SPIRITUAL GROWTH
“Bertumbuh” Dewasa. Ibrani 5:13-14, “13Sebab
barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran,
sebab ia adalah anak kecil. 14Tetapi makanan keras adalah untuk
orang- orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk
membedakan yang baik dari pada yang jahat.” Di dalam Ibrani 5: Kita belajar
tentang orang-orang percaya yang menolak untuk ‘bertumbuh‘ dengan sehat. Mereka
cukup puas dengan ‘susu‘ rohani yang sebenarnya diperuntukkan bagi orang yang
baru percaya, mungkin karena takut menghadapi penganiayaan, mereka tidak lagi
‘bertumbuh‘ dalam kesetiaan kepada Kristus yang memampukan mereka untuk ‘tahan
menderita bersamaNya‘ demi kepentingan orang lain (7-10). Sebaliknya mereka
terancam undur dari sikap hidup serupa Kristus yang dahulu pernah mereka
tunjukkan. Mereka belum siap ‘menyantap makanan yang keras‘ (5:14). Setiap orang
percaya ditetapkan untuk ‘bertumbuh dewasa secara rohani‘. Sepanjang proses itu
kita akan menemukan bahwa pertumbuhan kita dalam keserupaan dengan DIA akan
memuliakan Tuhan. Amin. Tuhan, tolong kami agar kami semua ‘bertumbuh dewasa‘
secara rohani, tolong kami untuk mengenalMu lebih lagi melalui firmanMu. Ajar
kami hari demi hari sehingga kami semakin diperlengkapi untuk melayaniMu. Amin.
Xavier Quentin Pranata
“Tidak ada waktu seharusnya
diartikan prioritasku bukan di situ.” Xavier Quentin Pranata.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 24 September
2016. DORONGAN UNTUK BERIBADAH. Janganlah kita menjauhkan diri dari
pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti yang dibiasakan oleh beberapa orang,
tetapi marilah kita saling menasihati, terlebih lagi sementara kamu melihat
hari Tuhan semakin mendekat (Ibrani 10:25). Suatu ketika, menjelang waktu
persekutuan wilayah di gereja kami, saya merasa agak malas untuk berangkat.
Kebetulan hari itu hujan mengguyur sejak siang sampai malam hari. Entah
bagaimana, mendadak ada dorongan kuat untuk berangkat. Dua hari kemudian, dalam
khotbah di ibadah raya, gembala jemaat itu menyampaikan bahwa ia sedang
menjalani doa selama 21 hari. Nah, salah satu pokok doanya adalah agar seluruh
jemaat dapat bertekun dalam mengikuti ibadah raya dan persekutuan wilayah!
Penulis kitab Ibrani menasihatkan bahwa menjelang kedatangan Tuhan, sebaiknya
orang percaya tidak menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah, seperti
yang biasa dilakukan oleh beberapa saudara seiman. Kondisi serupa terkadang masih
terlihat pada zaman sekarang. Nah, Alkitab tidak berkata agar orang-orang yang
demikian dijauhi atau dibiarkan. Sebaliknya, umat Tuhan diminta untuk saling
menasihati, sambil mengingatkan, agar tetap bertekun dalam beribadah. Adanya
frasa “saling menasihati” menunjukkan bahwa diri kita sendiri pun tak luput
dari keengganan untuk beribadah karena alasan tertentu. Ketika itulah, kita pun
membutuhkan orang lain untuk menasihati atau mendorong kita untuk kembali tekun
dalam mengikuti pertemuan ibadah. Nasihat tersebut terlebih dahulu kita
terapkan pada diri sendiri. Kemudian, jika harus memberi nasihat, lakukanlah
dengan hati yang penuh kasih sambil berdoa supaya saudara seiman kita kelak
dapat bertekun dalam beribadah. KITA AKAN MENJADI ORANG PERTAMA YANG MENIKMATI
BERKAT DARI KETEKUNAN BERIBADAH KEPADA-NYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus
memberkati.
Ibu Sri
Rahayu – Darmo Satelit
Aminnnn, betul sekali, tanpa Tuhan
kita tidak bisa hidup baik dan tercukupi, maka kita harus mengucap bersyukur
padaNya karena semuanya Tuhan sebagai petunjuk jalan benar dan kesuksesan.

No comments:
Post a Comment