I
AM BLESSED
Yohanes
15:5, “Akulah pokok
anggur dan kamulah ranting- rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam
Aku dan Aku di dalam dia, ia BERBUAH banyak, sebab di luar Aku kamu
tidak dapat berbuat apa-apa.”
Pria dan wanita yang ditanam
di tanah yang subur dalam kebun anggur Allah akan terus BERBUAH
menjadi gemuk dan segar, bahkan Yesus berjanji bahwa barang siapa
tinggal didalam AKU & AKU didalam dia akan terus BERBUAH banyak.
Jadi berapapun usia kita, kita dapat memiliki kehidupan yang segar
dan BERBUAH. Amin.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz
119:165 – Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai
firman-MU, tidak ada batu sandungan bagi mereka! Mau tenteram dan
nyaman? Cintai firman-NYA... Yuk baca/dengar, renungno, lakukan
firman-NYA. Pasti hidup ini Indah. Selamat ibadah dan melayani!
Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Minggu, 10 Juli 2016. Piala Retak. Jadi, siapa yang ada di
dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: Yang lama sudah berlalu,
sesungguhnya yang baru sudah datang (2 Korintus 5:17). Suatu hari
anak saya menjadi juara kedua lomba kreativitas dan diberi hadiah
piala yang cukup tinggi. Saat saya bawa pulang, tak sengaja kepala
piala terjatuh sehingga patah. Saya kumpulkan patahan kepala piala
tersebut dan kemudian menempelkannya kembali dengan lem super. Dari
jauh memang tidak terlalu kelihatan, namun, jika dilihat dari dekat,
jelas sekali ada empat retakan pada piala tersebut. Bagaimanapun,
piala itu sudah tidak utuh. Kalau dipikir-pikir, bukankah kehidupan
kita sebagai manusia agak mirip dengan piala itu? Pada awalnya Allah
menciptakan manusia sesuai dengan rupa dan gambar-Nya (Kej. 1:27).
Manusia bagaikan piala yang sempurna tanpa cacat. Namun, setelah
jatuh ke dalam dosa, hidup manusia bagaikan piala retak karena adanya
dosa. Namun, karena begitu besar kasih-Nya kepada manusia, Allah pun
mengutus anak-Nya menjadi manusia untuk menebus manusia. Yesus tidak
berperan sebagai lem super untuk memperbaiki hidup kita yang lama;
sebaliknya, Dia memberikan kehidupan yang baru sama sekali. Segala
keretakan kita akibat dosa telah ditanggung oleh Tuhan Yesus Kristus
satu kali untuk selama-lamanya. Yesus Kristus, yang tiada berdosa,
dibuat menjadi berdosa, supaya kita dapat memperoleh kehidupan baru
yang tidak bercacat dari Tuhan (ay. 21). Dalam kehidupan yang baru
ini, kita dipanggil sebagai perwakilan Tuhan (ay. 20) karena sekarang
kita tidak hidup untuk diri sendiri (ay. 15). Oleh karena itu,
marilah kita memuliakan Tuhan dengan kehidupan kita! --Hoki
Cahyadi/Renungan Harian. OLEH YESUS, KEHIDUPAN KITA YANG TELAH RETAK
IGANTIKAN DENGAN KEHIDUPAN YANG BARU. Selamat pagi. Selamat
beribadah. Tuhan Yesus memberkati.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
Ada
seekor nyamuk yang selalu ketakutan ketika bertemu dengan cicak,
karena cicak memakan nyamuk. Nyamuk pun memohon agar dirinya bisa
berubah menjadi seekor cicak. Saat menjadi seekor cicak, ia masih
tetap saja ketakutan karena ada hewan lain yang ingin juga
memangsanya. Akhirnya ia memohon untuk bisa menjadi binatang yang
paling ditakuti. Ia pun berubah menjadi seekor serigala. Ketika ia
berjalan dengan sombongnya, tiba-tiba ia merasa takut ketika
mendengar suara peluru. Ternyata ada beberapa pemburu yang ingin
memburunya. Berubah menjadi apapun ia, tetap saja nyalinya seperti
nyamuk. Berapa banyak diantara kita yang memohon untuk diberi
Kekuatan & Keberanian oleh TUHAN? Berapa banyak di antara kita
yang masih tetap saja memiliki ketakutan sama seperti sebelumnya? Ke
mana kehidupan baru yang sudah TUHAN berikan kepada kita? Mari kita
pancarkan harapan baru dalam hidup kita, buang semua Kekuatiran &
Ketakutan yang telah membelenggu kehidupan kita. Jangan pernah hidup
dalam bayang-bayang masa lalu, karena semua itu akan merusak
kehidupan kita yang baru. “Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka
Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya
orang benar itu goyah” (Mazmur 55:23). God bless you.
Xavier
Quentin Pranata
“Jika
kita tidak suka apa yang orang lain lakukan terhadap kita, mengapa
kita sendiri lakukan hal yang sama?” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment