I
AM BLESSED
1
Korintus 3:6-9. Ayat 8:
“Baik yang menanam
maupun yang menyiram adalah sama; dan masing- masing akan menerima
upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.”
Rasul Paulus mengkhawatirkan jemaat di Korintus (kita) yang telah
mengalihkan perhatian mereka/kita dari Kristus. Paulus dan Apolos
adalah hamba Tuhan yang terkenal masa itu. Jemaat pun terpecah antara
mengikuti Paulus dan yang mengikuti Apolos, mereka memusatkan
perhatian kepada pribadi yang salah dengan mengikuti para pengajar
bukan Sang Juru Selamat. Paulus menegur mereka, kita ini “Kawan
Sekerja Allah” tidak penting siapa yang menanam atau yang menyiram,
karena hanya Allah yang memberikan upah/nilai & hanya Allah yang
memberikan pertumbuhan. Jemaat Korintus (kita) bukan milik Paulus
atau Apolos (hamba Tuhan) tetapi jiwa-jiwa adalah milik Tuhan. Amin.
Yesus memerintahkan kita untuk memuridkan & mengajar mereka
tentang dirinya bahkan penulis kitab Ibrani juga mengingatkan kita
untuk terus memandang kepada Yesus yang memimpin & menyempurnakan
iman (Ibrani 12:2). Kristus dimuliakan ketika kita memusatkan
perhatian kita kepadaNya. Amin.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz
115:12-13 – TUHAN telah mengingat kita; IA akan memberkati...
Memberkati orang-orang yang takut akan TUHAN, yang kecil maupun
besar! YESUS sumber BERKATku... kita pasti diberkati jasmani terlebih
rohani! Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA
Ministry.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
Shallom
dan selamat hari minggu. “Sebab semua yang ada didalam dunia, yaitu
keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah
berasal dari Bapa, melainkan dari dunia” (1 Yohanes 2:15-17). Dunia
ingin menguasai kehidupan kita. Iblis mengintai dan menghendaki kita
binasa bersama dunia ini. Iblis dengan segala cara berusaha untuk
mencobai kita dengan menawarkan kenikmatan dan keindahan dunia ini.
Daging kita begitu lemah sehingga sangat mudah dijerat oleh iblis.
Namun Tuhan memberikan kepada setiap orang yang bersandar kepadaNya,
kekuatan dan kemampuan untuk melawan daya pikat iblis. Tidak ada
alasan untuk kalah dari iblis, kecuali kita menyerah kepada keinginan
daging. Siapa yang tidak kenal Daud? Dengan senjata yang sangat
sederhana ia berhasil mengalahkan Goliat, manusia raksasa itu. Daud
tahu kekuasaan Tuhannya dan ia menikmati kemenangan demi kemenangan
dari semua musuh-musuhnya. Namun ternyata Daud kalah terhadap dirinya
sendiri. Daud gagal mengalahkan keinginan dagingnya, ia berzinah
dengan Betsyeba, membunuh Uria suami dari Betsyeba. Apakah Daud
kurang percaya Tuhan? Apakah Daud kurang mencintai Tuhan? Musuh
terbesar kita bukan apa yang ada diluar, karena iblis telah
dikalahkan Yesus. Musuh kita adalah daging kita dan segala
keinginannya. Kita harus waspada dengan diri kita sendiri! Renungkan
dan jadilah bijak.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Minggu, 24 Juli 2016. Bukti Kedekatan Kita. Kemudian
berkatalah raja: “Tidak adakah lagi orang yang tinggal dari
keluarga Saul? Aku hendak menunjukkan kepadanya kasih...” (2 Samuel
9:3). Berbuat baik kepada orang yang baik itu biasa. Mengasihi orang
yang berbuat baik kepada kita itu juga biasa. Apa yang tidak biasa?
Yang tidak biasa, ketika kita telah berbuat baik kepada seseorang,
orang itu berkhianat dan membalas kebaikan dengan perbuatan jahat.
Nah, semakin tidak biasa lagi ketika kita—sekalipun dikhianati dan
diperlakukan dengan tidak adil—tetap mau menunjukkan kasih Allah
kepada orang itu. Sikap itulah yang ditunjukkan Daud. Hampir
sepanjang Daud mengenal Saul, ia jarang mendapatkan hal yang baik
dari Saul. Saul malah terus-menerus berupaya membunuhnya. Apa yang
dilakukan Daud? Ia membalas perbuatan Saul dengan kebaikan dan kasih!
Bahkan Daud melanjutkan kasihnya kepada Yonatan dan keturunan Saul
lainnya. Kasihnya kepada Mefiboset menunjukkan kebaikan Daud.
Pertama, konsistensi dan komitmennya terhadap perjanjian dengan
Yonatan (1 Sam. 20:8). Kedua, ketulusan dan kesetiaannya dalam
menyatakan kasih Allah kepada keluarga Saul (ay. 3). Ketiga, ia tidak
mengambil milik orang lain. Daud memberikan segala milik Saul kepada
Mefiboset (ay. 9). Daud membuktikan kedekatan-Nya dengan Allah
melalui kasih dan kebaikannya pada setiap orang, bahkan kepada orang
yang telah berlaku jahat kepadanya. Banyak orang mengaku dirinya
memiliki hubungan yang baik dan dekat dengan Allah, tetapi ia tidak
menunjukkan kasih kepada sesama. Jika kita memiliki hubungan dekat
dengan-Nya, kita akan mewarisi karakter-Nya, yaitu membalas air tuba
dengan air susu —SYS. KEDEKATAN DAN KASIH KITA KEPADA ALLAH
TERPANCAR MELALUI KASIH DAN KEBAIKAN KITA KEPADA SESAMA. Selamat
pagi. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati.
Xavier
Quentin Pranata
“Kehidupan
yang terlalu nyaman seringkali justru merupakan ancaman bagi
kesehatan.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment