Wednesday, 6 July 2016

6 Juli 2016

I AM BLESSED




Lukas 17:7-10. Ayat 10: “Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba- hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.” Terima kasih ya Tuhan, kalau Engkau mau MENGGUNAKAN hidup kami dengan cara-cara yang tak pernah terpikirkan oleh kami sebelumnya (karena sesungguhnya kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna). Tolong kami agar hidup ini menjadi alat ditanganmu untuk memberitakan kebaikan kasihMu. Amin.


Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 6 Juli 2016. Fokus Kapada Tuhan. TUHAN akan membalas kebenaran dan kesetiaan setiap orang, sebab TUHAN menyerahkan engkau pada hari ini ke dalam tanganku, tetapi aku tidak mau menjamah orang yang diurapi TUHAN (1 Samuel 26:23). Bagaimana mengampuni orang yang membuat kita dihukum, padahal kita tidak bersalah? Bisakah kita mengampuni orang yang membuat kita kehilangan pekerjaan, jauh dari keluarga, mengalami berbagai kesulitan, karena orang itu dengki pada kita? Kalau Tuhan memberi kita kesempatan membalas dendam, apa yang akan kita lakukan? Saul sekali lagi mengejar Daud dengan mendatangi bukit Hakhila. Setelah Daud membiarkannya hidup di padang gurun En-Gedi, Saul rupanya belum tenang kalau Daud belum mati. Daud mengajak orang-orangnya turun ke tempat Saul tidur, dan Abisai bersedia mengikutinya (ay. 6). Meski dijaga banyak prajurit, uniknya semuanya tidur nyenyak karena campur tangan Tuhan (ay. 12). Saat berdiri di samping Saul yang tidur, terbuka lebar kesempatan bagi Daud menyelesaikan segala kesusahannya. Kalaupun ia tak mau mengotori tangannya, Abisai mengajukan diri untuk menancapkan tombak sekali saja pada Saul (ay. 8). Namun, Daud memilih melepaskan peluang untuk membunuh Saul (ay. 9). Ia sadar dirinya bukan hakim dan Saul adalah orang yang diurapi Tuhan. Ia pun hanya mengambil tombak dan kendi Saul, setelah itu mereka pergi. Mengampuni menjadi sulit saat kita hanya memikirkan kepentingan dan keuntungan pribadi. Mengampuni bisa kita lakukan saat kita memikirkan Tuhan dan kesejahteraan sesama. Kita dapat belajar dari Daud untuk mengampuni orang yang berbuat jahat kepada kita, dan menolak membalas dendam sekalipun ada kesempatan untuk itu --Richard Tri Gunadi/Renungan Harian. MENGAMPUNI MENANDAKAN BAHWA KITA LEBIH MENGUTAMAKAN KESEJAHTERAAN SESAMA DARIPADA KEUNTUNGAN PRIBADI. Selamat pagi. Selamat Hari Raya Idul Fitri buat teman dan kolega yang merayakan. Selamat berlibur. Selalu bersyukur. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Panca – PKS CL 5
Amin saya berterima kasih juga kepada Tuhan yang memakai hambaNya menjadi berkat bagi saya, dan yang memotivasi saya dan iman saya dibangunkan menjadi lebih baik. Thanks Tuhan jadikan kami pekerjamu di dunia ini untuk menjadi alat tangan kepanjangan Tuhan, amin. Thanks buat Cik Siu Siang kiranya Tuhan melimpahkan hikmatNya dan memakai beliaunya lebih heran lagi dan semua itu untuk kemuliaan Tuhan saja. Amin. Gbu all too.

Xavier Quentin Pranata
Ke mana pun kita berada, hati selalu tertinggal di mana keluarga ada.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment