I
AM BLESSED
Matius
9:30-38. Tuhan Yesus
mengingatkan setiap orang percaya, agar selalu ingat bahwa orang
“yang terhilang” itu jiwanya perlu diselamatkan, mereka sangat
berharga & mereka butuh keselamatan dan mereka dapat diselamatkan
apabila ada yang “memberitakan Injil” (ayat 37). Ayat 38:
“Mintalah kepada Tuan
yang empunya tuaian supaya Ia mengirimkan pekerja
untuk tuaian itu.” Ayat
ini mengungkapkan salah satu prinsip rohani Allah sendiri. Sebelum IA
bertindak, biasanya Allah memanggil umatNya untuk berdoa, baru
setelah umatNya berdoa barulah Allah melakukan pekerjaanNya. Dan
pekerja
yang dimaksud adalah mereka yang mengajar dan memberitakan Injil
Kerajaan. Bagaimana dengan kita? Apakh kita terbeban dengan jiwa-jiwa
di luar sana di mana mereka miskin
(rohani), cacat
(tidak sempurna), buta
(tidak mengenal Allah) & lumpuh
(yang hidupnya belum benar). Apakah kita dengan sengaja sudah
menceritakan bahwa ada PENGHARAPAN di dalam Yesus? Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Taat
artinya tetap melakukannya walau tidak mengerti manfaat dari apa yang
kita buat.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Kamis, 21 Juli 2016. Punya Peran Besar. Sebab aku teringat
akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di
dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan aku yakin hidup juga
di dalam dirimu (2 Timotius 1:5). Fanny Crosby menjadi buta pada usia
enam minggu karena kesalahan pengobatan. Neneknya, Eunice, bertekad
Fanny tidak boleh tumbuh dengan merasa cacat atau tidak mampu
melakukan apa-apa. Bertahun-tahun Eunice melatih cucunya dalam
berbagai hal, seperti mendalami Alkitab, menjelajah alam,
mengembangkan daya ingat yang luar biasa. Fanny berhasil menghafalkan
banyak ayat-ayat firman Tuhan. Dari perbendaharaan pengetahuan dan
pengalaman itu, ia menghasilkan himne-himne yang mengagumkan. “Peran
nenek dalam hidup saya sungguh besar, saya tidak dapat
mengungkapkannya melalui kata atau pena,” ujarnya. Nenek-kakek
dapat memiliki peran dan pengaruh penting dan menentukan bagi cucu
mereka. Timotius, misalnya, menjadi hamba Kristus, menjadi anak muda
yang melayani dengan segenap hati, tidak terlepas dari peran sang
nenek, Lois. Nenek Lois mengenal Kristus terlebih dulu. Bisa diduga,
seperti digarisbawahi Rasul Paulus, Lois tekun menanamkan nilai-nilai
kebenaran rohani dalam diri cucunya. Nantinya Timotius bukan hanya
menjadi seseorang yang membanggakan keluarga, melainkan juga
menyenangkan hati Allah. Sungguh suatu buah yang manis. Dalam usia
yang sudah lanjut sekalipun, kita masih berkesempatan memengaruhi
generasi penerus untuk hidup dalam takut akan Allah. Jika kita telah
memiliki cucu, curahkanlah waktu, kasih sayang, perhatian, dan
ajarkan kebenaran pada mereka. Kiranya masukan berharga itu akan
terus membekas, bahkan menjadi tuntunan bagi masa depan mereka —ISP.
DALAM USIA BERAPA PUN, KITA DAPAT BERPERAN DAN BERPENGARUH BAGI
KERAJAAN ALLAH. Selamat pagi. Mengucap syukur selalu. Tuhan Yesus
memberkati.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
Renungan
Pagi: KINTSUKUROI. Saat suatu bejana tanah liat atau keramik pecah,
orang biasanya akan membuangnya karena dianggap tidak berguna atau
cacat. Tapi di Jepang ada sebuah seni bernama “Kintsukuroi” yang
berarti : “memperbaiki dengan emas”. Ini adalah seni Jepang
ketika sebuah bejana tanah liat atau keramik yang retak atau pecah
diperbaiki, bukan dengan cara dilebur ulang, tapi dengan cara
memasukkan emas ke dalam retakan. Mereka percaya bahwa retakan yang
terjadi di suatu bejana adalah bagian bersejarah dari bejana
tersebut. Karena itu, retakannya tidak perlu ditutupi, melainkan
diperbaiki dengan memakai emas. Suatu bejana tanah liat atau keramik
yang mengalami “kintsukuroi” berharga jauh lebih tinggi karena
ada keindahan di balik retakan atau sesuatu yang dianggap cacat. Mari
jangan takut dan jangan menghindar, bila ada peremukan yang diijinkan
terjadi dalam hidupmu. Itu diijinkan-Nya terjadi supaya kita makin
indah dan bernilai. Seberapapun rusak, hancur atau cacatnya kita,kita
tidak akan dibuangNya. Karena Allah rindu dan sanggup mengisi setiap
retakan di hati dan jiwa kita, sehingga kita menjadi semakin indah &
mulia di hadapan-Nya.

No comments:
Post a Comment