I
AM BLESSED
Penginjilan.
Roma 1:15-17, “15Itulah
sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang
diam di Roma. 16Sebab
aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah
kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya,
pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. 17Sebab
di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan
memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: ‘Orang
benar akan hidup oleh iman.‘”
Ayat 15: itulah sebabnya ia berkata: “aku ingin” = bertekad
bulat, tekad seperti itu
adalah inti kedewasaan. Akhirnya Rasul Paulus berkata: aku mempunyai
keyakinan yang kokoh (ayat 16) dengan tidak merasa ragu sama sekali
atas Injil, Paulus siap mengabarkan kabar baik itu karena Injil
adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.
Ayat 17: memberitahukan kepada kita bahwa Injil menyatakan kebenaran
Allah, ketika Injil diberitakan keadilan Allah dinyatakan dan pada
saat yang sama kemurahan Allah juga diberikan, Injil menunjukkan
bagaimana manusia berdosa dapat memiliki hubungan yang benar dengan
Allah, amin. Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah memberitakan
pengharapan kasihNya
seperti Rasul Paulus? Bukan saja seorang teolog tetapi misionaris dan
pembertia Injil yang sangat BERSEMANGAT?
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Selasa, 19 Juli 2016. Karena Cinta. Jadi bekerjalah Yakub
tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun
itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada
Rahel (Kejadian 29:20). Seorang perempuan menggendong anaknya selama
berjam-jam. Seorang pria, temannya, ingin mencoba menggendong anak
itu. Tak berapa lama, kedua tangan pria itu pun gemetar menahan
beban. Pria itu pun buru-buru mengembalikan anak itu kepada ibunya.
Ia heran bagaimana seorang perempuan kurus sanggup menggendong anak
itu begitu lama. Perempuan itu menjawab, “Masalahnya bukan karena
saya tidak lelah, tetapi saya menahan rasa lelah itu. Bukan karena
tidak ada beban, melainkan mau menanggung beban itu. Karena saya
mencintainya. Karena cinta, tidak ada beban yang terlalu berat untuk
dipikul.” Yakub sangat mencintai Rahel. Laban, ayah Rahel,
memberinya syarat bekerja selama tujuh tahun jika ingin mendapatkan
Rahel. Yakub menganggap tujuh tahun itu seperti beberapa hari saja
karena cintanya kepada Rahel (ay. 20). Nyatanya, hal itu baru awal
ujian bagi Yakub sebab Laban memperdayainya. “Bekerjalah tujuh
tahun lagi!” kata Laban. Namun, karena sangat mencintai Rahel,
Yakub tidak merasa berat untuk melaluinya. Bayangkan, empat belas
tahun menunggu memiliki dan menyentuh Rahel, tanpa lelah dan tanpa
berpaling! Ketika kita memandang sebuah pekerjaan sebagai beban yang
berat, hal itu akan benar-benar membebani kita. Begitu juga dengan
pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita. Jika kita melayani tanpa
didasari cinta Tuhan, pelayanan kita tidak akan bertahan lama.
Cintalah yang membuat kita mampu melewati tantangan seberat apa pun
--Samuel Yudi Susanto/Renungan Harian. CINTA TUHAN ITU KUAT DAN
MENGUATKAN KEHIDUPAN KITA, MEMAMPUKAN KITA MENGHADAPI TANTANGAN YANG
BERAT SEKALIPUN. Selamat pagi. Selalu bersyukur. Kasih SetiaNYA lebih
dari hidup. Tuhan Yesus memberkati.
