Saturday, 16 July 2016

16 Juli 2016

I AM BLESSED




Amsal 10:16, “Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa.” Tuhan menjanjikan upah bagi setiap orang yang setia mengikuti DIA, jelas bahwa DIA ingin kita bersemangat dan penuh sukacita menjalani hidup didunia ini. Janganlah bekerja dengan orientasi yang keliru, berfokus hanya pada upah dan penghargaan manusia, pasti akan mudah kecewa . Rasul Paulus mendorong kita bekerja dengan mengarahkan pandangan pada UPAH yang disediakan oleh Tuhan sendiri. Ketika kelak kita dipanggil menghadapNya: kita dapat dengan lega berkata seperti Rasul Paulus: Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman (2 Timotius 4:7). Amin.

Ibu Caroline – Bandung
BIJAK MENGATUR KEUANGAN. Amsal 21:20 (BIS), “Orang bijaksana tetap makmur dan kaya; tetapi orang bodoh memboroskan hartanya.” Pastor Rick Warren pernah berkata dalam pelayanannya kurang lebih 40 tahun, beliau menyebutkan bahwa, “Masalah keuangan terutama masalah hutang merupakan masalah utama yang dihadapi. Bukan saja dialami banyak orang di dunia namun orang percaya juga, bahkan banyak rumah tangga hancur hanya karena tidak bisa mengelola keuangan dengan baik”. Lanjutnya, harusnya orang percaya belajar menggunakan sebuah prinsip sederhana dalam mengelola keuangan dengan bijak. Yaitu: kembalikan 10% kepada Tuhan, simpan 10% untuk diri sendiri, 80% untuk kehidupan sehari-hari”. Dalam hal ini artinya: kita harus berpikir dengan bijak untuk mengelola setiap keuangan kita. Amsal Salomo pernah menasihatkan bahwa orang percaya tidak boleh hidup boros melainkan harus bertanggung jawab dalam mengatur berkat Tuhan. Dia menyebut orang yang boros adalah orang yang bodoh. Seringkali, budaya konsumerisme yang berkembang dalam masyarakat, akhirnya meyakinkan kita untuk membeli sesuatu sekarang dan membayar belakangan. Yang mendominasi adalah keinginan pribadi bukan lagi kebutuhan hidup. Mari kita mulai dari diri sendiri untuk bertanggung jawab secara finansial, memberi perpuluhan dan mencukupkan kebutuhan kita dengan apa yang kita miliki. Ketika kita komitmen dan mengaturnya dengan baik, Tuhan pasti mencurahkan berkat pada waktu-Nya. Pengeluaran yang melebihi pemasukan adalah problem utama pengelolaan keuangan yang salah. Mintalah hikmat Tuhan untuk dapat dengan bijak mengatur keuangan...

Xavier Quentin Pranata
Tuhan siap memberkati kita saat kita benar-benar siap menerimanya.” Xavier Quentin Pranata.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Ams 16:24 – PERKATAAN yang menyenangkan seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang! Jaga baik-baik perkataan kita. Apakah sudah jadi berkat dan menyenangkan orang lain dengan tulus? Kalau perkataan kita jadi berkat maka nama TUHAN YESUS selalu dimuliakan! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 16 Juli 2016. Berusaha Sempurna. Akhirnya, Saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna (2 Korintus 13:11). Seorang murid bertanya, “Bagaimana kita dapat memperoleh sesuatu yang sempurna dalam hidup ini?” Gurunya berkata, “Berjalanlah lurus di taman bunga, petiklah bunga yang menurutmu paling indah, dan jangan pernah kembali ke belakang!” Setelah berjalan sampai di ujung taman, murid itu kembali dengan tangan hampa. Guru bertanya, “Mengapa kamu tidak mendapatkan bunga satu pun?” Ia menjawab, “Sebenarnya aku sudah menemukannya, tapi tidak kupetik karena kupikir mungkin di depan ada yang lebih indah.” Di dalam hidup ini, orang selalu ingin mendapatkan yang paling sempurna, tetapi yang sering terjadi, malah ia tidak mendapatkan apa-apa. Hanya Tuhan yang sempurna (Mat. 5:48). Pekerjaan-Nya sempurna (Ul. 32:4), jalan-Nya sempurna (Maz. 18:31), anugerah-Nya sempurna (Yak. 1:17), kasih-Nya sempurna (1 Yoh. 4:12). Karena itu, Rasul Paulus menasihati agar sesama orang yang tidak sempurna, kita perlu belajar saling menerima, sama seperti Kristus juga telah menerima kita (Rm. 15:7). Itu salah satu cara kita untuk belajar dan berusaha supaya sempurna (ay. 11). Kita bertumbuh semakin menyerupai Kristus dengan mendayagunakan sumber daya rohani yang disediakan bagi kita (ay. 13). Tak perlu kita kecewa bila menemukan banyak ketidaksempurnaan dalam hidup ini. Kita semua memiliki idealisme, tapi kita perlu menyikapinya secara realistis. Dalam berbagai ketidaksempurnaan, kita belajar mengandalkan Allah yang mahasempurna. Biarlah anugerah, kasih, dan penyertaan-Nya meneguhkan kita --Lim Ivenina Natasya/Renungan Harian. KITA PERLU BELAJAR HIDUP DALAM KETIDAKSEMPURNAAN DENGAN MENGANDALKAN KESEMPURNAAN TUHAN. Selamat pagi. Happy weekend. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment