I
AM BLESSED
1
Korintus 1:17, “Sebab
Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan
Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus
jangan menjadi sia-sia.”
Rasul paulus tidak bermaksud mengurangi makna ajaran Yesus tentang
baptisan, sebaliknya dijelaskannya bahwa Ia menugaskan
penyelenggaraan baptisan kepada rekannya (Yoh 4:1-2). Rasul Paulus
tidak ingin memberikan kesempatan kepada orang yang bertobat dibawah
pelayanannya untuk beranggapan bahwa mereka dibaptis dalam “nama
Paulus” (baca ayat 13). Rasul Paulus saat itu memusatkan
perhatiannya pada pemberitaan Injil .
Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah dengan sengaja menyuarakan
kabar baik tentang pengharapan itu? Bahwa ada anugerah Tuhan yang
menyelamatkan, ada kasih Tuhan yang mengampuni dosa & ada
kemenangan saat kita menyerahkan hidup kita sepenuhnya dalam
tanganNya .
Ibu
Panca – PKS CL 5
Amin
ya. Saya akan sengaja menyuarakan kabar baik itu dengan berani kepada
semua umat di muka bumi ini, dengan cara mengasihi, memperhatikan dan
memberikan pertolongan bagi mereka dengan demikian pengorbanna
Kristus tidak sia-sia bahkan nama-Nya dipermuliakan, tinggal
bagaimana kita melakukannya sebagai anak-anak Tuhan yang sudah
diselamatkan, mari kita juga mengasihi akan sesama kita. Amin.
Thanks. Gbu.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Mat
8:8 – jawab Perwira itu kepada YESUS: “...Katakan saja SEPATAH
KATA, maka hambaku itu akan SEMBUH!” Wow, PERCAYA berarti YESUS
pasti bisa menolong. Pasti bisa! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Xavier
Quentin Pranata
“Keindahan
sering tercipta dari keanekaragaman bukan keseragaman.” Xavier
Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Rabu, 20 Juli 2016. Diplomasi Makan. Disediakannyalah bagi
mereka jamuan yang besar, maka makan dan minumlah mereka. Sesudah itu
dibiarkannyalah mereka pulang kepada tuan mereka. Sejak itu tidak ada
lagi gerombolan-gerombolan Aram memasuki negeri Israel (2 Raja-Raja
6:23). Dalam film, adegan makan bersama sering dijadikan latar
penyelesaian masalah. Dalam Babette’s Feast, misalnya, sebuah
jemaat kecil memendam konflik di antara para anggotanya. Pada
perayaan 100 tahun pendiri jemaat tersebut, mereka mendapatkan
kejutan dari seorang juru masak, yang menyajikan hidangan makan malam
mewah ala restoran ternama di Paris. Di tengah aliran hidangan,
hubungan para anggota mulai mencair: yang saling mendendam kembali
saling menyapa; ada yang mengakui kesalahan, ada yang memberikan
pengampunan. Perjamuan makan itu mengubah mereka. Nabi Elisa
menerapkan pendekatan ini dalam menyelesaikan peperangan antara
bangsa Israel dan Aram. Suatu kali, serombongan besar tentara Aram
mengepung Dotan, salah satu kota Israel (ay. 13-14). Nabi Elisa
berdoa, dan Tuhan membutakan mata para tentara itu serta menuntun
mereka ke kota Samaria, berhadapan dengan raja Israel. Bukannya
memerintahkan raja Israel menangkap atau membunuh musuhnya, Elisa
malah memerintahkan agar raja menyediakan perjamuan besar bagi
mereka. Hasilnya, sejak saat itu, gerombolan Aram tidak lagi memasuki
negeri Israel. Banyak persoalan dapat diselesaikan ketika kedua belah
pihak bersedia duduk bersama. Pola komunikasi ini adalah perwujudan
kasih persaudaraan yang indah. Permasalahan pribadi atau kelompok
dapat diselesaikan dengan baik melalui perjamuan makan. Karenanya,
marilah menggunakan pendekatan yang penuh kasih untuk mengatasi
banyak perkara demi kebaikan kita bersama —HT. DIPERLUKAN HATI YANG
DIPENUHI KASIH UNTUK DAPAT DUDUK BERSAMA MEREKA YANG MENGANGGAP KITA
SEBAGAI ‘MUSUH’. Selamat pagi. Selamat berkarya. Selalu
bersyukur. Tuhan Yesus memberkati.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya
amin! Berapa banyak orang yang hidupnya jadi rusak gara-gara patah
hati? Musuh dengan mudah merusak dan menjungkirbalikkan kehidupan
kita gara-gara sebuah contoh yang sifatnya lahiriah berbeda dengan
kasih Bapa, Dia tak pernah mengecewakan & mengkhianati kita...!
Sekaranglah waktunya, untuk kita lebih mengejar realita Ilahi dari
berbagai hal yang memang sudah Tuhan sediakan bagi umat manusia.
Melalui realita Ilahi yang kita terima dari Bapa, kita bawa
orang-orang disekeliling kita untuk ikut menikmati kasihNya. Di dalam
Dia semua yang kita butuhkan, kebutuhan rohani, emosi maupun lahiriah
akan terpenuhi secara sempurna (Maz 23). Selamat pagi. JBU all.

No comments:
Post a Comment