Xavier
Quentin Pranata
“Ada
sahabat yang penuh kasih sayang, ada saudara yang menikam dari
belakang.” Xavier Quentin Pranata.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya
amin! Tuhan akan menyelaraskan pikiran kita dan temukan perkataan
Tuhan yang mengarahkan kita pada destiny (tujuan). Jangan menjadi
bingung atau teralihkan saat kita mengejar rencana akhir-Nya untuk
kita. Pikiran yang tidak diperbaharui, persekutuan yang salah dan
jiwa yang terkontaminasi dapat menyebabkan tujuan Tuhan dalam kita
GUGUR atau TERABORSI. Tuhan akan menempatkan kita pada rencana
kekekalanNya dan mengejar penggenapan FirmanNya TANPA GANGGUAN dan
KEBINGUNGAN. Tuhan dalam kesetiaanNya akan meneruskan dan menegaskan,
serta membangun lebih lagi dalam hati kita dengan mengutus
hamba-hamba-Nya dalam perjalanan kita. Ibrani 6:17-18. Karena itu,
untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan
kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diriNya dengan sumpah,
supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah
tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh
dorongan yang kuat menjangkau pengharapan yang terletak di depan
kita. Amen. Selamat pagi. JBU all.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
Aku
melihat seorang fasik yang gagah sombong, yang tumbuh mekar seperti
pohon aras Libanon, ketika aku lewat, lenyaplah ia, aku mencarinya,
tetapi tidak ditemui (Mazmur 37:35-36). Kudeta untuk merebut
kekuasaan di Turki gagal, lebih dari seratus orang tewas &
ratusan yang luka-luka. Manusia memang pada dasarnya ingin berkuasa,
dimulai dari rumah tangga, kantor tempat bekerja, yayasan sosial,
ormas maupun di gereja, manusia tidak suka dilecehkan oleh karena itu
kekuasaan menjadi tujuan banyak orang agar lebih tinggi dari orang
lain. Menyombongkan diri itu benih-benih keinginan berkuasa, semua
orang ingin lebih baik dari yang lain, ingin tampak lebih luar biasa
dari yang lain. Sejak manusia diciptakan, manusia seringkali tergoda
ingin menjadi penguasa dan berkuasa, Adam jatuh karena ingin sama
dengan Allah. Ketika kuasa itu dimiliki seseorang, tanpa disadarinya
ia sudah mengandalkan kekuatannya sendiri dan mengabaikan kekuasaan
Tuhan. Pemazmur menyadari benar bahwa hidup manusia itu hanya
sementara, manusia itu ringkih, kekuasaan ada masanya, ada batasnya,
sekuat-kuatnya manusia, suatu saat akan mati juga. Seseorang bisa
saja sangat kuat dan besar kuasanya, seperti pohon aras yang terkenal
dengan kayunya yang kokoh, tak tergoyahkan, namun bisa lenyap tak
berbekas. Yesus mengajarkan sesuatu yang berbeda, Ia telah
mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba dan
menjadi sama dengan manusia, suatu pengajaran yang sangat bertolak
belakang dengan keinginan duniawi. Sebagai pengikut Kristus,
kegairahan akan kekuasaan seharusnya jangan banyak menguasai &
memperbudak pikiran kita. Sebaliknya kita harus merendahkan diri kita
dan juga berani melepas hak kita dan menggantinya dengan hal-hal yang
sesuai kehendak-Nya, Alkitab berkata, “Semua yang benar, semua yang
mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang
sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, dan
yang ingin dilihat Allah...., pikirkanlah itu”. God bless.
Ibu
Caroline – Bandung
SAAT
DUKA & BAHAGIA DATANG BERSAMAAN. Pada masa yang sama, Rick
Warren, penulis buku Purpose Driven Life, mengalami dua hal yang
bertolak belakang. Ia menuai kesuksesan besar, karena bukunya
tercetak hingga 15 juta eksemplar. Namun bersamaan dengan itu,
hatinya merasa berat karena istrinya, Kay, diserang kanker. Menyikapi
hal bertentangan ini, Rick berkata, “Saya terbiasa berpikir bahwa
hidup itu ibarat deretan gunung & lembah; kita berjalan melalui
saat-saat gelap, mencapai puncak gunung, kemudian kembali lagi,
begitu terus menerus, atau seperti roda yang berputar. Kini saya
tidak percaya itu lagi. Hidup ini lebih seperti dua jalur kereta api
yang menyatu di ujung, & di sepanjang waktu Anda akan menjumpai
hal baik & juga hal buruk. Sebanyak apapun hal baik yang Anda
terima, anda tetap akan menghadapi hal buruk yang mesti diatasi.
