I
AM BLESSED
Matius
20:26, “Tidaklah
demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara
kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.”
Melayani orang lain bisa
menjadi pekerjaan yang berat,
baik didalam maupun diluar gereja, kalau kita melupakan TUJUAN dari
pelayanan yang kita kerjakan .
Tanpa KASIH KARUNIA-Nya kita tidak akan mampu melayani sesama .
Pasti akan ada banyak PERBEDAAN pendapat saat kita melayani .
Berapapun jiwa-jiwa (dalam komunitas yang kita pimpin/yang kita
layani sedikit ataupun banyak hendaknya tidak membuat kita khawatir
.
Di manapun kita ditempatkan, ditengah keluarga, tempat kerja, atau
lingkungan tempat tinggal kita, dibutuhkan hikmat agar kita dapat
berkomitmen untuk tetap MELAYANI dengan KERELAAN HATI .
Amin.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz
71:7 – Bagi banyak orang aku seperti TANDA AJAIB, karena TUHAN-lah
tempat perlindunganku yang kuat! Wow... keajaiban-keajaiban-NYA
selalu kita alami. Makanya kita jadi TANDA AJAIB tak iyee! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
Kadangkala
TUHAN melakukan hal yang sama terhadap anak-anak-NYA yaitu seperti
pohon apel yang harus dibacok/dilukai dulu batangnya supaya berbuah
lebat, agar mereka menjadi lebih dewasa & menghasilkan buah yang
lebat di dalam hidupnya. TUHAN mengijinkan tekanan & penderitaan
terjadi dalam hidup kita, supaya kita belajar taat, sabar, rendah
hati, & tidak sombong. Setiap bacokan atau proses pemangkasan
selalu mendatangkan rasa sakit, tapi satu-satunya alasan untuk kita
tidak meronta ketika TUHAN membacok & membersihkan kita adalah
maksud yang indah di balik semua itu. Jika saat ini kita merasakan
bahwa TUHAN sedang melakukan suatu proses pendewasaan melalui
masalah-masalah yang timbul, konflik, tekanan, sakit penyakit &
penderitaan lainnya, tekunlah menjalaninya, karena TUHAN sedang
membawa kita pada tingkat kedewasaan yang dikehendakiNYA. DIA
mengajar kita untuk bergantung kepadaNYA, DIA akan mendidik kita
sampai kita berbuah dengan lebat di dalam hidup kita. “Tinggallah
di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat
berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok
anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal
di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.
Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah
banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa”
(Yohanes 15:4-5). God bless you.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Sabtu, 9 Juli 2016. Berpaling dan Diselamatkan. Berpalinglah
kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi!
Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain (Yesaya 45:22). Charles
Haddon Spurgeon, pengkhotbah Inggris tersohor abad ke-19, mungkin
akan tetap tinggal dalam kegelapan dan keputusasaan jika ia tidak
terjebak badai salju dalam perjalanan ke gereja. Ia berbelok ke
sebuah gereja kecil. Hanya ada 15 orang di sana. Karena cuaca buruk,
pendeta tidak hadir. Seorang jemaat biasa yang rendah hati dan tidak
berpendidikan mulai berkhotbah. Ia mengutip Yesaya 45:22. Meskipun
tidak fasih berkhotbah, ia berbicara dengan penuh keyakinan,
“Sahabat-sahabatku yang kekasih, ini adalah ayat yang paling
sederhana. Ayat ini mengatakan, 'Berpalinglah!' Berpaling tidak
menimbulkan rasa sakit. Tidak perlu mengangkat kaki atau tangan,
hanya berpaling. Orang tidak perlu pergi ke perguruan tinggi untuk
mempelajari bagaimana berpaling. Mungkin Anda orang yang paling
bodoh, namun anda masih bisa berpaling. Seseorang tidak perlu berumur
1.000 tahun supaya tahu berpaling. Setiap orang bisa berpaling.
Anak-anak pun tahu berpaling.” Ya, berpaling, atau dalam bahasa
Ibrani panah, berarti memandang ke arah atau bergerak menuju sesuatu
atau seseorang. Yesus berkata, “Berpalinglah kepada-Ku dan lihatlah
Aku berkeringat darah. Berpalinglah kepada-Ku dan lihatlah, Aku
tergantung di kayu salib. Berpalinglah kepada-Ku dan lihatlah, Aku
mati dan dikuburkan dan Aku bangkit kembali. Berpalinglah kepada-Ku
dan lihatlah, Aku naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Bapa. Hai
orang-orang berdosa yang malang, berpalinglah dan lihatlah
kepada-Ku!” --Daniel Korre/Renungan Harian. BERPALINGLAH DARI
MASALAH DAN LIHATLAH KEPADA YESUS. Selamat pagi. Happy Weekend. Tuhan
Yesus memberkati.
Xavier
Quentin Pranata
“Orang
yang dewasa berusaha untuk sadar dan memahami kebutuhan orang lain.”
Xavier Quentin Pranata.
Bp.
Hari – PKS CL6
Sabtu,
9 Juli 2016. Bacaan: 2 Korintus 13. Setahun: Mazmur 81-87. Nas:
Akhirnya, Saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu
supaya sempurna (2 Korintus 13:11). Berusaha Sempurna. Seorang murid
bertanya, “Bagaimana kita dapat memperoleh sesuatu yang sempurna
dalam hidup ini?” Gurunya berkata, “Berjalanlah lurus di taman
bunga, petiklah bunga yang menurutmu paling indah, dan jangan pernah
kembali ke belakang!” Setelah berjalan sampai di ujung taman, murid
itu kembali dengan tangan hampa. Guru bertanya, “Mengapa kamu tidak
mendapatkan bunga satu pun?” Ia menjawab, “Sebenarnya aku sudah
menemukannya, tapi tidak kupetik karena kupikir mungkin di depan ada
yang lebih indah.” Di dalam hidup ini, orang selalu ingin
mendapatkan yang paling sempurna, tetapi yang sering terjadi, malah
ia tidak mendapatkan apa-apa. Hanya Tuhan yang sempurna (Mat 5:48).
Pekerjaan-Nya sempurna (Ul 32:4), jalan-Nya sempurna (Maz 18:31),
anugerah-Nya sempurna (Yak 1:17), kasih-Nya sempurna (1 Yoh 4:12).
Karena itu, Rasul Paulus menasihati agar sesama orang yang tidak
sempurna, kita perlu belajar saling menerima, sama seperti Kristus
juga telah menerima kita (Rm 15:7). Itu salah satu cara kita untuk
belajar dan berusaha supaya sempurna (ay. 11). Kita bertumbuh semakin
menyerupai Kristus dengan mendayagunakan sumber daya rohani yang
disediakan bagi kita (ay. 13). Tak perlu kita kecewa bila menemukan
banyak ketidaksempurnaan dalam hidup ini. Kita semua memiliki
idealisme, tapi kita perlu menyikapinya secara realistis. Dalam
berbagai ketidaksempurnaan, kita belajar mengandalkan Allah yang
mahasempurna. Biarlah anugerah, kasih, dan penyertaan-Nya meneguhkan
kita --Lim Ivenina Natasya. KITA PERLU BELAJAR HIDUP DALAM
KETIDAKSEMPURNAAN. DENGAN MENGANDALKAN KESEMPURNAAN TUHAN.
Ibu
Panca – PKS CL 5
Amin,
ya saya rindu untuk terus bisa melayani Tuhan meski ada yang tidak
mengenakan tapi saya hanya fokus pada Tuhan yang saya layani. Amin.
Gbu.

No comments:
Post a Comment