SPIRITUAL GROWTH
Akar/Dasar
Kehidupan Ilahi adalah IMAN. Ibrani 11:1, “IMAN adalah dasar
dari segala sesuatu yang kita HARAPkan dan bukti dari SEGALA SESUATU yang TiDAK
kita lihat.” Ada saat-saat dalam hidup dimana rasanya sangat berat bagi
kita untuk BERIMAN pada Tuhan. Ada kalanya kita merasa Tuhan tidak mendengarkan kita atau sepertinya Tuhan
diam. Sebenarnya pada saat-saat itulah, Iblis senang melihat IMAN kita sedang
goyah. Ketika kita BERIMAN/menanti-nantikan Tuhan, kita menyerahkan
masalah-masalah kita kepadaNya dan membiarkanNya memimpin kita. DIA akan
memberikan kita kekuatan untuk menantikan DIA. Hidup adalah suatu perjalanan
IMAN, mari kita mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan untuk mendapatkan
kekuatanNya. Amin.
Ibu
Caroline – Bandung
Sabtu, 17
September 2016. Bacaan : Amsal 6:1-11. Setahun: Daniel 7-9. Nas: Hai pemalas,
berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?
(Amsal 6:9) Menunda-nunda. Sepanjang musim dingin, beberapa jenis beruang
biasanya berhibernasi (tidur dalam jangka waktu lama). Untuk itu, mereka perlu
menimbun cadangan lemak secukupnya sebelum musim dingin datang. Alkisah, seekor
induk beruang menyuruh anaknya untuk mulai mempersiapkan diri sejak awal musim
gugur dengan mencari makan sendiri. Tetapi, si anak terus menunda-nunda dengan
alasan bahwa masih banyak waktu. Akhirnya musim dingin pun tiba. Anak beruang
itu mulai cemas karena tubuhnya tidak memiliki cukup lemak untuk bertahan
melewati musim dingin. Dan, sudah terlambat--karena di luar sana salju turun
semakin lebat, tidak mungkin lagi ia mencari bahan makanan. Menunda-nunda
adalah suatu kebiasaan buruk yang sering kali berbuntut panjang. Alkitab
mengajarkan kita agar jangan suka menunda-nunda. Perikop hari ini membahas
hal-hal yang berkaitan dengan memperbaiki kesalahan yang kita perbuat (ay.
1-5), dan tentang bekerja (ay. 9-11). Di situ dikatakan bahwa kalau kita
telanjur berbuat kesalahan, hendaknya kita segera mencari solusi untuk
memperbaiki kesalahan kita. Hendaknya kita juga jangan suka menunda-nunda dalam
melakukan pekerjaan kita agar kita terhindar dari kemiskinan dan kegagalan.
Secara praktis, bagi yang sedang bersekolah, belajarlah dari sekarang tanpa
harus menunggu ujian mendekat. Bagi yang bekerja, kerjakanlah semua tugas tanpa
harus menunggu tenggat waktu mendekat. Dan bagi kita semua, kerjakanlah sekarang
juga apa yang bisa kita kerjakan saat ini --Alison Subiantoro. JANGAN
MEMBIASAKAN DIRI MENUNDA-NUNDA TUGAS, KERJAKAN SEKARANG JUGA APA YANG BISA KITA
KERJAKAN SAAT INI.
Xavier
Quentin Pranata
“Frustrasi
paling parah adalah saat pasangan tidak mau berubah karena merasa tidak pernah
bersalah.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment