Wednesday, 21 September 2016

21 September 2016

SPIRITUAL GROWTH






IMAN yang Diubahkan. Dalam Kis 5:29-32, Petrus yang sebelumnya telah bersikeras bahwa ia siap mati bagi Kristus, menjadi takut dan menyangkal bahwa Ia pernah mengenal Yesus (Matius 26:69-75). Namun Petrus kemudian mengalami PERUBAHAN yang drastis. Hanya dalam beberapa waktu kemudian, Petrus berdiri berhadapan muka dengan orang-orang yang telah menyalibkan Kristus. Dengan tekad bulat, tak terhentikan untuk mengorbankan segalanya (diubahkan IMANnya) bagi DIA yang merupakan Juruselamat dan Tuhan. Bahkan setelah dipenjara, diancam dan dilarang berbicara dalam nama Yesus, para Rasul (Petrus, dkknya) berkata kepada pemimpin Yahudi: “Kita harus lebih TAAT (berIMAN) kepada Allah daripada kepada manusia” (Kis 5:29). Petrus yang dulunya pengecut, kini Setiap Hari melakukan pengajaran dan memberitakan Injil tentang “Yesus yang adalah Mesias” (Kis 5:42) >>> IMAN-nya diubahkan. Amin.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 21 September 2016. BERTUMBUHLAH! Tetapi bertumbuhlah dalam anugerah dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya (2 Petrus 3:18). Rasul Petrus dalam suratnya kepada jemaat pernah meminta agar mereka bertumbuh dalam kasih karunia Tuhan. Jika surat itu ditujukan kepada kita, bisakah Anda memikirkan bagaimana mengetahui bahwa kita sudah bertumbuh di dalam Kristus atau belum? Apakah ada sesuatu yang dapat diukur? Mengenai hal ini, Uskup J.C. Ryle menjawabnya seperti ini, “Ketika saya berbicara tentang bertumbuh di dalam kasih karunia, saya mengartikannya sebagai adanya peningkatan di dalam kadar, ukuran, kekuatan, vitalitas, dan kuasa dari kasih karunia yang ditanamkan Roh di dalam hati kita. Ini menandakan ada kepekaan akan dosa menjadi lebih tajam, iman menjadi lebih kuat, pengharapan jadi lebih cerah, kasih kepada Tuhan dan sesama menjadi lebih dalam, dan pemikiran akan hal-hal rohani menjadi semakin nyata.” Renungkanlah, sudah berapa lama kita mengikut Tuhan? Sudah berapa tahun kita menjadi anak-Nya? Pertanyaan selanjutnya adalah adakah perubahan yang orang sekitar rasakan melalui hidup kita? Apakah orang lain melihat kita bersikap lebih sabar? Ataukah kita masih gampang marah, mudah tersinggung, dan sulit mengampuni? Apakah kita semakin peduli dan berbela rasa terhadap orang-orang yang secara sosial kurang beruntung dari kita? Seiring perjalanan kita mengikut Tuhan, mari tetapkan hati untuk tak ingin menjadi manusia yang sama dari tahun ke tahun. Kikislah ego. Singkirkan kebiasaan buruk dan dosa. Buanglah setiap hal yang tak berkenan di hati-Nya. Bertumbuhlah! --Imelda Saputra. PERTUMBUHAN ADALAH TANDA KESEHATAN IMAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
“Bertanggungjawab artinya melakukan hal kecil dengan keseriusan yang besar.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment