiasa menyertai.

Xavier Quentin Pranata
“Doa harus dimaknai permohonan dari yang terbatas kepada yang tidak terbatas.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment