Friday, 16 September 2016

16 September 2016

SPIRITUAL GROWTH






Pertumbuhan yang Benar Menghasilkan HIDUP yang BERKELIMPAHAN. Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Janji-janji Allah selalu digenapi, ketika kita belajar “berserah” dalam masa-masa sukar & mencari DAHULU kerajaan & kebenaranNya, Dia membimbing kita untuk memahami kebenaran. DIA menolong kita menghadapi berbagai tantangan hidup seperti kehilangan orang terkasih, konflik dalam keluarga, tekanan dalam pekerjaan dan banyak lagi. Jika kita merenungkan perjalanan hidup ini, tidak bisa tidak kita patut BERSYUKUR dan memuji namaNya. Mungkin kita pernah mengajukan pertanyaan yang sama: “Mengapa ini harus terjadi Tuhan”? Namun 1 hal kita belajar melihat situasi kita dari perspektif yang berbeda, Tuhan menolong kita untuk BERTUMBUH. Melalui berbagai ‘ujian‘, DIA mengajarkan kita apa artinya BERSERAH kepadaNya. Melalui keterbatasan kita, DIA mengajarkan kita untuk MENGANDALKAN DIA dan melalui kelemahan-kelemahan kita DIA mengajarkan kita apa ARTI PERCAYA kepadaNya. Amin. Terima kasih Tuhan, Engkau sudah mengajarkan banyak hal setiap hari di dalam hidupku. Amin.

GNCC
Yang Tuhan inginkan adalah kehidupan rohani yang bertumbuh dan bukan kehidupan rohani yang statis. #gncc#goodmorningall#haveablessedday

Xavier Quentin Pranata
“Sahabat sejati melekat di hati walau tidak selalu sehati.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 16 September 2016. SAMPAIKANLAH! SERUKANLAH! “...sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu... ‘Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan‘” (Yunus 3:2, 4). Untuk kedua kalinya, Nabi Yunus dipanggil Tuhan untuk menyerukan Firman-Nya kepada Niniwe. Tuhan akan menghukum mereka karena kejahatan yang mereka perbuat. Pasti tidak mudah menyampaikan berita yang buruk kepada masyarakat yang sedang dilanda euforia pemuasan nafsu dan tindak kejahatan. Belum tentu orang mau menerima peringatan itu dengan lapang dada, apalagi berterima kasih pada sang utusan. Yang sudah terbayang di depan mata kerap kali adalah munculnya ejekan, hujatan, bahkan tuduhan sebagai ekstrimis keagamaan. Namun, Tuhan hanya meminta Yunus untuk taat, dengan menyampaikan berita hukuman yang keras itu kepada penduduk Niniwe. Tuhan memintanya menyampaikan hal itu tanpa harus memolesnya menjadi berita yang halus dan menyenangkan, agar mudah diterima. Apakah Niniwe akan menerima atau menolaknya, itu bukan urusan Yunus. Kewajiban Yunus adalah setia pada panggilan Tuhan yang ditaruh di bahunya. Perintah dan panggilan seperti ini masih terus ditugaskan kepada kita selaku murid Kristus. Kita telah diselamatkan dari dunia yang penuh dosa. Kita diutus ke dalam dunia, agar setia menjadi saksi-Nya (Yun. 3:2-4, bdk. Mat. 28:19-20). Dengan membawa berita penting yaitu: dunia dengan segala isinya pasti akan lenyap karena dosa yang diperbuatnya (2 Pet. 3:10). Namun Kristus telah menebusnya dengan mati di atas kayu salib. Dan, menganugerahkan keselamatan bagi setiap orang yang mau menerima-Nya (Yoh. 3:16-18). Bersediakah Anda memikul tugas ini dengan setia? --Susanto. TUHAN MENGHARGAI KESETIAAN ANDA AKAN PANGGILAN-NYA, BUKAN HASILNYA. Selamat pagi. Happy Friday. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung
Stormy or sunny days, glorious or lonely nights, I maintain an attitude of gratitude . . . Today I am blessed (Maya Angelou). Dalam badai atau hari cerah, malam yang megah atau sepi, saya menjaga sikap bersyukur. Hari ini saya diberkati (Maya Angelou).

No comments:

Post a Comment