Wednesday, 28 September 2016

28 September 2016

SPIRITUAL GROWTH






Roma 6:1-14. Ayat 3: “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?” Ayat 4: “Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan HIDUP dalam HIDUP yang baru.” KematianNya adalah untuk “mewakili kita, kita bersamaNya diatas kayu salib” bersamaNya di dalam kubur & bersamaNya dalam kebangkitanNya (Roma 6:3-4). Kristus mati untuk menebus dosa, kita mati bagi dosa. Menurut Rasul Paulus: Baptisan merupakan sarana untuk terus menerus mengingatkan akan keikutsertaan kita dalam kematian & kebangkitan Kristus. Ketika kita “mati” bersama Kristus, kita mati bagi DOSA. Kita telah dibangkitkan bersama Kristus pada hidup yang baru (ayat 4, 5 dan 8). Bagaimana dengan kita, apakah kita masih membiarkan “dosa” berkuasa atas kita? (12). Serahkan diri kita sekali untuk selama-lamanya dalam pimpinanNya (13). Ketika kita melawan “godaan” Tuhan akan menolong kita untuk melawannya (Filipi 2:12-13). Amin.

Xavier Quentin Pranata
“Hati-hati bermain api asmara, karena kalau sudah berkobar sulit mematikannya.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 28 September 2016. KUASA SABDA.  Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi (Kejadian 1:3). Dengan kata-kata pujian, seorang ibu menumbuhkan rasa percaya diri pada anaknya. Dengan menebar fitnah, seorang karyawan menghancurkan karier koleganya. Begitulah daya kekuatan kata-kata! Mulut manusia dapat menghasilkan perkataan yang membangun atau menghancurkan. Pada waktu Allah menciptakan alam semesta, Dia bersabda, maka semuanya jadi. Allah memperkatakan firman dan segala sesuatu terjadi sesuai dengan perkataan-Nya. “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Perkataan Allah mengandung daya cipta yang mengagumkan. Beruntung karena Allah itu Maha benar, Maha baik. Dia memperkatakan sabda yang baik, yang membangun. Manusia adalah ciptaan Allah yang paling mulia. Diciptakan segambar dan serupa dengan-Nya. Diberi akal budi. Diberi kuasa atas seluruh bumi. Di dalam Yesus Kristus manusia juga beroleh persekutuan dengan Roh Kudus serta menerima karunia rohani. Perkataan lidah kita pun memiliki pengaruh. Karena itu, semestinya kita menggunakan lidah sesuai dengan jati diri kita sebagai anak-anak Allah. Menggunakan lidah untuk memperkatakan hal-hal yang baik dan benar selaras dengan kebaikan dan kebenaran-Nya. Bukan dengan niat untuk merusak dan menghancurkan sesama, melainkan untuk membangun mereka. Untuk mengingatkan diri sendiri dan sesama akan kasih Allah dan akan identitas baru kita sebagai anak-anak-Nya. Kiranya perkataan lidah kita untuk menjadi berkat bagi orang-orang yang kita temui dalam keseharian. KIRANYA KEBAIKAN DAN KEBENARAN ALLAH KITA PANCARKAN PULA MELALUI PERKATAAN LIDAH. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment