Monday, 18 July 2016

18 Juli 2016

I AM BLESSED




MENGINJIL. Lukas 14:21b, “...Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.” Perhatikanlah siapa saja yang hendak Yesus selamatkan? Orang “yang miskin/miskin rohani, cacat/tidak sempurna, buta/tidak mengenal Allah & lumpuh/orang yang kehidupanya bukan dijalan yang benar dll.” DIA datang untuk orang yang nilai dirinya sebagai manusia yang direndahkan oleh dosa, penderitaan, kesedihan dll. DIA datang untuk kita semua . Setelah kita diselamatkan, apa yang dapat kita lakukan? Jadlah anak Tuhan yang MAU memberitakan kabar baik itu, jadilah SUARA PENGHARAPAN bagi mereka bahwa ada Tuhan yang mengampuni dosa. Amin.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Kol 4:2 – Bertekunlah dalam DOA dan dalam pada itu BERJAGA-JAGALAH sambil MENGUCAP SYUKUR! Percayai YESUS selalu menjawab doa kita tepat pada waktunya. Tidak pernah terlambat. Puji TUHAN... Terima kasih YESUSku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Xavier Quentin Pranata
“Bagaimana kita bisa terbang di langit yang membentang bersama elang, jika tiap hari kita berkeliaran di halaman bersama ayam?” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 18 Juli 2016. Makan Bersama Keluarga. Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu (Matius 26:20). Sebagian pria masih memikirkan persoalan kantor saat sudah berada di rumah. Mereka jadi kurang memperhatikan istri, anak, atau keperluan rumah tangga. Mereka jarang meluangkan waktu untuk menolong anak mengerjakan PR, berbicara dengan anak dan terlibat dengan kehidupan mereka, mengunjungi orang tua, menolong tugas rumah tangga, dan makan bersama keluarga. Menurut suatu penelitian, makan bersama keluarga menjauhkan anak dari rokok, alkohol, dan nilai rendah di sekolah. Semakin sering seluruh keluarga duduk makan bersama, semakin kurang keterlibatan anak dengan zat adiktif, gangguan emosi, atau kinerja yang buruk di sekolah. Yesus memandang penting makan bersama. Alkitab mencatat banyak peristiwa Yesus makan bersama dengan kedua belas murid-Nya, orang yang dimenangkan seperti Lewi dan Zakheus, dan makan bersama orang banyak. Sampai malam terakhir menjelang penyaliban pun, Dia meluangkan waktu makan Paskah bersama dengan para murid. Saat makan inilah Yesus mengatakan bahwa salah seorang dari murid-Nya akan menyerahkan Dia. Melalui perjamuan Paskah ini, Yesus mengadakan Perjamuan Suci, yang selalu kita peringati sampai sekarang sebagai tanda peringatan akan pengampunan dosa yang sudah Yesus Kristus anugerahkan. Para suami kiranya berperan aktif dalam kehidupan keluarga. Bagi anggota keluarga yang lain, doronglah para suami untuk lebih terlibat dalam urusan rumah tangga. Salah satunya dengan mengembangkan kebiasaan makan bersama guna memperkuat keharmonisan keluarga --Richard Try Gunadi/Renungan Harian. MAKAN BERSAMA KELUARGA ITU KEGIATAN SEDERHANA, NAMUN BERDAMPAK BESAR. MENGAPA TIDAK BELAJAR MENGEMBANGKANNYA SEBAGAI KEBIASAAN BAIK? Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Tetap bersyukur. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment