Wednesday, 20 July 2016

20 Juli 2016

I AM BLESSED




1 Korintus 1:17, “Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.” Rasul paulus tidak bermaksud mengurangi makna ajaran Yesus tentang baptisan, sebaliknya dijelaskannya bahwa Ia menugaskan penyelenggaraan baptisan kepada rekannya (Yoh 4:1-2). Rasul Paulus tidak ingin memberikan kesempatan kepada orang yang bertobat dibawah pelayanannya untuk beranggapan bahwa mereka dibaptis dalam “nama Paulus” (baca ayat 13). Rasul Paulus saat itu memusatkan perhatiannya pada pemberitaan Injil . Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah dengan sengaja menyuarakan kabar baik tentang pengharapan itu? Bahwa ada anugerah Tuhan yang menyelamatkan, ada kasih Tuhan yang mengampuni dosa & ada kemenangan saat kita menyerahkan hidup kita sepenuhnya dalam tanganNya .

Ibu Panca – PKS CL 5
Amin ya. Saya akan sengaja menyuarakan kabar baik itu dengan berani kepada semua umat di muka bumi ini, dengan cara mengasihi, memperhatikan dan memberikan pertolongan bagi mereka dengan demikian pengorbanna Kristus tidak sia-sia bahkan nama-Nya dipermuliakan, tinggal bagaimana kita melakukannya sebagai anak-anak Tuhan yang sudah diselamatkan, mari kita juga mengasihi akan sesama kita. Amin. Thanks. Gbu.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Mat 8:8 – jawab Perwira itu kepada YESUS: “...Katakan saja SEPATAH KATA, maka hambaku itu akan SEMBUH!” Wow, PERCAYA berarti YESUS pasti bisa menolong. Pasti bisa! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Xavier Quentin Pranata
Keindahan sering tercipta dari keanekaragaman bukan keseragaman.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 20 Juli 2016. Diplomasi Makan. Disediakannyalah bagi mereka jamuan yang besar, maka makan dan minumlah mereka. Sesudah itu dibiarkannyalah mereka pulang kepada tuan mereka. Sejak itu tidak ada lagi gerombolan-gerombolan Aram memasuki negeri Israel (2 Raja-Raja 6:23). Dalam film, adegan makan bersama sering dijadikan latar penyelesaian masalah. Dalam Babette’s Feast, misalnya, sebuah jemaat kecil memendam konflik di antara para anggotanya. Pada perayaan 100 tahun pendiri jemaat tersebut, mereka mendapatkan kejutan dari seorang juru masak, yang menyajikan hidangan makan malam mewah ala restoran ternama di Paris. Di tengah aliran hidangan, hubungan para anggota mulai mencair: yang saling mendendam kembali saling menyapa; ada yang mengakui kesalahan, ada yang memberikan pengampunan. Perjamuan makan itu mengubah mereka. Nabi Elisa menerapkan pendekatan ini dalam menyelesaikan peperangan antara bangsa Israel dan Aram. Suatu kali, serombongan besar tentara Aram mengepung Dotan, salah satu kota Israel (ay. 13-14). Nabi Elisa berdoa, dan Tuhan membutakan mata para tentara itu serta menuntun mereka ke kota Samaria, berhadapan dengan raja Israel. Bukannya memerintahkan raja Israel menangkap atau membunuh musuhnya, Elisa malah memerintahkan agar raja menyediakan perjamuan besar bagi mereka. Hasilnya, sejak saat itu, gerombolan Aram tidak lagi memasuki negeri Israel. Banyak persoalan dapat diselesaikan ketika kedua belah pihak bersedia duduk bersama. Pola komunikasi ini adalah perwujudan kasih persaudaraan yang indah. Permasalahan pribadi atau kelompok dapat diselesaikan dengan baik melalui perjamuan makan. Karenanya, marilah menggunakan pendekatan yang penuh kasih untuk mengatasi banyak perkara demi kebaikan kita bersama —HT. DIPERLUKAN HATI YANG DIPENUHI KASIH UNTUK DAPAT DUDUK BERSAMA MEREKA YANG MENGANGGAP KITA SEBAGAI ‘MUSUH’. Selamat pagi. Selamat berkarya. Selalu bersyukur. Tuhan Yesus memberkati.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Berapa banyak orang yang hidupnya jadi rusak gara-gara patah hati? Musuh dengan mudah merusak dan menjungkirbalikkan kehidupan kita gara-gara sebuah contoh yang sifatnya lahiriah berbeda dengan kasih Bapa, Dia tak pernah mengecewakan & mengkhianati kita...! Sekaranglah waktunya, untuk kita lebih mengejar realita Ilahi dari berbagai hal yang memang sudah Tuhan sediakan bagi umat manusia. Melalui realita Ilahi yang kita terima dari Bapa, kita bawa orang-orang disekeliling kita untuk ikut menikmati kasihNya. Di dalam Dia semua yang kita butuhkan, kebutuhan rohani, emosi maupun lahiriah akan terpenuhi secara sempurna (Maz 23). Selamat pagi. JBU all.

No comments:

Post a Comment