Monday, 26 September 2016

26 September 2016

SPIRITUAL GROWTH






Lukas 19:8, “Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: ‘Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.‘” Ketika Yesus mengunjungi rumah Zakheus untuk mampir sebentar dan berkata “AKU harus menumpang di rumahmu” (Lukas 19:5), DIA hendak meluangkan waktu bersama Zahkeus, hidup Zakheus pun berubah karena pertemuannya dengan Yesus. Saat Zakheus menerima Tuhan Yesus dengan sukacita, (6)hatinya diubahkan / bertobat / berbalik, Zakheus mau memberi dengan rela, bahkan mengembalikan apa yang pernah dia minta (4x lipat)  sebagai pemungut cukai. Waktu yang kita sediakan untuk seseorang, bisa jadi menguatkan, mendorong bahkan mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik. Seperti yang dilakukan Tuhan Yesus untuk mampir sebentar / menumpang di rumah Zakheus dapat mengubah hidup Zakheus yang tidak hanya berbalik/bertobat tetapi Zakheus menjadi seorang “pemberi” yang luar biasa (9). Pernahkah kita meyediakan “waktu untuk seseorang”? Berbincang-bincang dan berkunjung, sehingga ada perubahan dalam hidup mereka? Untuk bertumbuh dibutuhkan orang lain untuk mensupport.

Ibu Caroline – Bandung
Pada umumnya orang beranggapan bahwa KEPALA dan OTAK adalah PUSAT & PENGATUR kegiatan manusia tetapi FIRMAN ALLAH menyatakan bahwa HATI lah PUSAT itu. “Dari situlah (HATI) terpancar kehidupan (Amsal 4:23), karena yang diucapkan mulutnya meluap dari HATInya” (Lukas 6:45). Hati dapat dilihat karena berisi seluruh pikiran, perasaan dan kehendak seseorang. Ketika Adam dan Hawa memilih untuk menuruti godaan iblis dan makan dari pohon pengetahuan baik dan buruk, keputusan mereka itu secara drastis mempengaruhi HATI manusia sehingga hati itu dipenuhi kejahatan. Yesus mengajarkan betapa bahayanya dosa di dalam hati ketika Ia menyatakan bahwa dosa marah itu sama dengan pembunuhan (Matius 5:21-22). Hati yang tidak beres menghadapi RESIKO akan menjadi keras dan menolak firman-Nya dan keinginan Roh Kudus (Ibrani 3:8). Bertobatlah dan berbalik kepada Allah. Hati yang sudah diperbarui dapat memuji Tuhan dengan segenap hati dan memiliki kehausan dan kelaparan akan firman Tuhan dan kerinduannya adalah menyenangkan hati Tuhan. Gbu.

Tante Elisabeth – NTT
Amin! Hidup dalam kerajaan yang tidak tergoncangkan. Ibrani 12:26, ungkapan satu kali lagi, menunjuk kepada PERUBAHAN pada apa yang DAPAT diGONCANGKAN. Hagai 2:7, Sebab beginilah Firman Tuhan semesta alam: sedikit waktu lagi maka Aku akan MENGGONCANGKAN LANGIT dan BUMI, LAUT dan DARAT. Semua akan digoncangkan, semua akan diuji ketahanannya. Diuji kesetiaan, kerendahan hati, kerelaan. Kita bilang kita ini Yusuf, akan diuji Yusufnya, kita bilang kita ini Daud, akan diuji Daudnya. Kalau hati kita masih gampang tersinggung terus, masih gundah gulana, Tuhan tidak akan bisa pakai kita untuk mengubah bangsa. Karena ia dijadikan  supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan semua yang dibangun dengan benar dan akurat, material, bahan yang tepat, akan berdaya tahan. Tuhan akan menggoncangkan segala sesuatu agar kerajaanNya diMANIFESTASIKAN demontrasi kerajaan-Nya akan segera dinyatakan. Amin. Jbu all.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 26 September 2016. MAKANAN YANG MENGGODA. Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya (Mazmur 81:17). Hari itu saya menyelesaikan urusan di luar kota dengan mengendarai sepeda motor. Setelah segala urusan beres, saya pulang dengan badan lelah dan perut lapar. Sepanjang perjalanan, saya beberapa kali tergoda untuk berhenti di warung makan. Saat lihat warung soto, saya ingin makan soto. Saat lihat warung nasi goreng, saya ingin makan. Semua makanan yang saya lihat sepertinya enak karena lapar. Namun saya menahan diri dan terus melanjutkan perjalanan sampai rumah karena tahu Ibu sudah menyiapkan makan malam. Orang lapar akan berusaha menghilangkan kelaparannya dengan makan, hal ini pun berlaku untuk rohani. Banyak orang saat ini fisiknya kenyang, namun rohaninya kelaparan. Mereka berusaha mengenyangkannya dengan mencari harta sebanyak mungkin, mengejar pangkat setinggi mungkin, melakukan seks bebas atau mengkonsumsi narkoba, dan banyak lagi. Namun semuanya itu percuma, karena hanya Firman Tuhan yang mampu mengenyangkan dan menguatkan. Kita harus sangat bersyukur sebagai umat Tuhan, karena Tuhan sudah memberikan kita makanan rohani yang terbaik. Tuhan memberikan Firman Tuhan yang mengenyangkan rohani kita. Bangsa Israel merasakan langsung bagaimana Tuhan memelihara hidup mereka, saat mereka taat. Tuhan memberikan perlindungan, kehormatan, dan makanan yang terbaik. Namun saat mereka tidak mendengarkan suara-Nya, Tuhan membiarkan mereka dalam kedegilan hatinya. Dengarkanlah Tuhan, dengan kita suka merenungkan Firman-Nya dan mempraktikkan Firman itu. Jaga kesehatan rohani dengan selalu memberinya makanan, yaitu Firman Tuhan. Kita hidup seturut jalan-jalan yang sudah Tuhan tetapkan. ROHANI KITA KENYANG DAN KUAT SAAT SENANTIASA DIISI DENGAN KEBENARAN FIRMAN TUHAN. Selamat pagi. Selalu bersyukur. Tuhan Yesus memberkati.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Bukan karena hari ini INDAH kita BAHAGIA, tetapi karena kita BAHAGIA maka hari ini menjadi INDAH >WS RENDRA<. Mazmur 1:1-3 – ‘Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.‘ Kekayaan dan jabatan belum tentu bisa membuat kita berbahagia, malahan bisa membuat kita hidup dalam tekanan. Sebab kebahagiaan datangnya dari dalam hati, bukan dari luar, sebab jika hati kita penuh dengan ucapan syukur maka kebahagiaan sudah menjadi milik kita. Takut akan Tuhan adalah kunci dari kebahagiaan, sebab dia berjalan sesuai dengan Firman Tuhan, hidupnya terpelihara tanpa rasa kuatir. Iman dan pengharapannya selalu baru, hidupnya penuh dengan semangat, bergairah dan penuh dengan vitalitas, apapun yang dilakukannya Tuhan buat berhasil.

Xavier Quentin Pranata
“Penyesalan terbesar adalah saat kita dikubur tanpa sempat mengucap syukur.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment