Monday, 11 July 2016

11 Juli 2016

I AM BLESSED




Roma 12:11, “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” Memberi diri kita pada pelayanan Kristus adalah buah nyata dari KERAJINAN rohani sekaligus syarat untuk menjaga api roh kita tetap menyala. Ketekunan/kerajinan dan pelayanan adalah 2 hal yang tidak terpisahkan. Semua kerajinan kita haruslah didorong oleh iman (ayat 11). Kedua: Janganlah kendor melainkan “jagalah api rohmu terus menyala”. Amin. Bagaimana dengan kita, apakah pelayanan kita sering Up & Down? Kadang naik/bersemangat? Atau kadang kita tidak mau melayani (kendor)?

Madam Ossy
Senin, 11 Juli 2016. Bacaan: Matius 26:17-25. Setahun: Mazmur 92-100. Nas: Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu (Matius 26:20). Makan Bersama Keluarga. Sebagian pria masih memikirkan persoalan kantor saat sudah berada di rumah. Mereka jadi kurang memperhatikan istri, anak, atau keperluan rumah tangga. Mereka jarang meluangkan waktu untuk menolong anak mengerjakan PR, berbicara dengan anak dan terlibat dengan kehidupan mereka, mengunjungi orangtua, menolong tugas rumah tangga, dan makan bersama keluarga. Menurut suatu penelitian, makan bersama keluarga menjauhkan anak dari rokok, alkohol, dan nilai rendah di sekolah. Semakin sering seluruh keluarga duduk makan bersama, semakin kurang keterlibatan anak dengan zat adiktif, gangguan emosi, atau kinerja yang buruk di sekolah. Yesus memandang penting makan bersama. Alkitab mencatat banyak peristiwa Yesus makan bersama dengan kedua belas murid-Nya, orang yang dimenangkan seperti Lewi dan Zakheus, dan makan bersama orang banyak. Sampai malam terakhir menjelang penyaliban pun, Dia meluangkan waktu makan Paskah bersama dengan para murid. Saat makan inilah Yesus mengatakan bahwa salah seorang dari murid-Nya akan menyerahkan Dia. Melalui perjamuan Paskah ini, Yesus mengadakan Perjamuan Suci, yang selalu kita peringati sampai sekarang sebagai tanda peringatan akan pengampunan dosa yang sudah Yesus Kristus anugerahkan. Para suami kiranya berperan aktif dalam kehidupan keluarga. Bagi anggota keluarga yang lain, doronglah para suami untuk lebih terlibat dalam urusan rumah tangga. Salah satunya dengan mengembangkan kebiasaan makan bersama guna memperkuat keharmonisan keluarga --Richard Try Gunadi. MAKAN BERSAMA KELUARGA ITU KEGIATAN SEDERHANA, NAMUN BERDAMPAK BESAR. MENGAPA TIDAK BELAJAR MENGEMBANGKANNYA SEBAGAI KEBIASAAN BAIK?

Xavier Quentin Pranata
Hal paling sulit dilakukan terus menerus adalah melakukan apa yang berbeda dengan keyakinan kita.” Xavier Quentin Pranata.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Mat 14:27 – Tetapi segera YESUS berkata kepada mereka: “Tenanglah! AKU ini, jangan takut!” ...YESUS sanggup menolong kita. Percayai kemampuan-NYA, pertolongan-NYA yang ajaib pasti terjadi sekarang! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:

Post a Comment