Saturday, 9 July 2016

9 Juli 2016

I AM BLESSED




Matius 20:26, “Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.” Melayani orang lain bisa menjadi pekerjaan yang berat, baik didalam maupun diluar gereja, kalau kita melupakan TUJUAN dari pelayanan yang kita kerjakan . Tanpa KASIH KARUNIA-Nya kita tidak akan mampu melayani sesama . Pasti akan ada banyak PERBEDAAN pendapat saat kita melayani . Berapapun jiwa-jiwa (dalam komunitas yang kita pimpin/yang kita layani sedikit ataupun banyak hendaknya tidak membuat kita khawatir . Di manapun kita ditempatkan, ditengah keluarga, tempat kerja, atau lingkungan tempat tinggal kita, dibutuhkan hikmat agar kita dapat berkomitmen untuk tetap MELAYANI dengan KERELAAN HATI . Amin.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 71:7 – Bagi banyak orang aku seperti TANDA AJAIB, karena TUHAN-lah tempat perlindunganku yang kuat! Wow... keajaiban-keajaiban-NYA selalu kita alami. Makanya kita jadi TANDA AJAIB tak iyee! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Kadangkala TUHAN melakukan hal yang sama terhadap anak-anak-NYA yaitu seperti pohon apel yang harus dibacok/dilukai dulu batangnya supaya berbuah lebat, agar mereka menjadi lebih dewasa & menghasilkan buah yang lebat di dalam hidupnya. TUHAN mengijinkan tekanan & penderitaan terjadi dalam hidup kita, supaya kita belajar taat, sabar, rendah hati, & tidak sombong. Setiap bacokan atau proses pemangkasan selalu mendatangkan rasa sakit, tapi satu-satunya alasan untuk kita tidak meronta ketika TUHAN membacok & membersihkan kita adalah maksud yang indah di balik semua itu. Jika saat ini kita merasakan bahwa TUHAN sedang melakukan suatu proses pendewasaan melalui masalah-masalah yang timbul, konflik, tekanan, sakit penyakit & penderitaan lainnya, tekunlah menjalaninya, karena TUHAN sedang membawa kita pada tingkat kedewasaan yang dikehendakiNYA. DIA mengajar kita untuk bergantung kepadaNYA, DIA akan mendidik kita sampai kita berbuah dengan lebat di dalam hidup kita. “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yohanes 15:4-5). God bless you.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 9 Juli 2016. Berpaling dan Diselamatkan. Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain (Yesaya 45:22). Charles Haddon Spurgeon, pengkhotbah Inggris tersohor abad ke-19, mungkin akan tetap tinggal dalam kegelapan dan keputusasaan jika ia tidak terjebak badai salju dalam perjalanan ke gereja. Ia berbelok ke sebuah gereja kecil. Hanya ada 15 orang di sana. Karena cuaca buruk, pendeta tidak hadir. Seorang jemaat biasa yang rendah hati dan tidak berpendidikan mulai berkhotbah. Ia mengutip Yesaya 45:22. Meskipun tidak fasih berkhotbah, ia berbicara dengan penuh keyakinan, “Sahabat-sahabatku yang kekasih, ini adalah ayat yang paling sederhana. Ayat ini mengatakan, 'Berpalinglah!' Berpaling tidak menimbulkan rasa sakit. Tidak perlu mengangkat kaki atau tangan, hanya berpaling. Orang tidak perlu pergi ke perguruan tinggi untuk mempelajari bagaimana berpaling. Mungkin Anda orang yang paling bodoh, namun anda masih bisa berpaling. Seseorang tidak perlu berumur 1.000 tahun supaya tahu berpaling. Setiap orang bisa berpaling. Anak-anak pun tahu berpaling.” Ya, berpaling, atau dalam bahasa Ibrani panah, berarti memandang ke arah atau bergerak menuju sesuatu atau seseorang. Yesus berkata, “Berpalinglah kepada-Ku dan lihatlah Aku berkeringat darah. Berpalinglah kepada-Ku dan lihatlah, Aku tergantung di kayu salib. Berpalinglah kepada-Ku dan lihatlah, Aku mati dan dikuburkan dan Aku bangkit kembali. Berpalinglah kepada-Ku dan lihatlah, Aku naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Bapa. Hai orang-orang berdosa yang malang, berpalinglah dan lihatlah kepada-Ku!” --Daniel Korre/Renungan Harian. BERPALINGLAH DARI MASALAH DAN LIHATLAH KEPADA YESUS. Selamat pagi. Happy Weekend. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
Orang yang dewasa berusaha untuk sadar dan memahami kebutuhan orang lain.” Xavier Quentin Pranata.

Bp. Hari – PKS CL6
Sabtu, 9 Juli 2016. Bacaan: 2 Korintus 13. Setahun: Mazmur 81-87. Nas: Akhirnya, Saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna (2 Korintus 13:11). Berusaha Sempurna. Seorang murid bertanya, “Bagaimana kita dapat memperoleh sesuatu yang sempurna dalam hidup ini?” Gurunya berkata, “Berjalanlah lurus di taman bunga, petiklah bunga yang menurutmu paling indah, dan jangan pernah kembali ke belakang!” Setelah berjalan sampai di ujung taman, murid itu kembali dengan tangan hampa. Guru bertanya, “Mengapa kamu tidak mendapatkan bunga satu pun?” Ia menjawab, “Sebenarnya aku sudah menemukannya, tapi tidak kupetik karena kupikir mungkin di depan ada yang lebih indah.” Di dalam hidup ini, orang selalu ingin mendapatkan yang paling sempurna, tetapi yang sering terjadi, malah ia tidak mendapatkan apa-apa. Hanya Tuhan yang sempurna (Mat 5:48). Pekerjaan-Nya sempurna (Ul 32:4), jalan-Nya sempurna (Maz 18:31), anugerah-Nya sempurna (Yak 1:17), kasih-Nya sempurna (1 Yoh 4:12). Karena itu, Rasul Paulus menasihati agar sesama orang yang tidak sempurna, kita perlu belajar saling menerima, sama seperti Kristus juga telah menerima kita (Rm 15:7). Itu salah satu cara kita untuk belajar dan berusaha supaya sempurna (ay. 11). Kita bertumbuh semakin menyerupai Kristus dengan mendayagunakan sumber daya rohani yang disediakan bagi kita (ay. 13). Tak perlu kita kecewa bila menemukan banyak ketidaksempurnaan dalam hidup ini. Kita semua memiliki idealisme, tapi kita perlu menyikapinya secara realistis. Dalam berbagai ketidaksempurnaan, kita belajar mengandalkan Allah yang mahasempurna. Biarlah anugerah, kasih, dan penyertaan-Nya meneguhkan kita --Lim Ivenina Natasya. KITA PERLU BELAJAR HIDUP DALAM KETIDAKSEMPURNAAN. DENGAN MENGANDALKAN KESEMPURNAAN TUHAN.

Ibu Panca – PKS CL 5
Amin, ya saya rindu untuk terus bisa melayani Tuhan meski ada yang tidak mengenakan tapi saya hanya fokus pada Tuhan yang saya layani. Amin. Gbu.

No comments:

Post a Comment