Tuesday, 19 July 2016

19 Juli 2016

I AM BLESSED




Penginjilan. Roma 1:15-17, 15Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma. 16Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. 17Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman.‘” Ayat 15: itulah sebabnya ia berkata: “aku ingin” = bertekad bulat, tekad seperti itu adalah inti kedewasaan. Akhirnya Rasul Paulus berkata: aku mempunyai keyakinan yang kokoh (ayat 16) dengan tidak merasa ragu sama sekali atas Injil, Paulus siap mengabarkan kabar baik itu karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. Ayat 17: memberitahukan kepada kita bahwa Injil menyatakan kebenaran Allah, ketika Injil diberitakan keadilan Allah dinyatakan dan pada saat yang sama kemurahan Allah juga diberikan, Injil menunjukkan bagaimana manusia berdosa dapat memiliki hubungan yang benar dengan Allah, amin. Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah memberitakan pengharapan kasihNya seperti Rasul Paulus? Bukan saja seorang teolog tetapi misionaris dan pembertia Injil yang sangat BERSEMANGAT?

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 19 Juli 2016. Karena Cinta. Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel (Kejadian 29:20). Seorang perempuan menggendong anaknya selama berjam-jam. Seorang pria, temannya, ingin mencoba menggendong anak itu. Tak berapa lama, kedua tangan pria itu pun gemetar menahan beban. Pria itu pun buru-buru mengembalikan anak itu kepada ibunya. Ia heran bagaimana seorang perempuan kurus sanggup menggendong anak itu begitu lama. Perempuan itu menjawab, “Masalahnya bukan karena saya tidak lelah, tetapi saya menahan rasa lelah itu. Bukan karena tidak ada beban, melainkan mau menanggung beban itu. Karena saya mencintainya. Karena cinta, tidak ada beban yang terlalu berat untuk dipikul.” Yakub sangat mencintai Rahel. Laban, ayah Rahel, memberinya syarat bekerja selama tujuh tahun jika ingin mendapatkan Rahel. Yakub menganggap tujuh tahun itu seperti beberapa hari saja karena cintanya kepada Rahel (ay. 20). Nyatanya, hal itu baru awal ujian bagi Yakub sebab Laban memperdayainya. “Bekerjalah tujuh tahun lagi!” kata Laban. Namun, karena sangat mencintai Rahel, Yakub tidak merasa berat untuk melaluinya. Bayangkan, empat belas tahun menunggu memiliki dan menyentuh Rahel, tanpa lelah dan tanpa berpaling! Ketika kita memandang sebuah pekerjaan sebagai beban yang berat, hal itu akan benar-benar membebani kita. Begitu juga dengan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita. Jika kita melayani tanpa didasari cinta Tuhan, pelayanan kita tidak akan bertahan lama. Cintalah yang membuat kita mampu melewati tantangan seberat apa pun --Samuel Yudi Susanto/Renungan Harian. CINTA TUHAN ITU KUAT DAN MENGUATKAN KEHIDUPAN KITA, MEMAMPUKAN KITA MENGHADAPI TANTANGAN YANG BERAT SEKALIPUN. Selamat pagi. Selalu bersyukur. Kasih SetiaNYA lebih dari hidup. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
Ada sahabat yang penuh kasih sayang, ada saudara yang menikam dari belakang.” Xavier Quentin Pranata.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Tuhan akan menyelaraskan pikiran kita dan temukan perkataan Tuhan yang mengarahkan kita pada destiny (tujuan). Jangan menjadi bingung atau teralihkan saat kita mengejar rencana akhir-Nya untuk kita. Pikiran yang tidak diperbaharui, persekutuan yang salah dan jiwa yang terkontaminasi dapat menyebabkan tujuan Tuhan dalam kita GUGUR atau TERABORSI. Tuhan akan menempatkan kita pada rencana kekekalanNya dan mengejar penggenapan FirmanNya TANPA GANGGUAN dan KEBINGUNGAN. Tuhan dalam kesetiaanNya akan meneruskan dan menegaskan, serta membangun lebih lagi dalam hati kita dengan mengutus hamba-hamba-Nya dalam perjalanan kita. Ibrani 6:17-18. Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diriNya dengan sumpah, supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. Amen. Selamat pagi. JBU all.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Aku melihat seorang fasik yang gagah sombong, yang tumbuh mekar seperti pohon aras Libanon, ketika aku lewat, lenyaplah ia, aku mencarinya, tetapi tidak ditemui (Mazmur 37:35-36). Kudeta untuk merebut kekuasaan di Turki gagal, lebih dari seratus orang tewas & ratusan yang luka-luka. Manusia memang pada dasarnya ingin berkuasa, dimulai dari rumah tangga, kantor tempat bekerja, yayasan sosial, ormas maupun di gereja, manusia tidak suka dilecehkan oleh karena itu kekuasaan menjadi tujuan banyak orang agar lebih tinggi dari orang lain. Menyombongkan diri itu benih-benih keinginan berkuasa, semua orang ingin lebih baik dari yang lain, ingin tampak lebih luar biasa dari yang lain. Sejak manusia diciptakan, manusia seringkali tergoda ingin menjadi penguasa dan berkuasa, Adam jatuh karena ingin sama dengan Allah. Ketika kuasa itu dimiliki seseorang, tanpa disadarinya ia sudah mengandalkan kekuatannya sendiri dan mengabaikan kekuasaan Tuhan. Pemazmur menyadari benar bahwa hidup manusia itu hanya sementara, manusia itu ringkih, kekuasaan ada masanya, ada batasnya, sekuat-kuatnya manusia, suatu saat akan mati juga. Seseorang bisa saja sangat kuat dan besar kuasanya, seperti pohon aras yang terkenal dengan kayunya yang kokoh, tak tergoyahkan, namun bisa lenyap tak berbekas. Yesus mengajarkan sesuatu yang berbeda, Ia telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia, suatu pengajaran yang sangat bertolak belakang dengan keinginan duniawi. Sebagai pengikut Kristus, kegairahan akan kekuasaan seharusnya jangan banyak menguasai & memperbudak pikiran kita. Sebaliknya kita harus merendahkan diri kita dan juga berani melepas hak kita dan menggantinya dengan hal-hal yang sesuai kehendak-Nya, Alkitab berkata, “Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, dan yang ingin dilihat Allah...., pikirkanlah itu”. God bless.

