Friday, 15 July 2016

15 Juli 2016

I AM BLESSED




Rasul Paulus memakai ilustrasi tentang seorang prajurit yang mengalami penderitaan untuk menggambarkan “pencobaan” yang dapat dialami oleh setiap kita dalam pelayanan kepada Kristus. Rasul Paulus di penghujung hidupnya telah SETIA menderita demi Injil, Ia mendorong Timotius (kita) untuk melakukan hal yang sama . 2 Timotius 2:3, “Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.” Melayani Kristus membutuhkan ketekunan, ada banyak tantangan dan rintangan yang pasti akan kita jumpai apapun itu bentuknya: hubungan dengan sesama yang bermasalah, situasi yang sulit, ataupun kesehatan kita yang menurun. Sebagai “prajurit yang baik” kita terus maju (menjadi berkat) dimanapun Tuhan tempatkan kita. Karena kita melayani Raja diatas segala raja, yang sudah menyerahkan diriNya bagi kita semua .

Xavier Quentin Pranata
Orang-orang yang tidak kita duga justru sering memberi bantuan yang tidak duga juga.” Xavier Quentin Pranata.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 138:7 – Jika aku berada dalam kesesakan, ENGKAU mempertahankan hidupku... Dan tangan kanan-MU menyelamatkan aku! Wow... Luar biasa YESUSku... DIA Penolongku yang ajaib, pasti mujizat terjadi! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 15 Juli 2016. Dalam Keadaan Lapar. Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus (Matius 4:2). Dr. Billy Graham pernah menulis tentang perbedaan antara kenyang dan lapar. Adam dan Hawa dalam keadaan kenyang. Mereka bisa memilih beraneka macam buah di taman Eden, namun mereka kalah oleh tipu muslihat Iblis. Berbeda dengan Yesus. Dia lapar karena tidak makan selama 40 hari 40 malam, tetapi Dia menang atas tipu muslihat Iblis. Saat lapar, Yesus tetap percaya akan perkataan Bapa bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah (ay. 4). Saat perut kosong, Yesus tidak menjatuhkan diri-Nya dari bubungan bait Allah, tetapi berpegang pada perkataan Bapa, “Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” (ay. 7). Saat perut menuntut diisi, Yesus pun meyakini perkataan Bapa dan berkata tegas kepada Iblis, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (ay. 10). Dalam keadaan yang lapar atau dalam keadaan membutuhkan pemenuhan terhadap sebuah kebutuhan, manusia cenderung sulit untuk tetap percaya pada firman Tuhan dan kemudian taat. Banyak seteru salib Kristus memiliki ciri khas yang sama, yaitu tidak bisa menang dan menaklukkan kebutuhan perut mereka. Kebutuhan tersebut menjadi tuan atas hidup mereka (Flp. 3:19). Kita perlu belajar mengikuti cara hidup Yesus, suatu teladan terbaik kehidupan yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Meskipun diimpit oleh rasa lapar, dirongrong oleh pemenuhan kebutuhankebutuhan, Dia tetap memercayai perkataan Bapa-Nya. Ada tertulis! --Nugie Stine/Renungan Harian. UNTUK MENJADI TAAT, BELAJARLAH DARI CARA YESUS MENANGANI PENCOBAAN DI PADANG GURUN. Selamat pagi. Tuhan baik bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Mengapa banyak orang tidak mengalami pencapaian-pencapaian hebat di dalam hidupnya? Sederhana, bukan karena orang itu tidak memiliki mimpi, tapi orang tersebut tidak mampu menjaga mimpinya tetap hidup. Kita yakin bahwa setiap orang, termasuk saya, Anda, memiliki impian hidup. Namun, apakah sampai hari ini Impian kita masih hidup? Apakah hidup kita masih digerakan oleh visi dan tujuan hidup kita? Terlalu sering kita menjumpai orang yang dulunya begitu bersemangat dan berkobar-kobar dalam mencapai tujuan hidupnya, namun seiring berjalannya waktu impiannya mulai padam. Akhirnya, ia pun hanya sekedar menjalani hidupnya begitu-begitu saja. Bob Biehl, seorang pakar kepemimpinan, berkata, “Impian itu bagaikan gelembung sabun yang melayang-layang didekat ujung batu runcing pada hari yang anginnya kencang.” Memang, impianlah yang membawa hidup kita naik. Namun impian itu sendiri sebenarnya mudah mati, layaknya gelembung sabun yang mudah pecah ketika bersentuhan dengan sesuatu yang tajam. Mimpi besar bisa dimatikan dengan kerikil tajam, ejekan, dan perkataan-perkataan negatif lainnya. Mimpi besar bisa dimatikan dengan situasi dan kondisi yang sepertinya bertolak belakang. Sukses bukan hanya untuk orang yang bermimpi tapi orang yang bisa menjaga mimpinya tetap hidup! Tuhan pernah memberi mimpi besar kepada kita, apakah hari ini mimpi besar itu tetap hidup? Mari hidupkan kembali impian kita dan jagalah agar tetap hidup sampai semuanya jadi kenyataan. Tetaplah bersemangat! Teruslah bertumbuh! Teruslah belajar! ”Lebih daripada semua hal lain yang harus dijaga, jagalah hatimu, karena dari situlah keluar sumber kehidupan” (AMSAL 4:23). God bless...

GNCC
2 Tawarikh 13:18 – Demikianlah orang Israel ditundukkan pada waktu itu, sedang orang Yehuda menjadi KOKOH, karena mereka MENGANDALKAN DIRI kepada TUHAN, Allah nenek moyang mereka. ANDALKAN DIRI kepada Tuhan dalam situasi sesulit apapun. Hidupmu akan KOKOH dan tak tergoyahkan. Have a blessed day!

No comments:

Post a Comment