I
AM BLESSED
Yohanes
4:1-54.
Ayat 29: “Mari,
lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu
yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?”
(Bacalah perikop ini sampai selesai). Kisah Perempuan Samaria yang
baik hati bukan sekedar kisah teladan menolong orang lain tanpa
pamrih, kisah ini seperti CERMIN yang menunjukkan kepada kita, kita
cenderung mencari pembenaran tetapi tidak menjalankan kebenaran yang
sudah berkali-kali kita dengar, bahkan kita mendefinisikan perintah
Tuhan sesuai standard Penilaian kita sendiri. Tuhan ingin agar kita
mengasihi sesama seperti diri sendiri, sesuai apa yang Tuhan mau, apa
yang Tuhan inginkan. Bagaimana dengan kita? Sudahkan kita
menceritakan kasih Tuhan kepada sesama kita yang belum mengenal DIA?
Pernahkah kita mengundang seseorang untuk menerima Tuhan Yesus
sebagai JuruslamatNya?
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz
54:6 – Sesungguhnya, ALLAH adalah Penolongku; TUHANlah yang
menopang aku! YESUS sumber PERTOLONGANku. Jalani hidup bersama-NYA.
Pasti selalu ada kekuatan. Kekuatan untuk mengatasi semua masalah!
Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
Jane
mempunyai kebiasan buruk. Dia jarang sekali membersihkan kamarnya,
bahkan dia akan membiarkan kamarnya berantakan selama
berminggu-minggu. Sampah-sampah yang ada di dalam kamarnya pun tak
pernah di buang ke tempat pembuangan sampah. Hari itu, Jane akan
pergi berlibur & dia akan menghabiskan waktunya sebulan untuk
bersenang-senang di rumah neneknya. Saat kembali ke rumahnya, Jane
tampak terkejut. Tercium bau busuk yang sangat menyengat dari dalam
kamarnya. Rupanya sampah-sampah Jane sudah membusuk & terdapat
banyak lalat maupun ulat. Kebiasan buruk Jane yang senang menimbun
sampah ternyata membawa dampak buruk bagi dirinya sendiri. Setiap
manusia pasti memiliki “sampah” dalam hidupnya. Begitu banyak hal
yang tidak penting yang terdapat dalam kehidupan kita. Mungkin kita
sering di sakiti oleh orang lain. Mungkin kita merasa kecewa &
marah terhadap orang lain. Hal-hal itu sesungguhnya adalah “sampah”
yang sama sekali tak ada gunanya. Kita tak perlu memendam hal-hal
yang tidak berguna. Jika “sampah” tsb tidak segera di buang, maka
akan menjadi akar pahit yang dapat merugikan diri kita sendiri. Tubuh
kita adalah Bait TUHAN, oleh sebab itu hidup kita harus senantiasa
bersih dari “sampah”, agar Roh Kudus dapat leluasa bekerja dalam
kehidupan kita. Di mana kita bisa membuang “sampah”? Datanglah
kepada YESUS KRISTUS & berdoalah. Buanglah “sampah” itu di
bawah kaki YESUS KRISTUS & jangan pernah mengambilnya kembali.
Jangan ragu untuk melepaskan semua beban berat, karena YESUS KRISTUS
adalah tempat yang tepat untuk mengadu. YESUS KRISTUS MEMBERI
KELEGAAN & MEMBERSIHKAN SEMUA “sampah” DALAM HIDUP KITA.
”Marilah kepadaKU, semua yang letih lesu dan berbeban berat, AKU
akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28). God bless.
Ibu
Caroline – Bandung
Rabu,
27 Juli 2016. Bacaan: 2 Raja-Raja 7. Setahun: Pengkhotbah 1-4. Nas:
Pada waktu itu si perwira menjawab abdi Allah itu: “Sekalipun TUHAN
membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?”
tetapi Elisa berkata: “Sesungguhnya engkau akan melihatnya dengan
matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya” (2
Raja-Raja 7:19). Dampak Ketidakpercayaan. Seseorang memesan
barometer. Ketika menerima alat itu, ia kecewa karena jarum indikator
terus menunjuk pada bagian yang bertuliskan “Angin Topan”.
