SPIRITUAL GROWTH
Segala Sesuatu
Telah Dianugerahkan untuk BERTUMBUH (2 Petrus 1:3-4).
Ayat 3: “Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala
sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang
telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.” Ayat 4: “Dengan
jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan
yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat
ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” Suratan
Petrus yang singkat ini sungguh-sungguh mendorong orang percaya agar
mempertahankan kehidupan & kesalehan melalui pengenalan yang benar akan
Kristus. Di pasal pertama ini menekankan pentingnya PERTUMBUHAN Kristen.
Setelah IMAN, orang percaya harus TEKUN dalam Pengetahuan, Penguasaan
Diri, Ketekunan dan Kesalehan, Kasih akan saudara-saudara
& kasih akan semua orang yang akan menghasilkan IMAN yang dewasa &
pengenalan yang benar akan Tuhan Yesus. Sudahkah kita bertumbuh karena “segala
sesuatu yang berguna untuk hidup saleh”/BERTUMBUH sudah diANUGERAHkan
kepada kita? Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Ibadah sejati
tetap berbakti walau tidak ada yang ngliati dan memberi instruksi.” Xavier
Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Minggu, 11 September 2016. TAKUT ATAU MAU? Karena perintah: “Jangan berzina,
jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini,” dan perintah lainnya,
sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti
dirimu sendiri!” (Roma 13:9). Sebelum sebuah pesawat atau kapal laut berangkat,
biasanya diberikan petunjuk keselamatan kepada para penumpang. Isinya adalah
hal-hal yang perlu dilakukan jika terjadi keadaan darurat. Penjelasan yang
sangat penting ini mestinya dilakukan dengan serius. Tetapi, ada beberapa
maskapai yang seakan melakukannya semata-mata karena takut dihukum jika
melanggar undang-undang yang ada, dan bukan karena sadar akan pentingnya hal
ini. Mereka melakukannya dengan setengah hati dan terkesan asal-asalan. Sama
seperti beberapa maskapai tersebut, banyak orang Kristiani yang melakukan
firman Tuhan semata-mata karena takut. Mereka takut kalau mereka tidak taat,
mereka akan masuk neraka, berkat Tuhan akan menjauh, dicibir oleh komunitas
persekutuannya, ditegur oleh pemimpin gerejanya, dan sebagainya. Akibatnya,
mereka melakukan firman-Nya dalam keterpaksaan. Apakah ketaatan yang demikian
ini menyenangkan hati Tuhan? Rasul Paulus mengajarkan kita untuk melakukan
firman-Nya bukan dalam ketaatan yang dilandasi oleh rasa takut seperti itu,
melainkan karena didorong oleh kasih. Kalau kita memiliki kasih, kita akan
menjalankan firman Tuhan dengan kerelaan dan kemauan. Bukan itu saja, kasih
akan membuat firman-Nya tersebut mengalir secara alami dalam hidup kita.
Ketaatan yang demikian, yang didasari oleh kasih yang membuat kita mau dan
bukan terpaksa, adalah ketaatan yang sungguh berkenan kepada-Nya --Alison
Subiantoro. TAATILAH FIRMAN TUHAN KARENA KITA MAU, BUKAN KARENA KITA TAKUT.
Selamat pagi. Selamat hari Minggu. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment