Wednesday, 27 July 2016

27 Juli 2016

I AM BLESSED




Yohanes 4:1-54. Ayat 29: “Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?” (Bacalah perikop ini sampai selesai). Kisah Perempuan Samaria yang baik hati bukan sekedar kisah teladan menolong orang lain tanpa pamrih, kisah ini seperti CERMIN yang menunjukkan kepada kita, kita cenderung mencari pembenaran tetapi tidak menjalankan kebenaran yang sudah berkali-kali kita dengar, bahkan kita mendefinisikan perintah Tuhan sesuai standard Penilaian kita sendiri. Tuhan ingin agar kita mengasihi sesama seperti diri sendiri, sesuai apa yang Tuhan mau, apa yang Tuhan inginkan. Bagaimana dengan kita? Sudahkan kita menceritakan kasih Tuhan kepada sesama kita yang belum mengenal DIA? Pernahkah kita mengundang seseorang untuk menerima Tuhan Yesus sebagai JuruslamatNya?

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 54:6 – Sesungguhnya, ALLAH adalah Penolongku; TUHANlah yang menopang aku! YESUS sumber PERTOLONGANku. Jalani hidup bersama-NYA. Pasti selalu ada kekuatan. Kekuatan untuk mengatasi semua masalah! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Jane mempunyai kebiasan buruk. Dia jarang sekali membersihkan kamarnya, bahkan dia akan membiarkan kamarnya berantakan selama berminggu-minggu. Sampah-sampah yang ada di dalam kamarnya pun tak pernah di buang ke tempat pembuangan sampah. Hari itu, Jane akan pergi berlibur & dia akan menghabiskan waktunya sebulan untuk bersenang-senang di rumah neneknya. Saat kembali ke rumahnya, Jane tampak terkejut. Tercium bau busuk yang sangat menyengat dari dalam kamarnya. Rupanya sampah-sampah Jane sudah membusuk & terdapat banyak lalat maupun ulat. Kebiasan buruk Jane yang senang menimbun sampah ternyata membawa dampak buruk bagi dirinya sendiri. Setiap manusia pasti memiliki “sampah” dalam hidupnya. Begitu banyak hal yang tidak penting yang terdapat dalam kehidupan kita. Mungkin kita sering di sakiti oleh orang lain. Mungkin kita merasa kecewa & marah terhadap orang lain. Hal-hal itu sesungguhnya adalah “sampah” yang sama sekali tak ada gunanya. Kita tak perlu memendam hal-hal yang tidak berguna. Jika “sampah” tsb tidak segera di buang, maka akan menjadi akar pahit yang dapat merugikan diri kita sendiri. Tubuh kita adalah Bait TUHAN, oleh sebab itu hidup kita harus senantiasa bersih dari “sampah”, agar Roh Kudus dapat leluasa bekerja dalam kehidupan kita. Di mana kita bisa membuang “sampah”? Datanglah kepada YESUS KRISTUS & berdoalah. Buanglah “sampah” itu di bawah kaki YESUS KRISTUS & jangan pernah mengambilnya kembali. Jangan ragu untuk melepaskan semua beban berat, karena YESUS KRISTUS adalah tempat yang tepat untuk mengadu. YESUS KRISTUS MEMBERI KELEGAAN & MEMBERSIHKAN SEMUA “sampah” DALAM HIDUP KITA. ”Marilah kepadaKU, semua yang letih lesu dan berbeban berat, AKU akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28). God bless.

Ibu Caroline – Bandung
Rabu, 27 Juli 2016. Bacaan: 2 Raja-Raja 7. Setahun: Pengkhotbah 1-4. Nas: Pada waktu itu si perwira menjawab abdi Allah itu: “Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?” tetapi Elisa berkata: “Sesungguhnya engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya” (2 Raja-Raja 7:19). Dampak Ketidakpercayaan. Seseorang memesan barometer. Ketika menerima alat itu, ia kecewa karena jarum indikator terus menunjuk pada bagian yang bertuliskan “Angin Topan”. Beberapa kali ia menggoyangkan barometer itu, jarumnya tetap tidak beralih. Ia lalu menulis surat keluhan. Esoknya dalam perjalanan ke New York, ia mengirimkan surat itu. Petangnya ia pulang ke rumahnya di Long Island, dan mendapati rumahnya sudah lenyap. Ternyata jarum barometer itu menunjukkan arah dengan tepat. Saat itu, September 1938, angin topan dahsyat meluluhlantahkan nyaris seluruh Long Island. Kelaparan hebat terjadi di Samaria. Seorang perempuan mengadukan dampak kelaparan itu kepada raja Israel. Raja mendatangi Elisa sebab ia menyangka musibah itu terjadi akibat kesalahan hamba-Nya. Elisa menjawab bahwa besok harga makanan akan menjadi murah (ay. 1). Ajudan raja tidak percaya dan berkata sesumbar, “Sekalipun Tuhan membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?” Perkataan sang nabi tergenapi. Saat itu empat orang kusta masuk ke perkemahan orang Aram. Di sana banyak sekali makanan, minuman, dan harta benda yang ditinggalkan begitu saja. Orang Israel lain diberitahu, dan menyerbu perkemahan itu. Ajudan raja ada di sana, dan terinjak-injak orang sampai mati. Ketidakpercayaan sering mendatangkan upah yang buruk. Kiranya kita berpegang teguh pada Tuhan dan petunjuk-petunjuk-Nya. Dialah Gembala kita yang baik, yang senantiasa mengarahkan kita secara tepat: ke jalan yang benar --Imelda Saputra. KETIKA ANDA YAKIN AKAN HAL BESAR, DAN BERDOA AKAN HAL BESAR, PERKARA-PERKARA BESAR AKAN TERJADI.

Xavier Quentin Pranata
Secara ajaib Tuhan pertemukan kita dengan orang-orang yang kompatible sehingga terjadi sinergi.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 27 Juli 2016. Berhenti Berhitung. Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur (Filipi 4:6). Seingat saya, sempat dua kali menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) saya khawatir begitu rupa. Saya memang membutuhkan BBM cukup banyak untuk perjalanan ke tempat kerja. Saking khawatirnya, saya sempat tidak bisa tidur karena pikiran terus berputar seperti mesin hitung. Sampai akhirnya kekhwatiran itu sirna ketika saya memutuskan untuk: berhenti berhitung! Rasul Paulus mengingatkan umat Tuhan agar tidak khawatir. Daripada mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi, mereka disarankan untuk berdoa sambil mengucap syukur. Nasihat ini senada dengan ajaran Yesus ketika melarang para pendengar-Nya untuk khawatir (baca: Mat. 6:25-34). Kekhawatiran dalam hal keuangan menempati peringkat teratas alias paling sering dialami manusia. Kekhawatiran yang kadang-kadang sukses menutupi mata rohani umat Tuhan. Kebenaran--bahwa Tuhan tak pernah sekalipun meninggalkan umat-Nya dan kemampuan-Nya yang tak pernah berkurang untuk memelihara umat-Nya--seakan sirna karena kekhawatiran. Ketika khawatir, tak jarang kita melakukan kalkulasi dalam upaya untuk mengatasinya. Namun, ketika kalkulasi itu justru memperkuat kekhawatiran kita, mungkin ada baiknya kita berhenti berhitung. Tanpa mengabaikan pentingnya bekerja atau mencari nafkah, kita perlu mengarahkan fokus, iman, dan harapan kepada Allah yang tak pernah meninggalkan kita. Niscaya kekhawatiran kita akan sirna, berganti dengan ketenangan yang luar biasa. Percayalah bahwa perhatian dan penyediaan-Nya masih berlaku atas hidup kita --Go Hok Jin/Renungan Harian. BERFOKUS KEPADA ALLAH MENGUBAH KEKHAWATIRAN MENJADI KETENANGAN. Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment