Friday, 8 July 2016

8 Juli 2016

I AM BLESSED




Galatia 6:9-10, 9Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. 10Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” Rasul Paulus mendorong kita untuk BERBUAT BAIK kepada semua orang , tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman . Kita dapat menolong orang lain dengan cara menunjukkan perhatian dan berbuat baik kepadanya & kita dapat menuai haslinya . Tuhan, berikan kami KERENDAHAN HATI, yaitu hati yang terbeban melihat kebutuhan sesama agar kami dapat menunjukkan KEBAIKANMU dalam sikap, perkataan dan perbuatan kami. Mampukan kami untuk melakukannya bagaimanapun caranya terhadap siapa saja. Tuhan tolong kami untuk tidak menjadi lemah ketika kami BERBUAT BAIK hari ini, kami bersyukur suatu hari nanti kami akan bersamaMu dalam sukacita abadi. Amin.

Xavier Quentin Pranata
Sahabat yang baik selalu ada di saat kita membutuhkannya.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 8 Juli 2016. Kesaksian yang Jujur. Jika ya, hendaklah kamu katakan: Ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: Tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat (Matius 5:37). Kata “kesaksian” tentu tidak asing lagi bagi telinga kita. Tidak jarang dalam kebaktian, jemaat diberi kesempatan untuk bersaksi tentang pengalaman hidupnya bersama Tuhan. Ya, kesaksian adalah pernyataan yang disampaikan seseorang tentang peristiwa yang ia saksikan atau yang ia alami. Rasul Paulus menceritakan kesaksiannya secara benar, apa adanya, dan jujur. Ia bersaksi bahwa ia mengabdikan diri sepenuhnya bagi hukum Allah. Ia bekerja bagi Allah seperti para pendengarnya yang giat memelihara hukum Allah. Ia juga berusaha menangkap dan memenjarakan dan menganiaya para pengikut Kristus sampai mereka mati. Namun, dalam perjalanannya menuju Damsyik, Tuhan mengalangi rencana busuknya. Pertemuan itulah yang mengubah dirinya dan menjadikannya percaya kepada Yesus. Ia menyaksikan pengalaman pertobatannya dengan benar dan jujur, sekalipun berisiko membuat pendengarnya marah. Integritas seseorang diuji dari kejujuran perkataannya, khususnya ketika ia bersaksi tentang pengalaman hidupnya di depan banyak orang. Apakah ia menyampaikan kesaksiannya secara benar? Firman Tuhan mengingatkan supaya perkataan kita adalah perkataan yang jujur. Jika ya, hendaklah kita katakan: ya, jika tidak, hendaklah kita katakan: tidak. Apa yang lebih dari itu berasal dari si jahat (Mat 5:37). Sebab itu, jika kita bersaksi, kita harus menyampaikan secara jujur tepat seperti yang kita alami. Dan kesaksian kita hendaknya bertujuan untuk memuliakan Kristus, bukan memuliakan diri sendiri --Samuel Yudi Susanto/Renungan Harian. SETIAP PERKATAAN DALAM KESAKSIAN KITA HARUS TEPAT DAN SESUAI DENGAN YANG KITA ALAMI. Selamat pagi. Tuhan Yesus baik. Tuhan Yesus mengasihimu.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 104:31 – Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-NYA! Segala puji, hormat dan kemuliaan hanya bagi YESUS. Terlalu banyak pertolongan-pertolongan-NYA yang ajaib bagi kita. Terima kasih YESUSku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:

Post a Comment