Thursday, 21 July 2016

21 Juli 2016

I AM BLESSED




Matius 9:30-38. Tuhan Yesus mengingatkan setiap orang percaya, agar selalu ingat bahwa orang “yang terhilang” itu jiwanya perlu diselamatkan, mereka sangat berharga & mereka butuh keselamatan dan mereka dapat diselamatkan apabila ada yang “memberitakan Injil” (ayat 37). Ayat 38: “Mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian supaya Ia mengirimkan pekerja untuk tuaian itu.” Ayat ini mengungkapkan salah satu prinsip rohani Allah sendiri. Sebelum IA bertindak, biasanya Allah memanggil umatNya untuk berdoa, baru setelah umatNya berdoa barulah Allah melakukan pekerjaanNya. Dan pekerja yang dimaksud adalah mereka yang mengajar dan memberitakan Injil Kerajaan. Bagaimana dengan kita? Apakh kita terbeban dengan jiwa-jiwa di luar sana di mana mereka miskin (rohani), cacat (tidak sempurna), buta (tidak mengenal Allah) & lumpuh (yang hidupnya belum benar). Apakah kita dengan sengaja sudah menceritakan bahwa ada PENGHARAPAN di dalam Yesus? Amin.

Xavier Quentin Pranata
Taat artinya tetap melakukannya walau tidak mengerti manfaat dari apa yang kita buat.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 21 Juli 2016. Punya Peran Besar. Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan aku yakin hidup juga di dalam dirimu (2 Timotius 1:5). Fanny Crosby menjadi buta pada usia enam minggu karena kesalahan pengobatan. Neneknya, Eunice, bertekad Fanny tidak boleh tumbuh dengan merasa cacat atau tidak mampu melakukan apa-apa. Bertahun-tahun Eunice melatih cucunya dalam berbagai hal, seperti mendalami Alkitab, menjelajah alam, mengembangkan daya ingat yang luar biasa. Fanny berhasil menghafalkan banyak ayat-ayat firman Tuhan. Dari perbendaharaan pengetahuan dan pengalaman itu, ia menghasilkan himne-himne yang mengagumkan. “Peran nenek dalam hidup saya sungguh besar, saya tidak dapat mengungkapkannya melalui kata atau pena,” ujarnya. Nenek-kakek dapat memiliki peran dan pengaruh penting dan menentukan bagi cucu mereka. Timotius, misalnya, menjadi hamba Kristus, menjadi anak muda yang melayani dengan segenap hati, tidak terlepas dari peran sang nenek, Lois. Nenek Lois mengenal Kristus terlebih dulu. Bisa diduga, seperti digarisbawahi Rasul Paulus, Lois tekun menanamkan nilai-nilai kebenaran rohani dalam diri cucunya. Nantinya Timotius bukan hanya menjadi seseorang yang membanggakan keluarga, melainkan juga menyenangkan hati Allah. Sungguh suatu buah yang manis. Dalam usia yang sudah lanjut sekalipun, kita masih berkesempatan memengaruhi generasi penerus untuk hidup dalam takut akan Allah. Jika kita telah memiliki cucu, curahkanlah waktu, kasih sayang, perhatian, dan ajarkan kebenaran pada mereka. Kiranya masukan berharga itu akan terus membekas, bahkan menjadi tuntunan bagi masa depan mereka —ISP. DALAM USIA BERAPA PUN, KITA DAPAT BERPERAN DAN BERPENGARUH BAGI KERAJAAN ALLAH. Selamat pagi. Mengucap syukur selalu. Tuhan Yesus memberkati.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Renungan Pagi: KINTSUKUROI. Saat suatu bejana tanah liat atau keramik pecah, orang biasanya akan membuangnya karena dianggap tidak berguna atau cacat. Tapi di Jepang ada sebuah seni bernama “Kintsukuroi” yang berarti : “memperbaiki dengan emas”. Ini adalah seni Jepang ketika sebuah bejana tanah liat atau keramik yang retak atau pecah diperbaiki, bukan dengan cara dilebur ulang, tapi dengan cara memasukkan emas ke dalam retakan. Mereka percaya bahwa retakan yang terjadi di suatu bejana adalah bagian bersejarah dari bejana tersebut. Karena itu, retakannya tidak perlu ditutupi, melainkan diperbaiki dengan memakai emas. Suatu bejana tanah liat atau keramik yang mengalami “kintsukuroi” berharga jauh lebih tinggi karena ada keindahan di balik retakan atau sesuatu yang dianggap cacat. Mari jangan takut dan jangan menghindar, bila ada peremukan yang diijinkan terjadi dalam hidupmu. Itu diijinkan-Nya terjadi supaya kita makin indah dan bernilai. Seberapapun rusak, hancur atau cacatnya kita,kita tidak akan dibuangNya. Karena Allah rindu dan sanggup mengisi setiap retakan di hati dan jiwa kita, sehingga kita menjadi semakin indah & mulia di hadapan-Nya.

No comments:

Post a Comment