Thursday, 28 July 2016

28 Juli 2016

I AM BLESSED




Memberitakan Firman Tuhan. Rasul Paulus menulis kepada Timotius: 2 Timotius 2:15, “Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.” Jika kita punya teman yang sedang mengalami pergumulan iman, maupun sedang menghadapi masalah, kita mempunyai kesempatan istimewa (tidak perlu malu) untuk mendoakannya, membawanya untuk datang kepada Yesus (Satu-SatuNya Pribadi yang sanggup menjawab kebutuhan mereka yang terdalam). Melalui “Firman Tuhan” yang kita bagikan, ada kuasa kesembuhan, ada jaminan hidup kekal, bahkan ada janji-janjiNya yang hidup bagi setiap kita yang percaya. Amin. Sudahkah kita membagikan firmanNya hari ini?

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
1 Sam 14:6b – Sebab bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang! Wow, luar biasa... Kuncinya ditangan TUHAN YESUS, andalkan DIA. Awali semua kegiatan kita dengan DOA lebih dahulu! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Xavier Quentin Pranata
Saat bertemu jalan buntu di sekeliling kita, mengapa tidak mengarahkan mata ke atas?” Xavier Quentin Pranata.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Kalau ada yang memberi bibit bunga, janganlah kamu buang, tapi tanamlah & kelak ia akan memberi aroma semerbak bagi sekelilingnya. Kalau ada yang memberi lampu, pasanglah, karena ia kelak akan memberi cahaya dalam kegelapan. Kalau orang lain mengasihimu, bagi & teruskanlah kasih itu, kelak kamu akan menjadi berkat bagi orang lain. Bunga itu beraroma, bukan hanya untuk dirinya tapi bagi siapa saja. Cahaya itu memberi terang, jelas juga bukan untuk dirinya tapi untuk kita. Kasih itu akan berbuah kalau kita bagikan kepada orang lain. Karena itu TUHAN mengatakan, “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang” (Matius 12:20). Jadikanlah hari-hari kita menjadi bingkai hidup yang berguna untuk TUHAN, diri kita sendiri, keluarga & juga sesama. Kita dipanggil membangun lingkaran hidup yang sempurna, maka sekali lagi jadilah berkat bagi siapa saja. Menjadi Berkat lewat Perkataan & Perbuatan. Hendaklah yang keluar dari mulut kita adalah sapaan indah, damai, teduh, membangun & menyejukan, & bukan sebaliknya, pedas, menyakitkan, menyinggung, gossip, fitnah apalagi kutuk. Hendaknya kita hadir sebagai sahabat & saudara untuk membuat hidup itu lebih indah, & bukan sebagai orang asing apalagi musuh yang membuat hidup makin terasing & gersang. Kalau kita tak bisa menghibur orang lain, janganlah kita membuatnya bersedih. Kalau kita belum mampu membuat orang lain tertawa, janganlah membuatnya menangis. Kalau kita tak mampu menjadi sahabat bagi orang lain, janganlah menjadi musuh yang menjadi batu sandungan untuknya. YESUS mengatakan, “Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku” (Matius 12:50). God bless you.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 28 Juli 2016. Bijak Memberi. Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi... (Matius 7:6). Trouble sangat beruntung. Ia menerima warisan sebesar 12 juta dolar AS dari Leona Helmsley, seorang miliuner perhotelan di Amerika Serikat. Surat wasiatnya dibacakan di pengadilan New York pada 28 Agustus 2007. Siapakah Trouble? Ia adalah anjing kesayangan keluarga Helmsley. Tuhan Yesus menasihati kita untuk tidak memberikan barang yang kudus kepada anjing. Kisah Trouble itu, tentu saja, mengusik hati kita. Tetapi, siapakah “anjing” yang dimaksud Yesus? Mungkin bukan sejenis binatang, melainkan “karakter buruk” orang yang gemar “menggigit” kesetiaan dan kepercayaan kita. Tuhan juga mengingatkan kita untuk tidak memberikan mutiara kepada babi supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu binatang itu berbalik mengoyak kita. Dan, siapakah “babi” itu? Mungkin bukan binatang berkaki empat yang jorok, melainkan “sikap jahat” yang suka menginjak dan mengoyak ketulusan hati kita--”mutiara” paling berharga dalam hal memberi. Sabda Yesus mengajarkan bahwa memberi bukan tentang ketulusan hati saja, tetapi juga harus bijak. Memberi bukan sekadar melempar berkat, tetapi mengemban maksud baik untuk merahmati orang lain. Setiap pemberian kiranya bermanfaat, tidak untuk disia-siakan, ditelantarkan, dan akhirnya mubazir. Itulah sabda Tuhan kepada kita, agar bijak dalam memberikan berkat yang kita terima dari-Nya. Marilah kita yang diberkati dalam nama Tuhan, bermurah hati merahmati orang yang membutuhkan pertolongan kita sesuai dengan sabda-Nya --Agus Santosa/Renungan Harian. APA PUN YANG TUHAN DAPAT BERIKAN MELALUI ANDA, DIA AKAN MEMBERIKANNYA KEPADA ANDA --E.V. HILL. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Panca – PKS CL 5
Amin, puji Tuhan Roh Kudus-Nya yang mendorong, memampukan untuk dapat melakukan dengan keberanian, melangkahkan kaki ini untuk dapat merangkul jiwa-jiwa yang dalam pergumulan iman maupun sedang menghadapi masalah, saya yakin Roh Kudus akan menolongnya dan memberikan kekuatan damai sejahtera, apabila kita peduli mereka. Amin. Thanks. Gbu.

No comments:

Post a Comment