Sunday, 11 September 2016

11 September 2016

SPIRITUAL GROWTH






Segala Sesuatu Telah Dianugerahkan untuk BERTUMBUH (2 Petrus 1:3-4). Ayat 3: “Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.” Ayat 4: “Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” Suratan Petrus yang singkat ini sungguh-sungguh mendorong orang percaya agar mempertahankan kehidupan & kesalehan melalui pengenalan yang benar akan Kristus. Di pasal pertama ini menekankan pentingnya PERTUMBUHAN Kristen. Setelah IMAN, orang percaya harus TEKUN dalam Pengetahuan, Penguasaan Diri, Ketekunan dan Kesalehan, Kasih akan saudara-saudara & kasih akan semua orang yang akan menghasilkan IMAN yang dewasa & pengenalan yang benar akan Tuhan Yesus. Sudahkah kita bertumbuh karena “segala sesuatu yang berguna untuk hidup saleh”/BERTUMBUH sudah diANUGERAHkan kepada kita? Amin.

Xavier Quentin Pranata
“Ibadah sejati tetap berbakti walau tidak ada yang ngliati dan memberi instruksi.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 11 September 2016. TAKUT ATAU MAU? Karena perintah: “Jangan berzina, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini,” dan perintah lainnya, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” (Roma 13:9). Sebelum sebuah pesawat atau kapal laut berangkat, biasanya diberikan petunjuk keselamatan kepada para penumpang. Isinya adalah hal-hal yang perlu dilakukan jika terjadi keadaan darurat. Penjelasan yang sangat penting ini mestinya dilakukan dengan serius. Tetapi, ada beberapa maskapai yang seakan melakukannya semata-mata karena takut dihukum jika melanggar undang-undang yang ada, dan bukan karena sadar akan pentingnya hal ini. Mereka melakukannya dengan setengah hati dan terkesan asal-asalan. Sama seperti beberapa maskapai tersebut, banyak orang Kristiani yang melakukan firman Tuhan semata-mata karena takut. Mereka takut kalau mereka tidak taat, mereka akan masuk neraka, berkat Tuhan akan menjauh, dicibir oleh komunitas persekutuannya, ditegur oleh pemimpin gerejanya, dan sebagainya. Akibatnya, mereka melakukan firman-Nya dalam keterpaksaan. Apakah ketaatan yang demikian ini menyenangkan hati Tuhan? Rasul Paulus mengajarkan kita untuk melakukan firman-Nya bukan dalam ketaatan yang dilandasi oleh rasa takut seperti itu, melainkan karena didorong oleh kasih. Kalau kita memiliki kasih, kita akan menjalankan firman Tuhan dengan kerelaan dan kemauan. Bukan itu saja, kasih akan membuat firman-Nya tersebut mengalir secara alami dalam hidup kita. Ketaatan yang demikian, yang didasari oleh kasih yang membuat kita mau dan bukan terpaksa, adalah ketaatan yang sungguh berkenan kepada-Nya --Alison Subiantoro. TAATILAH FIRMAN TUHAN KARENA KITA MAU, BUKAN KARENA KITA TAKUT. Selamat pagi. Selamat hari Minggu. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment