I
AM BLESSED
1
Korintus 5:14-15. Ayat 14: “Sebab
kasih Kristus yang MENGUASAI kami, karena kami telah mengerti, bahwa
jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah
mati.” Ayat 15: “Dan
Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak
lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati
dan telah dibangkitkan untuk mereka.”
Rasul Paulus mencatat dalam 2 Kor 5:14-15 kata MENGUASAI
dalam terjemahan bahasa Inggris menggunakan kata compel
yang berarti “mendorong”, Rasul Paulus melihat Kasih Kristus yang
ditunjukkan lewat kematian diatas salib begitu luar biasa, sehingga
ia tidak bisa menyimpannya untuk diri sendiri. Kasih itu harus
diketahui orang lain agar hidup mereka dapat memiliki PENGHARAPAN di
dalam Kristus. Ketika kita mengalami Kasih Kristus secara pribadi
seperti Rasul Paulus dan teman-temannya, kasih itu akan memancar
keluar melalui kehidupan kita. Ada DORONGAN yang kuat dalam hati
kita untuk menyaksikan KASIH KRISTUS, karena kita ingin Tuhan
dimuliakan melalui kehidupan kita. Amin. Bagaimana dengan kita?
Seberapa kuat dorongan/seberapa bergairah kita hidup bagi Kristus?
Xavier
Quentin Pranata
“Orang
sering mengejar harta sampai lupa bahwa yang paling berharga adalah
keluarga.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Jumat, 22 Juli 2016. Doa Yunus. Berdoalah Yunus kepada TUHAN,
Allahnya, dari dalam perut ikan itu (Yunus 2:1). Kisah Yunus
memperlihatkan pertolongan dan pemeliharaan Allah saat Yunus berada
dalam cengkeraman maut. Apa yang dilakukannya? Ia sadar berada di
dalam perut ikan. Artinya, ia seharusnya mati tenggelam, tetapi Tuhan
mendengar doanya dan menyelamatkannya (ay. 6). Ketakutan dan
kesedihannya yang paling besar ialah jika ia terusir selama-lamanya
dari hadapan Tuhan (ay. 4). Yunus mengakui bahwa orang bisa
meninggalkan Allah, karena berpegang pada berhala kesia-siaan. Namun
di detik-detik akhir hidupnya itu, muncullah kesadaran bahwa:
“keselamatan adalah dari Tuhan” (ay. 7-9). Kata “teringatlah”
(ay. 7), merujuk pada kesadaran baru dalam batin Yunus, bahwa
sekalipun Allah tidak tampak, tetapi Dia hadir secara nyata di dalam
dan di sekitar kesusahan hidup yang membelitnya. Maka, Yunus beroleh
kekuatan baru untuk bangkit dan berseru kepada-Nya. Sekalipun
tubuhnya masih terbelenggu di dalam perut ikan, tetapi jiwanya
terbebas. Dalam iman, pengharapan, dan kasih itulah, Yunus menaikkan
doa syukur serta nazarnya kepada Tuhan yang membebaskannya. Mungkin
saat ini kita sedang berada dalam kondisi yang begitu buruk. Kekuatan
dosa membelenggu, hidup terasa porak poranda, dan kekuatan pun
seakan-akan sirna. Lalu, apa yang masih tersisa dalam diri kita
sebagai anak Allah? Janganlah putus asa. Berpalinglah kepada-Nya.
Kita sepatutnya berseru kepada Allah, dan memohon pertolongan dengan
penuh penyerahan diri kepada-Nya. Dia pasti menolong kita —SST.
KETIKA KITA MENGANGKAT TANGAN, ITULAH SAATNYA ALLAH TURUN TANGAN.
Selamat pagi. Happy Friday. Tuhan Yesus memberkati.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz
56:4-5 – Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-MU, kepada ALLAH,
yang firman-Nya kupuji, aku percaya, aku tidak takut! Percaya
kemampuan YESUS maka takut lenyap... Sip puol! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:
Post a Comment