Sebaliknya, seburuk apa pun hidup yang Anda jalani, selalu ada hal
baik yang dapat disyukuri.” Menyadari bahwa manusia tak dapat
menghindar dari hidup yang berdinamika seperti dua “jalur kereta”,
ada 3 nasihat sederhana & bijak, tapi sangat penting untuk selalu
dilakukan, dalam segala keadaaan baik & buruk: BERSUKACITA,
BERDOA, MENGUCAP SYUKUR. Agar ketika suka datang, manusia tak menjadi
takabur. Atau ketika duka menyapa, manusia tak menjadi habis harapan.
Sbab sesungguhnya melalui jalan ini TUHAN menolong manusia untuk
selalu melihat hidupnya secara seimbang. Bahwa hidupnya terselenggara
bukan hanya karena kekuatannya sendiri, tapi selalu ada TUHAN yang
berdaulat. Manusia hidup bukan hanya untuk menikmati dunia, tapi
bahwa ada urusan kekekalan yang harus dipersiapkan sekarang, ibarat
dua jalur rel kereta yang di ujungnya akan bertemu. DUKA &
BAHAGIA KADANG DATANG BERSAMAAN, AGAR KITA TAK LUPA DIRI & LUPA
TUHAN. “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari
pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa
yang bekerja di dalam kita” (Efesus 3:20). GBU.
Ibu
Susan – DPT
Ya
Abba, ya Bapa, segala sesuatu mungkin bagi-Mu, ambillah cawan ini
dari hadapan-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan
apa yang Engkau kehendaki (Markus 14:36). Permohonan yang Sulit.
Penderitaan yang teramat parah sering membuat manusia mempertanyakan
maksud Tuhan. Kita meragukan, bahkan mencurigai Tuhan. “Kalau Tuhan
baik, mengapa Dia membiarkan saya menderita?” Tidak jarang ketika
penyakit tidak tersembuhkan atau persoalan tidak terselesaikan, kita
menyalahkan Tuhan. Doa menjadi pemaksaan kehendak pribadi. “Tuhan,
bukankah tidak ada yang mustahil bagi-Mu? Kalau Tuhan itu kasih,
mengapa Tuhan tidak menyembuhkan saya?” Membaca kisah kesengsaraan
Yesus, tampak sekali keistimewaan pribadi-Nya. Sejak awal Yesus
menyadari bahwa Dia diutus oleh Bapa untuk menanggung dosa kita.
Beberapa kali Yesus memberitahu para murid tentang penderitaan dan
kematian yang Dia bakal hadapi. Bagaimanapun, kesengsaraan yang
dihadapi-Nya luar biasa berat dan berada jauh di atas jangkauan
imajinasi manusia. Penistaan, kesakitan, kecemaran, dan keterpisahan
dengan Bapa merupakan hukuman teramat berat atas dosa seluruh umat
yang harus Yesus tanggung. Dia pun memanjatkan permohonan agar tidak
mengalami penderitaan itu. Namun, Dia mengutamakan kehendak Bapa.
Kehendak Bapa itulah yang akhirnya terwujud. Yesus taat menjalani
seluruh rangkaian penderitaan-Nya hingga mati di kayu salib.
Sepatutnyalah kita berdoa sama seperti Yesus berdoa dalam menghadapi
penderitaan. Memohon kelepasan dari penderitaan atau kesembuhan dari
penyakit tidaklah salah sama sekali. Namun, bila kita tetap harus
menderita, kiranya kita dapat belajar menaati kehendak Bapa atas diri
kita --Heman Elia/Renungan Harian. KETAATAN KITA KEPADA TUHAN
DINYATAKAN PULA MELALUI KERELAAN MENJALANI PENDERITAAN YANG TUHAN
IZINKAN.
GNCC
Orang
bisa: -Berbuat jahat; -Mengkhianati; -Menjegal; -Menghancurkan;
-Menggagalkan; -Berlaku tidak adil terhadap hidupmu, tetapi orang
tidak bisa menggagalkan rencana Tuhan dalam hidupmu. Ayub 42:2, “Aku
tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada
rencana-Mu yang gagal.”
NN
Amin,
puji Tuhan siapapun orangnya yang sudah diselamatkan kita harus
memberitakan Injil Tuhan terus menerus dan sampai akhir kehidupan
kita. Amin. Thanks. Tetap semangat!

No comments:
Post a Comment