Ibu Caroline – Bandung
SAAT DUKA & BAHAGIA DATANG BERSAMAAN. Pada masa yang sama, Rick Warren, penulis buku Purpose Driven Life, mengalami dua hal yang bertolak belakang. Ia menuai kesuksesan besar, karena bukunya tercetak hingga 15 juta eksemplar. Namun bersamaan dengan itu, hatinya merasa berat karena istrinya, Kay, diserang kanker. Menyikapi hal bertentangan ini, Rick berkata, “Saya terbiasa berpikir bahwa hidup itu ibarat deretan gunung & lembah; kita berjalan melalui saat-saat gelap, mencapai puncak gunung, kemudian kembali lagi, begitu terus menerus, atau seperti roda yang berputar. Kini saya tidak percaya itu lagi. Hidup ini lebih seperti dua jalur kereta api yang menyatu di ujung, & di sepanjang waktu Anda akan menjumpai hal baik & juga hal buruk. Sebanyak apapun hal baik yang Anda terima, anda tetap akan menghadapi hal buruk yang mesti diatasi. Sebaliknya, seburuk apa pun hidup yang Anda jalani, selalu ada hal baik yang dapat disyukuri.” Menyadari bahwa manusia tak dapat menghindar dari hidup yang berdinamika seperti dua “jalur kereta”, ada 3 nasihat sederhana & bijak, tapi sangat penting untuk selalu dilakukan, dalam segala keadaaan baik & buruk: BERSUKACITA, BERDOA, MENGUCAP SYUKUR. Agar ketika suka datang, manusia tak menjadi takabur. Atau ketika duka menyapa, manusia tak menjadi habis harapan. Sbab sesungguhnya melalui jalan ini TUHAN menolong manusia untuk selalu melihat hidupnya secara seimbang. Bahwa hidupnya terselenggara bukan hanya karena kekuatannya sendiri, tapi selalu ada TUHAN yang berdaulat. Manusia hidup bukan hanya untuk menikmati dunia, tapi bahwa ada urusan kekekalan yang harus dipersiapkan sekarang, ibarat dua jalur rel kereta yang di ujungnya akan bertemu. DUKA & BAHAGIA KADANG DATANG BERSAMAAN, AGAR KITA TAK LUPA DIRI & LUPA TUHAN. “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita” (Efesus 3:20). GBU.

Ibu Susan – DPT
Ya Abba, ya Bapa, segala sesuatu mungkin bagi-Mu, ambillah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki (Markus 14:36). Permohonan yang Sulit. Penderitaan yang teramat parah sering membuat manusia mempertanyakan maksud Tuhan. Kita meragukan, bahkan mencurigai Tuhan. “Kalau Tuhan baik, mengapa Dia membiarkan saya menderita?” Tidak jarang ketika penyakit tidak tersembuhkan atau persoalan tidak terselesaikan, kita menyalahkan Tuhan. Doa menjadi pemaksaan kehendak pribadi. “Tuhan, bukankah tidak ada yang mustahil bagi-Mu? Kalau Tuhan itu kasih, mengapa Tuhan tidak menyembuhkan saya?” Membaca kisah kesengsaraan Yesus, tampak sekali keistimewaan pribadi-Nya. Sejak awal Yesus menyadari bahwa Dia diutus oleh Bapa untuk menanggung dosa kita. Beberapa kali Yesus memberitahu para murid tentang penderitaan dan kematian yang Dia bakal hadapi. Bagaimanapun, kesengsaraan yang dihadapi-Nya luar biasa berat dan berada jauh di atas jangkauan imajinasi manusia. Penistaan, kesakitan, kecemaran, dan keterpisahan dengan Bapa merupakan hukuman teramat berat atas dosa seluruh umat yang harus Yesus tanggung. Dia pun memanjatkan permohonan agar tidak mengalami penderitaan itu. Namun, Dia mengutamakan kehendak Bapa. Kehendak Bapa itulah yang akhirnya terwujud. Yesus taat menjalani seluruh rangkaian penderitaan-Nya hingga mati di kayu salib. Sepatutnyalah kita berdoa sama seperti Yesus berdoa dalam menghadapi penderitaan. Memohon kelepasan dari penderitaan atau kesembuhan dari penyakit tidaklah salah sama sekali. Namun, bila kita tetap harus menderita, kiranya kita dapat belajar menaati kehendak Bapa atas diri kita --Heman Elia/Renungan Harian. KETAATAN KITA KEPADA TUHAN DINYATAKAN PULA MELALUI KERELAAN MENJALANI PENDERITAAN YANG TUHAN IZINKAN.

GNCC
Orang bisa: -Berbuat jahat; -Mengkhianati; -Menjegal; -Menghancurkan; -Menggagalkan; -Berlaku tidak adil terhadap hidupmu, tetapi orang tidak bisa menggagalkan rencana Tuhan dalam hidupmu. Ayub 42:2, “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.”

NN
Amin, puji Tuhan siapapun orangnya yang sudah diselamatkan kita harus memberitakan Injil Tuhan terus menerus dan sampai akhir kehidupan kita. Amin. Thanks. Tetap semangat!

No comments:

Post a Comment