I
AM BLESSED
Galatia
6:9-10, “9Janganlah
kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya,
kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. 10Karena
itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik
kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.”
Rasul Paulus mendorong kita untuk BERBUAT BAIK kepada semua orang ,
tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman .
Kita dapat menolong orang lain dengan cara menunjukkan perhatian dan
berbuat baik kepadanya & kita dapat menuai haslinya .
Tuhan, berikan kami KERENDAHAN HATI, yaitu hati yang terbeban melihat
kebutuhan sesama agar kami dapat menunjukkan KEBAIKANMU dalam sikap,
perkataan dan perbuatan kami. Mampukan kami untuk melakukannya
bagaimanapun caranya terhadap siapa saja. Tuhan tolong kami untuk
tidak menjadi lemah ketika kami BERBUAT BAIK hari ini, kami bersyukur
suatu hari nanti kami akan bersamaMu dalam sukacita abadi. Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Sahabat
yang baik selalu ada di saat kita membutuhkannya.” Xavier Quentin
Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Jumat, 8 Juli 2016. Kesaksian yang Jujur. Jika ya, hendaklah
kamu katakan: Ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: Tidak. Apa yang
lebih daripada itu berasal dari si jahat (Matius 5:37). Kata
“kesaksian” tentu tidak asing lagi bagi telinga kita. Tidak
jarang dalam kebaktian, jemaat diberi kesempatan untuk bersaksi
tentang pengalaman hidupnya bersama Tuhan. Ya, kesaksian adalah
pernyataan yang disampaikan seseorang tentang peristiwa yang ia
saksikan atau yang ia alami. Rasul Paulus menceritakan kesaksiannya
secara benar, apa adanya, dan jujur. Ia bersaksi bahwa ia mengabdikan
diri sepenuhnya bagi hukum Allah. Ia bekerja bagi Allah seperti para
pendengarnya yang giat memelihara hukum Allah. Ia juga berusaha
menangkap dan memenjarakan dan menganiaya para pengikut Kristus
sampai mereka mati. Namun, dalam perjalanannya menuju Damsyik, Tuhan
mengalangi rencana busuknya. Pertemuan itulah yang mengubah dirinya
dan menjadikannya percaya kepada Yesus. Ia menyaksikan pengalaman
pertobatannya dengan benar dan jujur, sekalipun berisiko membuat
pendengarnya marah. Integritas seseorang diuji dari kejujuran
perkataannya, khususnya ketika ia bersaksi tentang pengalaman
hidupnya di depan banyak orang. Apakah ia menyampaikan kesaksiannya
secara benar? Firman Tuhan mengingatkan supaya perkataan kita adalah
perkataan yang jujur. Jika ya, hendaklah kita katakan: ya, jika
tidak, hendaklah kita katakan: tidak. Apa yang lebih dari itu berasal
dari si jahat (Mat 5:37). Sebab itu, jika kita bersaksi, kita harus
menyampaikan secara jujur tepat seperti yang kita alami. Dan
kesaksian kita hendaknya bertujuan untuk memuliakan Kristus, bukan
memuliakan diri sendiri --Samuel Yudi Susanto/Renungan Harian. SETIAP
PERKATAAN DALAM KESAKSIAN KITA HARUS TEPAT DAN SESUAI DENGAN YANG
KITA ALAMI. Selamat pagi. Tuhan Yesus baik. Tuhan Yesus mengasihimu.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz
104:31 – Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya,
biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-NYA! Segala
puji, hormat dan kemuliaan hanya bagi YESUS. Terlalu banyak
pertolongan-pertolongan-NYA yang ajaib bagi kita. Terima kasih
YESUSku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:
Post a Comment