Friday, 22 July 2016

22 Juli 2016

I AM BLESSED




1 Korintus 5:14-15. Ayat 14: “Sebab kasih Kristus yang MENGUASAI kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.” Ayat 15: “Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.” Rasul Paulus mencatat dalam 2 Kor 5:14-15 kata MENGUASAI dalam terjemahan bahasa Inggris menggunakan kata compel yang berarti “mendorong”, Rasul Paulus melihat Kasih Kristus yang ditunjukkan lewat kematian diatas salib begitu luar biasa, sehingga ia tidak bisa menyimpannya untuk diri sendiri. Kasih itu harus diketahui orang lain agar hidup mereka dapat memiliki PENGHARAPAN di dalam Kristus. Ketika kita mengalami Kasih Kristus secara pribadi seperti Rasul Paulus dan teman-temannya, kasih itu akan memancar keluar melalui kehidupan kita. Ada DORONGAN yang kuat dalam hati kita untuk menyaksikan KASIH KRISTUS, karena kita ingin Tuhan dimuliakan melalui kehidupan kita. Amin. Bagaimana dengan kita? Seberapa kuat dorongan/seberapa bergairah kita hidup bagi Kristus?

Xavier Quentin Pranata
Orang sering mengejar harta sampai lupa bahwa yang paling berharga adalah keluarga.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 22 Juli 2016. Doa Yunus. Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu (Yunus 2:1). Kisah Yunus memperlihatkan pertolongan dan pemeliharaan Allah saat Yunus berada dalam cengkeraman maut. Apa yang dilakukannya? Ia sadar berada di dalam perut ikan. Artinya, ia seharusnya mati tenggelam, tetapi Tuhan mendengar doanya dan menyelamatkannya (ay. 6). Ketakutan dan kesedihannya yang paling besar ialah jika ia terusir selama-lamanya dari hadapan Tuhan (ay. 4). Yunus mengakui bahwa orang bisa meninggalkan Allah, karena berpegang pada berhala kesia-siaan. Namun di detik-detik akhir hidupnya itu, muncullah kesadaran bahwa: “keselamatan adalah dari Tuhan” (ay. 7-9). Kata “teringatlah” (ay. 7), merujuk pada kesadaran baru dalam batin Yunus, bahwa sekalipun Allah tidak tampak, tetapi Dia hadir secara nyata di dalam dan di sekitar kesusahan hidup yang membelitnya. Maka, Yunus beroleh kekuatan baru untuk bangkit dan berseru kepada-Nya. Sekalipun tubuhnya masih terbelenggu di dalam perut ikan, tetapi jiwanya terbebas. Dalam iman, pengharapan, dan kasih itulah, Yunus menaikkan doa syukur serta nazarnya kepada Tuhan yang membebaskannya. Mungkin saat ini kita sedang berada dalam kondisi yang begitu buruk. Kekuatan dosa membelenggu, hidup terasa porak poranda, dan kekuatan pun seakan-akan sirna. Lalu, apa yang masih tersisa dalam diri kita sebagai anak Allah? Janganlah putus asa. Berpalinglah kepada-Nya. Kita sepatutnya berseru kepada Allah, dan memohon pertolongan dengan penuh penyerahan diri kepada-Nya. Dia pasti menolong kita —SST. KETIKA KITA MENGANGKAT TANGAN, ITULAH SAATNYA ALLAH TURUN TANGAN. Selamat pagi. Happy Friday. Tuhan Yesus memberkati.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 56:4-5 – Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-MU, kepada ALLAH, yang firman-Nya kupuji, aku percaya, aku tidak takut! Percaya kemampuan YESUS maka takut lenyap... Sip puol! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:

Post a Comment