Beberapa kali ia menggoyangkan barometer itu, jarumnya tetap tidak
beralih. Ia lalu menulis surat keluhan. Esoknya dalam perjalanan ke
New York, ia mengirimkan surat itu. Petangnya ia pulang ke rumahnya
di Long Island, dan mendapati rumahnya sudah lenyap. Ternyata jarum
barometer itu menunjukkan arah dengan tepat. Saat itu, September
1938, angin topan dahsyat meluluhlantahkan nyaris seluruh Long
Island. Kelaparan hebat terjadi di Samaria. Seorang perempuan
mengadukan dampak kelaparan itu kepada raja Israel. Raja mendatangi
Elisa sebab ia menyangka musibah itu terjadi akibat kesalahan
hamba-Nya. Elisa menjawab bahwa besok harga makanan akan menjadi
murah (ay. 1). Ajudan raja tidak percaya dan berkata sesumbar,
“Sekalipun Tuhan membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu
mungkin terjadi?” Perkataan sang nabi tergenapi. Saat itu empat
orang kusta masuk ke perkemahan orang Aram. Di sana banyak sekali
makanan, minuman, dan harta benda yang ditinggalkan begitu saja.
Orang Israel lain diberitahu, dan menyerbu perkemahan itu. Ajudan
raja ada di sana, dan terinjak-injak orang sampai mati.
Ketidakpercayaan sering mendatangkan upah yang buruk. Kiranya kita
berpegang teguh pada Tuhan dan petunjuk-petunjuk-Nya. Dialah Gembala
kita yang baik, yang senantiasa mengarahkan kita secara tepat: ke
jalan yang benar --Imelda Saputra. KETIKA ANDA YAKIN AKAN HAL BESAR,
DAN BERDOA AKAN HAL BESAR, PERKARA-PERKARA BESAR AKAN TERJADI.
Xavier
Quentin Pranata
“Secara
ajaib Tuhan pertemukan kita dengan orang-orang yang kompatible
sehingga terjadi sinergi.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Rabu, 27 Juli 2016. Berhenti Berhitung. Janganlah hendaknya
kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala
hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan
syukur (Filipi 4:6). Seingat saya, sempat dua kali menjelang kenaikan
harga bahan bakar minyak (BBM) saya khawatir begitu rupa. Saya memang
membutuhkan BBM cukup banyak untuk perjalanan ke tempat kerja. Saking
khawatirnya, saya sempat tidak bisa tidur karena pikiran terus
berputar seperti mesin hitung. Sampai akhirnya kekhwatiran itu sirna
ketika saya memutuskan untuk: berhenti berhitung! Rasul Paulus
mengingatkan umat Tuhan agar tidak khawatir. Daripada mengkhawatirkan
sesuatu yang belum terjadi, mereka disarankan untuk berdoa sambil
mengucap syukur. Nasihat ini senada dengan ajaran Yesus ketika
melarang para pendengar-Nya untuk khawatir (baca: Mat. 6:25-34).
Kekhawatiran dalam hal keuangan menempati peringkat teratas alias
paling sering dialami manusia. Kekhawatiran yang kadang-kadang sukses
menutupi mata rohani umat Tuhan. Kebenaran--bahwa Tuhan tak pernah
sekalipun meninggalkan umat-Nya dan kemampuan-Nya yang tak pernah
berkurang untuk memelihara umat-Nya--seakan sirna karena
kekhawatiran. Ketika khawatir, tak jarang kita melakukan kalkulasi
dalam upaya untuk mengatasinya. Namun, ketika kalkulasi itu justru
memperkuat kekhawatiran kita, mungkin ada baiknya kita berhenti
berhitung. Tanpa mengabaikan pentingnya bekerja atau mencari nafkah,
kita perlu mengarahkan fokus, iman, dan harapan kepada Allah yang tak
pernah meninggalkan kita. Niscaya kekhawatiran kita akan sirna,
berganti dengan ketenangan yang luar biasa. Percayalah bahwa
perhatian dan penyediaan-Nya masih berlaku atas hidup kita --Go Hok
Jin/Renungan Harian. BERFOKUS KEPADA ALLAH MENGUBAH KEKHAWATIRAN
MENJADI KETENANGAN. Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Tuhan Yesus
memberkati.

No comments:
Post a Comment