Monday, 4 July 2016

4 Juli 2016

I AM BLESSED




Imamat yang Rajani. 1 Petrus 2:9, “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” Tidak ada pengangguran didalam Kerajaan Allah, setiap orang percaya DIPANGGIL oleh Tuhan untuk menberitakan perbuatan-perbuatanNya yang besar, dimanapun dia berada. Allah ingin agar kita menjadi IMAM-IMAM & RAJA-RAJA bagi DIA (Imamat yang Rajani). Seorang Imam adalah orang yangMELAYANI Allah &menjadi pengantara orang lain untuk mengenal Yesus. Sedangkan seorang Raja adalah seseorang yang memiliki KUASA dan otoritas untuk mengalahkan iblis, sakit penyakit & menolong jiwa-jiwa dari kuasa kegelapan. Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah menjalankan peran kita ? MELAYANI sebagai Imamat yang Rajani?

Xavier Quentin Pranata
Setiap hari adalah istimewa jika kita dikelilingi oleh orang-orang tercinta.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 4 Juli 2016. Memberi Secara Maksimal. Berilah dan kamu akan diberi: Suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang diguncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam pangkuanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu (Lukas 6:38). Di sebuah gereja, seorang hamba Tuhan berkata kepada jemaat, ”Mulai sekarang janganlah kalian memberikan persepuluhan kepada gereja ini karena gereja ini sudah cukup secara finansial. Semestinya gereja ini memberkati gereja lain, lembaga misi, dan pekerjaan Tuhan lainnya.” Jemaat merespons dengan baik seruan itu karena mereka mengerti bagaimana memberikan persembahan yang terbaik kepada Tuhan. Bagaimana dengan kita? Apakah kita memberikan persembahan sebagai ungkapan hati yang penuh rasa syukur kepada Tuhan? Martin Luther, sang Bapak Reformator, berkata, ”Jika kamu bertobat, hal pertama yang harus bertobat adalah dompetmu!” Maksudnya, Luther menyadari bahwa manusia cenderung mencintai uang melebihi hal-hal lainnya di dunia ini. Padahal, seperti ditegaskan dalam Alkitab, akar segala kejahatan adalah cinta akan uang. Hati yang tulus memberi persembahan, dengan demikian, berlawanan dengan sikap dunia ini. Sikap ini hanya akan muncul sewaktu kita menyadari kebaikan Tuhan atas hidup kita. Kebaikan-Nya selanjutnya akan memotivasi kita, menjadi ukuran atau standar kita, dalam memberi dan mengasihi sesama. Untuk itu, marilah kita merenungkan sungguh-sungguh kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Selanjutnya, kita belajar memberi karena Tuhan sudah memberkati kita secara berlimpah-limpah. Memberi tidak selalu dilakukan dari kelebihan, namun kita dapat belajar memberi sekalipun sedang dalam kekurangan. Hati yang rela memberi menandakan ketergantungan penuh pada Tuhan —ANS. MENERIMA ADALAH SIKAP MANUSIAWI, SEDANGKAN MEMBERI ADALAH SIKAP ILAHI. Selamat pagi. Selamat berlibur. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment