I
AM BLESSED
Rasul
Paulus memakai ilustrasi tentang seorang prajurit yang mengalami
penderitaan untuk menggambarkan “pencobaan” yang dapat dialami
oleh setiap kita dalam pelayanan kepada Kristus. Rasul Paulus di
penghujung hidupnya telah SETIA menderita demi Injil, Ia mendorong
Timotius (kita) untuk melakukan hal yang sama .
2 Timotius 2:3, “Ikutlah
menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.”
Melayani Kristus membutuhkan ketekunan, ada banyak tantangan dan
rintangan yang pasti akan kita jumpai apapun itu bentuknya: hubungan
dengan sesama yang bermasalah, situasi yang sulit, ataupun kesehatan
kita yang menurun. Sebagai “prajurit yang baik” kita terus maju
(menjadi berkat) dimanapun Tuhan tempatkan kita. Karena kita melayani
Raja diatas segala raja, yang sudah menyerahkan diriNya bagi kita
semua .
Xavier
Quentin Pranata
“Orang-orang
yang tidak kita duga justru sering memberi bantuan yang tidak duga
juga.” Xavier Quentin Pranata.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz
138:7 – Jika aku berada dalam kesesakan, ENGKAU mempertahankan
hidupku... Dan tangan kanan-MU menyelamatkan aku! Wow... Luar biasa
YESUSku... DIA Penolongku yang ajaib, pasti mujizat terjadi! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Jumat, 15 Juli 2016. Dalam Keadaan Lapar. Setelah berpuasa
empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus
(Matius 4:2). Dr. Billy Graham pernah menulis tentang perbedaan
antara kenyang dan lapar. Adam dan Hawa dalam keadaan kenyang. Mereka
bisa memilih beraneka macam buah di taman Eden, namun mereka kalah
oleh tipu muslihat Iblis. Berbeda dengan Yesus. Dia lapar karena
tidak makan selama 40 hari 40 malam, tetapi Dia menang atas tipu
muslihat Iblis. Saat lapar, Yesus tetap percaya akan perkataan Bapa
bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan dari setiap
firman yang keluar dari mulut Allah (ay. 4). Saat perut kosong, Yesus
tidak menjatuhkan diri-Nya dari bubungan bait Allah, tetapi berpegang
pada perkataan Bapa, “Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”
(ay. 7). Saat perut menuntut diisi, Yesus pun meyakini perkataan Bapa
dan berkata tegas kepada Iblis, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada
tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia
sajalah engkau berbakti!” (ay. 10). Dalam keadaan yang lapar atau
dalam keadaan membutuhkan pemenuhan terhadap sebuah kebutuhan,
manusia cenderung sulit untuk tetap percaya pada firman Tuhan dan
kemudian taat. Banyak seteru salib Kristus memiliki ciri khas yang
sama, yaitu tidak bisa menang dan menaklukkan kebutuhan perut mereka.
Kebutuhan tersebut menjadi tuan atas hidup mereka (Flp. 3:19). Kita
perlu belajar mengikuti cara hidup Yesus, suatu teladan terbaik
kehidupan yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Meskipun diimpit oleh
rasa lapar, dirongrong oleh pemenuhan kebutuhankebutuhan, Dia tetap
memercayai perkataan Bapa-Nya. Ada tertulis! --Nugie Stine/Renungan
Harian. UNTUK MENJADI TAAT, BELAJARLAH DARI CARA YESUS MENANGANI
PENCOBAAN DI PADANG GURUN. Selamat pagi. Tuhan baik bagi kita semua.
Tuhan Yesus memberkati.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
Mengapa
banyak orang tidak mengalami pencapaian-pencapaian hebat di dalam
hidupnya? Sederhana, bukan karena orang itu tidak memiliki mimpi,
tapi orang tersebut tidak mampu menjaga mimpinya tetap hidup. Kita
yakin bahwa setiap orang, termasuk saya, Anda, memiliki impian hidup.
Namun, apakah sampai hari ini Impian kita masih hidup? Apakah hidup
kita masih digerakan oleh visi dan tujuan hidup kita? Terlalu sering
kita menjumpai orang yang dulunya begitu bersemangat dan
berkobar-kobar dalam mencapai tujuan hidupnya, namun seiring
berjalannya waktu impiannya mulai padam. Akhirnya, ia pun hanya
sekedar menjalani hidupnya begitu-begitu saja. Bob Biehl, seorang
pakar kepemimpinan, berkata, “Impian itu bagaikan gelembung sabun
yang melayang-layang didekat ujung batu runcing pada hari yang
anginnya kencang.” Memang, impianlah yang membawa hidup kita naik.
Namun impian itu sendiri sebenarnya mudah mati, layaknya gelembung
sabun yang mudah pecah ketika bersentuhan dengan sesuatu yang tajam.
Mimpi besar bisa dimatikan dengan kerikil tajam, ejekan, dan
perkataan-perkataan negatif lainnya. Mimpi besar bisa dimatikan
dengan situasi dan kondisi yang sepertinya bertolak belakang. Sukses
bukan hanya untuk orang yang bermimpi tapi orang yang bisa menjaga
mimpinya tetap hidup! Tuhan pernah memberi mimpi besar kepada kita,
apakah hari ini mimpi besar itu tetap hidup? Mari hidupkan kembali
impian kita dan jagalah agar tetap hidup sampai semuanya jadi
kenyataan. Tetaplah bersemangat! Teruslah bertumbuh! Teruslah
belajar! ”Lebih daripada semua hal lain yang harus dijaga, jagalah
hatimu, karena dari situlah keluar sumber kehidupan” (AMSAL 4:23).
God bless...
GNCC
2
Tawarikh 13:18 – Demikianlah orang Israel ditundukkan pada waktu
itu, sedang orang Yehuda menjadi KOKOH, karena mereka MENGANDALKAN
DIRI kepada TUHAN, Allah nenek moyang mereka. ANDALKAN DIRI kepada
Tuhan dalam situasi sesulit apapun. Hidupmu akan KOKOH dan tak
tergoyahkan. Have a blessed day!

No comments:
Post a Comment