SPIRITUAL GROWTH
Roma 6:1-14. Ayat 3: “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua
yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?” Ayat
4: “Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh
baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari
antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan HIDUP dalam
HIDUP yang baru.” KematianNya adalah untuk “mewakili kita, kita bersamaNya
diatas kayu salib” bersamaNya di dalam kubur & bersamaNya dalam
kebangkitanNya (Roma 6:3-4). Kristus mati untuk menebus dosa, kita mati bagi
dosa. Menurut Rasul Paulus: Baptisan merupakan sarana untuk terus menerus
mengingatkan akan keikutsertaan kita dalam kematian & kebangkitan Kristus.
Ketika kita “mati” bersama Kristus, kita mati bagi DOSA. Kita telah
dibangkitkan bersama Kristus pada hidup yang baru (ayat 4, 5 dan 8). Bagaimana
dengan kita, apakah kita masih membiarkan “dosa” berkuasa atas kita? (12).
Serahkan diri kita sekali untuk selama-lamanya dalam pimpinanNya (13). Ketika
kita melawan “godaan” Tuhan akan menolong kita untuk melawannya (Filipi
2:12-13). Amin.
Xavier Quentin Pranata
“Hati-hati bermain api asmara,
karena kalau sudah berkobar sulit mematikannya.” Xavier Quentin Pranata.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 28 September
2016. KUASA SABDA. Berfirmanlah Allah:
“Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi (Kejadian 1:3). Dengan kata-kata pujian,
seorang ibu menumbuhkan rasa percaya diri pada anaknya. Dengan menebar fitnah,
seorang karyawan menghancurkan karier koleganya. Begitulah daya kekuatan
kata-kata! Mulut manusia dapat menghasilkan perkataan yang membangun atau
menghancurkan. Pada waktu Allah menciptakan alam semesta, Dia bersabda, maka
semuanya jadi. Allah memperkatakan firman dan segala sesuatu terjadi sesuai
dengan perkataan-Nya. “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Perkataan Allah
mengandung daya cipta yang mengagumkan. Beruntung karena Allah itu Maha benar,
Maha baik. Dia memperkatakan sabda yang baik, yang membangun. Manusia adalah
ciptaan Allah yang paling mulia. Diciptakan segambar dan serupa dengan-Nya.
Diberi akal budi. Diberi kuasa atas seluruh bumi. Di dalam Yesus Kristus
manusia juga beroleh persekutuan dengan Roh Kudus serta menerima karunia
rohani. Perkataan lidah kita pun memiliki pengaruh. Karena itu, semestinya kita
menggunakan lidah sesuai dengan jati diri kita sebagai anak-anak Allah.
Menggunakan lidah untuk memperkatakan hal-hal yang baik dan benar selaras
dengan kebaikan dan kebenaran-Nya. Bukan dengan niat untuk merusak dan
menghancurkan sesama, melainkan untuk membangun mereka. Untuk mengingatkan diri
sendiri dan sesama akan kasih Allah dan akan identitas baru kita sebagai
anak-anak-Nya. Kiranya perkataan lidah kita untuk menjadi berkat bagi
orang-orang yang kita temui dalam keseharian. KIRANYA KEBAIKAN DAN KEBENARAN
ALLAH KITA PANCARKAN PULA MELALUI PERKATAAN LIDAH. Selamat pagi. Tuhan Yesus
memberkati.

No comments:
Post a Comment