I
AM BLESSED
Roma
12:11, “Janganlah
hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan
layanilah Tuhan.”
Memberi diri kita pada pelayanan Kristus adalah buah nyata dari
KERAJINAN rohani
sekaligus syarat untuk menjaga api roh kita tetap menyala.
Ketekunan/kerajinan dan pelayanan adalah 2 hal yang tidak
terpisahkan. Semua kerajinan kita haruslah didorong oleh iman (ayat
11). Kedua: Janganlah kendor melainkan “jagalah api rohmu terus
menyala”. Amin. Bagaimana dengan kita, apakah pelayanan kita sering
Up & Down? Kadang naik/bersemangat?
Atau kadang kita tidak mau melayani (kendor)?
Madam
Ossy
Senin,
11 Juli 2016. Bacaan: Matius 26:17-25. Setahun: Mazmur 92-100. Nas:
Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas
murid itu (Matius 26:20). Makan Bersama Keluarga. Sebagian pria masih
memikirkan persoalan kantor saat sudah berada di rumah. Mereka jadi
kurang memperhatikan istri, anak, atau keperluan rumah tangga. Mereka
jarang meluangkan waktu untuk menolong anak mengerjakan PR, berbicara
dengan anak dan terlibat dengan kehidupan mereka, mengunjungi
orangtua, menolong tugas rumah tangga, dan makan bersama keluarga.
Menurut suatu penelitian, makan bersama keluarga menjauhkan anak dari
rokok, alkohol, dan nilai rendah di sekolah. Semakin sering seluruh
keluarga duduk makan bersama, semakin kurang keterlibatan anak dengan
zat adiktif, gangguan emosi, atau kinerja yang buruk di sekolah.
Yesus memandang penting makan bersama. Alkitab mencatat banyak
peristiwa Yesus makan bersama dengan kedua belas murid-Nya, orang
yang dimenangkan seperti Lewi dan Zakheus, dan makan bersama orang
banyak. Sampai malam terakhir menjelang penyaliban pun, Dia
meluangkan waktu makan Paskah bersama dengan para murid. Saat makan
inilah Yesus mengatakan bahwa salah seorang dari murid-Nya akan
menyerahkan Dia. Melalui perjamuan Paskah ini, Yesus mengadakan
Perjamuan Suci, yang selalu kita peringati sampai sekarang sebagai
tanda peringatan akan pengampunan dosa yang sudah Yesus Kristus
anugerahkan. Para suami kiranya berperan aktif dalam kehidupan
keluarga. Bagi anggota keluarga yang lain, doronglah para suami untuk
lebih terlibat dalam urusan rumah tangga. Salah satunya dengan
mengembangkan kebiasaan makan bersama guna memperkuat keharmonisan
keluarga --Richard Try Gunadi. MAKAN BERSAMA KELUARGA ITU KEGIATAN
SEDERHANA, NAMUN BERDAMPAK BESAR. MENGAPA TIDAK BELAJAR
MENGEMBANGKANNYA SEBAGAI KEBIASAAN BAIK?
Xavier
Quentin Pranata
“Hal
paling sulit dilakukan terus menerus adalah melakukan apa yang
berbeda dengan keyakinan kita.” Xavier Quentin Pranata.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Mat
14:27 – Tetapi segera YESUS berkata kepada mereka: “Tenanglah!
AKU ini, jangan takut!” ...YESUS sanggup menolong kita. Percayai
kemampuan-NYA, pertolongan-NYA yang ajaib pasti terjadi sekarang!
Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:
Post a Comment