I
AM BLESSED
Memberitakan
Firman Tuhan.
Rasul Paulus menulis kepada Timotius: 2 Timotius 2:15, “Usahakanlah
supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang
tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan
kebenaran itu.”
Jika kita punya teman yang sedang mengalami pergumulan iman, maupun
sedang menghadapi masalah, kita mempunyai kesempatan istimewa (tidak
perlu malu) untuk mendoakannya, membawanya untuk datang kepada Yesus
(Satu-SatuNya Pribadi yang sanggup menjawab kebutuhan mereka yang
terdalam). Melalui “Firman Tuhan” yang kita bagikan, ada kuasa
kesembuhan, ada jaminan hidup kekal, bahkan ada janji-janjiNya yang
hidup bagi setiap kita yang percaya. Amin. Sudahkah kita membagikan
firmanNya hari ini?
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
1
Sam 14:6b – Sebab bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong baik dengan
banyak orang maupun dengan sedikit orang! Wow, luar biasa... Kuncinya
ditangan TUHAN YESUS, andalkan DIA. Awali semua kegiatan kita dengan
DOA lebih dahulu! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Xavier
Quentin Pranata
“Saat
bertemu jalan buntu di sekeliling kita, mengapa tidak mengarahkan
mata ke atas?” Xavier Quentin Pranata.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
Kalau
ada yang memberi bibit bunga, janganlah kamu buang, tapi tanamlah &
kelak ia akan memberi aroma semerbak bagi sekelilingnya. Kalau ada
yang memberi lampu, pasanglah, karena ia kelak akan memberi cahaya
dalam kegelapan. Kalau orang lain mengasihimu, bagi & teruskanlah
kasih itu, kelak kamu akan menjadi berkat bagi orang lain. Bunga itu
beraroma, bukan hanya untuk dirinya tapi bagi siapa saja. Cahaya itu
memberi terang, jelas juga bukan untuk dirinya tapi untuk kita. Kasih
itu akan berbuah kalau kita bagikan kepada orang lain. Karena itu
TUHAN mengatakan, “Buluh yang patah terkulai tidak akan
diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan
dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang” (Matius
12:20). Jadikanlah hari-hari kita menjadi bingkai hidup yang berguna
untuk TUHAN, diri kita sendiri, keluarga & juga sesama. Kita
dipanggil membangun lingkaran hidup yang sempurna, maka sekali lagi
jadilah berkat bagi siapa saja. Menjadi Berkat lewat Perkataan &
Perbuatan. Hendaklah yang keluar dari mulut kita adalah sapaan indah,
damai, teduh, membangun & menyejukan, & bukan sebaliknya,
pedas, menyakitkan, menyinggung, gossip, fitnah apalagi kutuk.
Hendaknya kita hadir sebagai sahabat & saudara untuk membuat
hidup itu lebih indah, & bukan sebagai orang asing apalagi musuh
yang membuat hidup makin terasing & gersang. Kalau kita tak bisa
menghibur orang lain, janganlah kita membuatnya bersedih. Kalau kita
belum mampu membuat orang lain tertawa, janganlah membuatnya
menangis. Kalau kita tak mampu menjadi sahabat bagi orang lain,
janganlah menjadi musuh yang menjadi batu sandungan untuknya. YESUS
mengatakan, “Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di
sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan,
dialah ibu-Ku” (Matius 12:50). God bless you.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Kamis, 28 Juli 2016. Bijak Memberi. Jangan kamu memberikan
barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu
kepada babi... (Matius 7:6). Trouble sangat beruntung. Ia menerima
warisan sebesar 12 juta dolar AS dari Leona Helmsley, seorang
miliuner perhotelan di Amerika Serikat. Surat wasiatnya dibacakan di
pengadilan New York pada 28 Agustus 2007. Siapakah Trouble? Ia adalah
anjing kesayangan keluarga Helmsley. Tuhan Yesus menasihati kita
untuk tidak memberikan barang yang kudus kepada anjing. Kisah Trouble
itu, tentu saja, mengusik hati kita. Tetapi, siapakah “anjing”
yang dimaksud Yesus? Mungkin bukan sejenis binatang, melainkan
“karakter buruk” orang yang gemar “menggigit” kesetiaan dan
kepercayaan kita. Tuhan juga mengingatkan kita untuk tidak memberikan
mutiara kepada babi supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya,
lalu binatang itu berbalik mengoyak kita. Dan, siapakah “babi”
itu? Mungkin bukan binatang berkaki empat yang jorok, melainkan
“sikap jahat” yang suka menginjak dan mengoyak ketulusan hati
kita--”mutiara” paling berharga dalam hal memberi. Sabda Yesus
mengajarkan bahwa memberi bukan tentang ketulusan hati saja, tetapi
juga harus bijak. Memberi bukan sekadar melempar berkat, tetapi
mengemban maksud baik untuk merahmati orang lain. Setiap pemberian
kiranya bermanfaat, tidak untuk disia-siakan, ditelantarkan, dan
akhirnya mubazir. Itulah sabda Tuhan kepada kita, agar bijak dalam
memberikan berkat yang kita terima dari-Nya. Marilah kita yang
diberkati dalam nama Tuhan, bermurah hati merahmati orang yang
membutuhkan pertolongan kita sesuai dengan sabda-Nya --Agus
Santosa/Renungan Harian. APA PUN YANG TUHAN DAPAT BERIKAN MELALUI
ANDA, DIA AKAN MEMBERIKANNYA KEPADA ANDA --E.V. HILL. Selamat pagi.
Tuhan Yesus memberkati.
Ibu
Panca – PKS CL 5
Amin,
puji Tuhan Roh Kudus-Nya yang mendorong, memampukan untuk dapat
melakukan dengan keberanian, melangkahkan kaki ini untuk dapat
merangkul jiwa-jiwa yang dalam pergumulan iman maupun sedang
menghadapi masalah, saya yakin Roh Kudus akan menolongnya dan
memberikan kekuatan damai sejahtera, apabila kita peduli mereka.
Amin. Thanks. Gbu.

No comments:
Post a Comment