Sunday, 24 July 2016

24 Juli 2016

I AM BLESSED




1 Korintus 3:6-9. Ayat 8: “Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing- masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.” Rasul Paulus mengkhawatirkan jemaat di Korintus (kita) yang telah mengalihkan perhatian mereka/kita dari Kristus. Paulus dan Apolos adalah hamba Tuhan yang terkenal masa itu. Jemaat pun terpecah antara mengikuti Paulus dan yang mengikuti Apolos, mereka memusatkan perhatian kepada pribadi yang salah dengan mengikuti para pengajar bukan Sang Juru Selamat. Paulus menegur mereka, kita ini “Kawan Sekerja Allah” tidak penting siapa yang menanam atau yang menyiram, karena hanya Allah yang memberikan upah/nilai & hanya Allah yang memberikan pertumbuhan. Jemaat Korintus (kita) bukan milik Paulus atau Apolos (hamba Tuhan) tetapi jiwa-jiwa adalah milik Tuhan. Amin. Yesus memerintahkan kita untuk memuridkan & mengajar mereka tentang dirinya bahkan penulis kitab Ibrani juga mengingatkan kita untuk terus memandang kepada Yesus yang memimpin & menyempurnakan iman (Ibrani 12:2). Kristus dimuliakan ketika kita memusatkan perhatian kita kepadaNya. Amin.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 115:12-13 – TUHAN telah mengingat kita; IA akan memberkati... Memberkati orang-orang yang takut akan TUHAN, yang kecil maupun besar! YESUS sumber BERKATku... kita pasti diberkati jasmani terlebih rohani! Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Shallom dan selamat hari minggu. “Sebab semua yang ada didalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia” (1 Yohanes 2:15-17). Dunia ingin menguasai kehidupan kita. Iblis mengintai dan menghendaki kita binasa bersama dunia ini. Iblis dengan segala cara berusaha untuk mencobai kita dengan menawarkan kenikmatan dan keindahan dunia ini. Daging kita begitu lemah sehingga sangat mudah dijerat oleh iblis. Namun Tuhan memberikan kepada setiap orang yang bersandar kepadaNya, kekuatan dan kemampuan untuk melawan daya pikat iblis. Tidak ada alasan untuk kalah dari iblis, kecuali kita menyerah kepada keinginan daging. Siapa yang tidak kenal Daud? Dengan senjata yang sangat sederhana ia berhasil mengalahkan Goliat, manusia raksasa itu. Daud tahu kekuasaan Tuhannya dan ia menikmati kemenangan demi kemenangan dari semua musuh-musuhnya. Namun ternyata Daud kalah terhadap dirinya sendiri. Daud gagal mengalahkan keinginan dagingnya, ia berzinah dengan Betsyeba, membunuh Uria suami dari Betsyeba. Apakah Daud kurang percaya Tuhan? Apakah Daud kurang mencintai Tuhan? Musuh terbesar kita bukan apa yang ada diluar, karena iblis telah dikalahkan Yesus. Musuh kita adalah daging kita dan segala keinginannya. Kita harus waspada dengan diri kita sendiri! Renungkan dan jadilah bijak.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 24 Juli 2016. Bukti Kedekatan Kita. Kemudian berkatalah raja: “Tidak adakah lagi orang yang tinggal dari keluarga Saul? Aku hendak menunjukkan kepadanya kasih...” (2 Samuel 9:3). Berbuat baik kepada orang yang baik itu biasa. Mengasihi orang yang berbuat baik kepada kita itu juga biasa. Apa yang tidak biasa? Yang tidak biasa, ketika kita telah berbuat baik kepada seseorang, orang itu berkhianat dan membalas kebaikan dengan perbuatan jahat. Nah, semakin tidak biasa lagi ketika kita—sekalipun dikhianati dan diperlakukan dengan tidak adil—tetap mau menunjukkan kasih Allah kepada orang itu. Sikap itulah yang ditunjukkan Daud. Hampir sepanjang Daud mengenal Saul, ia jarang mendapatkan hal yang baik dari Saul. Saul malah terus-menerus berupaya membunuhnya. Apa yang dilakukan Daud? Ia membalas perbuatan Saul dengan kebaikan dan kasih! Bahkan Daud melanjutkan kasihnya kepada Yonatan dan keturunan Saul lainnya. Kasihnya kepada Mefiboset menunjukkan kebaikan Daud. Pertama, konsistensi dan komitmennya terhadap perjanjian dengan Yonatan (1 Sam. 20:8). Kedua, ketulusan dan kesetiaannya dalam menyatakan kasih Allah kepada keluarga Saul (ay. 3). Ketiga, ia tidak mengambil milik orang lain. Daud memberikan segala milik Saul kepada Mefiboset (ay. 9). Daud membuktikan kedekatan-Nya dengan Allah melalui kasih dan kebaikannya pada setiap orang, bahkan kepada orang yang telah berlaku jahat kepadanya. Banyak orang mengaku dirinya memiliki hubungan yang baik dan dekat dengan Allah, tetapi ia tidak menunjukkan kasih kepada sesama. Jika kita memiliki hubungan dekat dengan-Nya, kita akan mewarisi karakter-Nya, yaitu membalas air tuba dengan air susu —SYS. KEDEKATAN DAN KASIH KITA KEPADA ALLAH TERPANCAR MELALUI KASIH DAN KEBAIKAN KITA KEPADA SESAMA. Selamat pagi. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
Kehidupan yang terlalu nyaman seringkali justru merupakan ancaman bagi kesehatan.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment