SPIRITUAL GROWTH
Lukas 19:8, “Tetapi Zakheus berdiri dan berkata
kepada Tuhan: ‘Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin
dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat
kali lipat.‘” Ketika Yesus mengunjungi rumah Zakheus untuk mampir sebentar
dan berkata “AKU harus menumpang di rumahmu” (Lukas 19:5), DIA hendak
meluangkan waktu bersama Zahkeus, hidup Zakheus pun berubah karena pertemuannya
dengan Yesus. Saat Zakheus menerima Tuhan Yesus dengan sukacita, (6)hatinya
diubahkan / bertobat / berbalik, Zakheus mau memberi dengan rela, bahkan
mengembalikan apa yang pernah dia minta (4x lipat) sebagai pemungut cukai. Waktu yang kita
sediakan untuk seseorang, bisa jadi menguatkan, mendorong bahkan mengubah hidup
seseorang menjadi lebih baik. Seperti yang dilakukan Tuhan Yesus untuk mampir
sebentar / menumpang di rumah Zakheus dapat mengubah hidup Zakheus yang tidak
hanya berbalik/bertobat tetapi Zakheus menjadi seorang “pemberi” yang luar
biasa (9). Pernahkah kita meyediakan “waktu untuk seseorang”?
Berbincang-bincang dan berkunjung, sehingga ada perubahan dalam hidup mereka?
Untuk bertumbuh dibutuhkan orang lain untuk mensupport.
Ibu Caroline – Bandung
Pada umumnya orang beranggapan
bahwa KEPALA dan OTAK adalah PUSAT & PENGATUR kegiatan manusia tetapi
FIRMAN ALLAH menyatakan bahwa HATI lah PUSAT itu. “Dari situlah (HATI)
terpancar kehidupan (Amsal 4:23), karena yang diucapkan mulutnya meluap dari
HATInya” (Lukas 6:45). Hati dapat dilihat karena berisi seluruh pikiran,
perasaan dan kehendak seseorang. Ketika Adam dan Hawa memilih untuk menuruti
godaan iblis dan makan dari pohon pengetahuan baik dan buruk, keputusan mereka
itu secara drastis mempengaruhi HATI manusia sehingga hati itu dipenuhi
kejahatan. Yesus mengajarkan betapa bahayanya dosa di dalam hati ketika Ia
menyatakan bahwa dosa marah itu sama dengan pembunuhan (Matius 5:21-22). Hati
yang tidak beres menghadapi RESIKO akan menjadi keras dan menolak firman-Nya
dan keinginan Roh Kudus (Ibrani 3:8). Bertobatlah dan berbalik kepada Allah.
Hati yang sudah diperbarui dapat memuji Tuhan dengan segenap hati dan memiliki
kehausan dan kelaparan akan firman Tuhan dan kerinduannya adalah menyenangkan
hati Tuhan. Gbu.
Tante Elisabeth – NTT
Amin! Hidup dalam kerajaan yang
tidak tergoncangkan. Ibrani 12:26, ungkapan satu kali lagi, menunjuk kepada
PERUBAHAN pada apa yang DAPAT diGONCANGKAN. Hagai 2:7, Sebab beginilah Firman
Tuhan semesta alam: sedikit waktu lagi maka Aku akan MENGGONCANGKAN LANGIT dan
BUMI, LAUT dan DARAT. Semua akan digoncangkan, semua akan diuji ketahanannya.
Diuji kesetiaan, kerendahan hati, kerelaan. Kita bilang kita ini Yusuf, akan
diuji Yusufnya, kita bilang kita ini Daud, akan diuji Daudnya. Kalau hati kita
masih gampang tersinggung terus, masih gundah gulana, Tuhan tidak akan bisa
pakai kita untuk mengubah bangsa. Karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak
tergoncangkan semua yang dibangun dengan benar dan akurat, material, bahan yang
tepat, akan berdaya tahan. Tuhan akan menggoncangkan segala sesuatu agar
kerajaanNya diMANIFESTASIKAN demontrasi kerajaan-Nya akan segera dinyatakan.
Amin. Jbu all.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 26 September
2016. MAKANAN YANG MENGGODA. Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang
terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya (Mazmur
81:17). Hari itu saya menyelesaikan urusan di luar kota dengan mengendarai
sepeda motor. Setelah segala urusan beres, saya pulang dengan badan lelah dan
perut lapar. Sepanjang perjalanan, saya beberapa kali tergoda untuk berhenti di
warung makan. Saat lihat warung soto, saya ingin makan soto. Saat lihat warung
nasi goreng, saya ingin makan. Semua makanan yang saya lihat sepertinya enak
karena lapar. Namun saya menahan diri dan terus melanjutkan perjalanan sampai
rumah karena tahu Ibu sudah menyiapkan makan malam. Orang lapar akan berusaha
menghilangkan kelaparannya dengan makan, hal ini pun berlaku untuk rohani.
Banyak orang saat ini fisiknya kenyang, namun rohaninya kelaparan. Mereka
berusaha mengenyangkannya dengan mencari harta sebanyak mungkin, mengejar
pangkat setinggi mungkin, melakukan seks bebas atau mengkonsumsi narkoba, dan
banyak lagi. Namun semuanya itu percuma, karena hanya Firman Tuhan yang mampu
mengenyangkan dan menguatkan. Kita harus sangat bersyukur sebagai umat Tuhan,
karena Tuhan sudah memberikan kita makanan rohani yang terbaik. Tuhan
memberikan Firman Tuhan yang mengenyangkan rohani kita. Bangsa Israel merasakan
langsung bagaimana Tuhan memelihara hidup mereka, saat mereka taat. Tuhan
memberikan perlindungan, kehormatan, dan makanan yang terbaik. Namun saat
mereka tidak mendengarkan suara-Nya, Tuhan membiarkan mereka dalam kedegilan
hatinya. Dengarkanlah Tuhan, dengan kita suka merenungkan Firman-Nya dan
mempraktikkan Firman itu. Jaga kesehatan rohani dengan selalu memberinya
makanan, yaitu Firman Tuhan. Kita hidup seturut jalan-jalan yang sudah Tuhan
tetapkan. ROHANI KITA KENYANG DAN KUAT SAAT SENANTIASA DIISI DENGAN KEBENARAN
FIRMAN TUHAN. Selamat pagi. Selalu bersyukur. Tuhan Yesus memberkati.
Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Bukan karena hari ini INDAH kita
BAHAGIA, tetapi karena kita BAHAGIA maka hari ini menjadi INDAH >WS
RENDRA<. Mazmur 1:1-3 – ‘Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut
nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak
duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan
yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di
tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu
daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.‘ Kekayaan dan jabatan belum tentu
bisa membuat kita berbahagia, malahan bisa membuat kita hidup dalam tekanan.
Sebab kebahagiaan datangnya dari dalam hati, bukan dari luar, sebab jika hati
kita penuh dengan ucapan syukur maka kebahagiaan sudah menjadi milik kita.
Takut akan Tuhan adalah kunci dari kebahagiaan, sebab dia berjalan sesuai
dengan Firman Tuhan, hidupnya terpelihara tanpa rasa kuatir. Iman dan
pengharapannya selalu baru, hidupnya penuh dengan semangat, bergairah dan penuh
dengan vitalitas, apapun yang dilakukannya Tuhan buat berhasil.
Xavier Quentin Pranata
“Penyesalan terbesar adalah saat
kita dikubur tanpa sempat mengucap syukur.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment