I
AM BLESSED
MATERAI
ROH KUDUS
Alfa
Omega Church Sunday Service
Preacher:
Ps. Ezra Soetopo
July
31st
2016
Kita
merasa senang bila dapat mengalami kebaikan, dan kita juga merasa
kecewa, ketika mengalami perbuatan yang tidak menyenangkan. Sehingga,
ada jalan untuk melaporkan seseorang kepada aparat hukum, karena
perbuatan yang tidak menyenangkan. Kebaikan yang kau lakukan hari
ini, mungkin besok dilupakan orang. Tetapi teruslah berbuat baik.
[Mother Teresa]
I
AM BLESSED. KARENA ADA ORANG YANG DIMETERAIKAN ROH KUDUS DISEKITAR
KITA.
EFESUS
1:13-14
Apa
yang kita dengar, terima? Menentukan apa yang memeteraikan kita.
Kalau Firman Kebenaran, Injil Keselamatan yang kita dengar dan
percaya; pasti Roh Kudus memeteraikan. Dan ini menjadi cikal bakal
bagi kita untuk Berbuah, sebab kita punya jaminan bagian kita, sampai
kita memperoleh seluruhnya.
Sampai
kita sebagai milik Allah, bisa berbuah yang baik, untuk memuji
kemuliaan-Nya. Hidup terasa berguna, ketika kita membuahkan hasil.
KEHIDUPAN
KAIN
Kej
4:1-16
Aktivitas
spiritual (ay. 3).
Kain disebut lebih dulu mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu
kepada Tuhan sebagai korban
persembahan.
Didikan orang tua tentang Tuhan, berdampak bagi Kain, sehingga Kain
punya inisyatif yang baik tentang menyampaikan persembahan. Ini suatu
tindakan yang baik. Memang banyak orang yang suka melakukan perbuatan
baik, dan belum teruji, dari hati yang bagaimana.
Perkembangan
karakter (ay. 5).
Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain
menjadi sangat panas, dan mukanya muram. Ayat ini menjelaskan tentang
hati Kain dan reaksinya. Setiap kebaikan kita pasti akan diuji
kwalitasnya, apakah berasal dari hati yang murni
mengasihi-menghormati Tuhan?
Mark
7:21-22; Mat 20:15, Kisah 7:9
Mau
tahu tentang kemajuan diri Anda, cukup dengan melihat perubahan
watak/karakter diri Anda, perkembangan kemurahan hati Anda. Itu
kemajuan dan tingkat/level Anda yang sesungguhnya.
Ayat
7, Tuhan bertanya, apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau
berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah
mengintip didepan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau
harus berkuasa atasnya. Kutuk, akibat dosa.
Ayat
11-12, usahamu tidak akan maksimal. “Terkutuklah engkau, engkau
menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.”
Ayat
13-14. Ketakutannya: 'siapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah
akan membunuh aku.'
Sudah
terkutuk, hidupnya cemas, menjadi ketakutan, kuatir, tidak pernah
bisa tenang. Jaminan
Tuhan melindungi Kain.
Ayat
15. Jawab Tuhan kepadaNya: Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang
membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat'. Kemudian
Tuhan menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh
barangsiapapun yang bertemu dengan dia. Tuhan tidak pernah salah
dengan tindakanNya. Tuhan berhak penuh melakukan apapun yang terlihat
seolah tidak adil dipemandangan kita.
Ada
saatnya, Tuhan berpesan untuk memusnahkan suatu bangsa, tapi
adakalanya Tuhan melindungi orang semacam Kain. Betapa bahagianya
Kain, ketika mendengar kata-kata Tuhan untuk dirinya, bahkan Tuhan
memberi 'tanda', supaya Kain tidak dibunuh. kita juga sudah mengalami
itu, kesalahan kita tidak diperhitungkan, malah diberi 'tanda',
sebagai
Pilihan Tuhan. Dilayakkan untuk banyak hal yang mulia.
Yang
kita sadari adalah: Tuhan itu penuh kemurahan. Tuhan suka memberi
'kesempatan' ke-2,3,4,5, dst, selama orang itu membutuhkan. Tidak ada
orang yang sempurna, Tuhan sedang menuntun dan membentuk menuju
kesempurnaan. Jaminan diberikan, sampai kita memperoleh seluruhnya,
penebusan sempurna. Inilah
wujud 'kebaikan hati' Tuhan.
Sebagai
orang-orangnya Tuhan, wakil Tuhan di bumi ini, Tuhan ingin kita juga
penuh kemurahan kepada siapa saja yang kita temui. Generosity
harus terbaca dari tindakan kita sebagai orang yang dimeteraikan oleh
Roh Kudus. Cikal bakal ini, yang membuat kita dapat memberi buah Roh:
Gal
5:22-24
– kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan,
kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.
Siapa
yang menjadi milik Kristus yang dimeteraikan Roh Kudus, menyalibkan
daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya, yang tercantum di
ayat 19-21; khususnya yang bertentangan dengan buah Roh ini.
Roh
Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh
seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk
memuji kemuliaan-Nya.
“The
LORD is like a father to his children, tender and compassionate
to
those who fear him. For He knows how weak we are; He remembers we are
only dust.”
(Psalms
103:13-14 NLT)
No comments:
Post a Comment