SPIRITUAL GROWTH
Buah Roh. Galatia 5:22-23, “22Tetapi buah Roh
ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan,
kesetiaan, 23kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang
menentang hal-hal itu.” Bagi orang percaya, buah-buah Roh tidak datang dari
kemauan dirinya sendiri saja. Namun sifat/karakter ini berasal dari Roh Kudus,
yang ada dalam hati & hidup kita. Seberapa sering kita dikalahkan oleh
kebiasaan yang jelek? Sikap yang buruk? Atau pola pikir yang salah? Bersyukur
Tuhan mengetahui semua kegagalan kita, ijinkan Roh Kudus mengendalikan hidup
kita. Tuhan kami butuh kuasaMu, agar kami bisa BERUBAHdan BERTUMBUH dalam
Buah-Buah Roh yang ada dalam hidup kami. Kami serahkan diri kami sepenuhnya
kedalam tanganMu, tolong kami untuk MEMAHAMI bagaimana BERSERAH kepadaMu
sehingga kami diPENUHI oleh ROH KUDUS-Mu.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 29 September
2016. MENGGUNTING DALAM LIPATAN. Jadi, jika seseorang tahu bagaimana ia harus
berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa (Yakobus 4:17). Di
Indonesia, kita sering dibuat sedih oleh berita tentang oknum yang “menggunting
dalam lipatan” kesengsaraan masyarakat. Contohnya memperjualbelikan bantuan
untuk korban bencana, memalak TKI, memeras orang yang mencari perlindungan
hukum. Mereka mengambil untung dari orang yang sedang mengalami kesusahan.
Betapa tega! Bangsa Edom juga pernah menggunting dalam lipatan, yaitu ketika
bangsa Yehuda diserbu dan dirampok oleh bangsa asing. Edom, bangsa keturunan
Esau, kakak Yakub, nenek moyang Israel, diharapkan dapat menolong saudaranya
yang sedang ditimpa kesusahan. Tetapi, bukannya menolong, mereka malah menonton
kesusahan Yehuda dalam rasa sukacita dari jauh (ay. 11). Bahkan setelah
penyerbuan itu berakhir, mereka mengambil keuntungan dan memperparah kesusahan
Yehuda dengan merampasi dan menghabisi apa yang masih tersisa (ay. 13-14).
Tuhan murka terhadap tindakan Edom ini. Lewat Obaja, Dia menyatakan peringatan
hendak menghukum Edom dan menyelamatkan Yehuda. Kalau di sekitar kita ada orang
yang mengalami kesusahan, janganlah menggunting dalam lipatan. Kita bertanggung
jawab untuk segera menolongnya dengan tulus tanpa mengharapkan pamrih.
Janganlah kita hanya menonton, padahal kita mampu memberikan bantuan. Atau,
bahkan lebih parah lagi, memanfaatkan kesusahan orang tersebut untuk keuntungan
kita pribadi. Tuhan sangat membenci perbuatan yang demikian dan pasti akan
menuntut pertanggungjawaban dari kita. TOLONGLAH MEREKA YANG SEDANG KESUSAHAN,
JANGAN HANYA MENONTON, APALAGI MENGAMBIL KEUNTUNGAN DARI MEREKA. Selamat pagi.
Tuhan Yesus memberkati.
Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
1 Timotius 6:9 – Tetapi mereka yang
ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam
berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan
manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Ingin menjadi orang kaya adalah
mimpi yang baik, agar hidup lebih baik adalah harapan yang memacu iman. Tetapi
memaksakan kehendak apalagi mengejarnya dengan segala cara, sampai lupa Tuhan
adalah malapetaka, sebab segala sesuatu baru bisa terjadi bila Tuhan
menghendakiNya. Amsal 10:22 – Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah
tidak akan menambahinya. Sesungguhnya kekayaan yang sesungguhnya ada didalam
hati kita, sebab hidup adalah kasih karunia dan anugrah dari Tuhan. Apapun
kondisi dan keadaan kita saat ini, bersyukur dan nikmati saja, maka damai
sejahtera dan sukacita akan menyertai kita senantiasa.
Ibu Caroline – Bandung
Yeremia 12:5 (TB) – Jika engkau
telah berlari dengan orang berjalan kaki, dan engkau telah dilelahkan,
bagaimanakah engkau hendak berpacu melawan kuda? Dan jika di negeri yang damai
engkau tidak merasa tenteram, apakah yang akan engkau perbuat di hutan belukar
sungai Yordan? BAPA, ketika kami letih lesu dan lelah. Ingatkan kami untuk
datang kepada-MU karena diwaktu kami menyembahMU kami akan mendapat kekuatan
yang baru. Disaat kami berdoa dihadapanMU KUASAMU menyegarkan jiwa kami...
Ketika kami mencari wajahMU, ada kasih karunia, kasih anugerah yang KAU
curahkan bagi kami. Ada sukacita yang meluap dari dalam hati dan jiwa kami.
Thank You LORD kami sungguh bersyukur punya ALLAH seperti ENGKAU...
Xavier Quentin Pranata
“Menyembunyikan dosa sama dengan
menyimpan bara di balik pakaian.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment