Saturday, 24 September 2016

24 September 2016

SPIRITUAL GROWTH






“Bertumbuh” Dewasa. Ibrani 5:13-14, 13Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. 14Tetapi makanan keras adalah untuk orang- orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.” Di dalam Ibrani 5: Kita belajar tentang orang-orang percaya yang menolak untuk ‘bertumbuh‘ dengan sehat. Mereka cukup puas dengan ‘susu‘ rohani yang sebenarnya diperuntukkan bagi orang yang baru percaya, mungkin karena takut menghadapi penganiayaan, mereka tidak lagi ‘bertumbuh‘ dalam kesetiaan kepada Kristus yang memampukan mereka untuk ‘tahan menderita bersamaNya‘ demi kepentingan orang lain (7-10). Sebaliknya mereka terancam undur dari sikap hidup serupa Kristus yang dahulu pernah mereka tunjukkan. Mereka belum siap ‘menyantap makanan yang keras‘ (5:14). Setiap orang percaya ditetapkan untuk ‘bertumbuh dewasa secara rohani‘. Sepanjang proses itu kita akan menemukan bahwa pertumbuhan kita dalam keserupaan dengan DIA akan memuliakan Tuhan. Amin. Tuhan, tolong kami agar kami semua ‘bertumbuh dewasa‘ secara rohani, tolong kami untuk mengenalMu lebih lagi melalui firmanMu. Ajar kami hari demi hari sehingga kami semakin diperlengkapi untuk melayaniMu. Amin.

Xavier Quentin Pranata
“Tidak ada waktu seharusnya diartikan prioritasku bukan di situ.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 24 September 2016. DORONGAN UNTUK BERIBADAH. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti yang dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, terlebih lagi sementara kamu melihat hari Tuhan semakin mendekat (Ibrani 10:25). Suatu ketika, menjelang waktu persekutuan wilayah di gereja kami, saya merasa agak malas untuk berangkat. Kebetulan hari itu hujan mengguyur sejak siang sampai malam hari. Entah bagaimana, mendadak ada dorongan kuat untuk berangkat. Dua hari kemudian, dalam khotbah di ibadah raya, gembala jemaat itu menyampaikan bahwa ia sedang menjalani doa selama 21 hari. Nah, salah satu pokok doanya adalah agar seluruh jemaat dapat bertekun dalam mengikuti ibadah raya dan persekutuan wilayah! Penulis kitab Ibrani menasihatkan bahwa menjelang kedatangan Tuhan, sebaiknya orang percaya tidak menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah, seperti yang biasa dilakukan oleh beberapa saudara seiman. Kondisi serupa terkadang masih terlihat pada zaman sekarang. Nah, Alkitab tidak berkata agar orang-orang yang demikian dijauhi atau dibiarkan. Sebaliknya, umat Tuhan diminta untuk saling menasihati, sambil mengingatkan, agar tetap bertekun dalam beribadah. Adanya frasa “saling menasihati” menunjukkan bahwa diri kita sendiri pun tak luput dari keengganan untuk beribadah karena alasan tertentu. Ketika itulah, kita pun membutuhkan orang lain untuk menasihati atau mendorong kita untuk kembali tekun dalam mengikuti pertemuan ibadah. Nasihat tersebut terlebih dahulu kita terapkan pada diri sendiri. Kemudian, jika harus memberi nasihat, lakukanlah dengan hati yang penuh kasih sambil berdoa supaya saudara seiman kita kelak dapat bertekun dalam beribadah. KITA AKAN MENJADI ORANG PERTAMA YANG MENIKMATI BERKAT DARI KETEKUNAN BERIBADAH KEPADA-NYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Sri Rahayu – Darmo Satelit
Aminnnn, betul sekali, tanpa Tuhan kita tidak bisa hidup baik dan tercukupi, maka kita harus mengucap bersyukur padaNya karena semuanya Tuhan sebagai petunjuk jalan benar dan kesuksesan.

No comments:

Post a Comment