I
AM BLESSED
Amsal
10:16, “Upah pekerjaan
orang benar membawa kepada ‘kehidupan‘,
penghasilan orang fasik membawa kepada dosa.”
Tuhan menjanjikan upah bagi setiap orang yang setia mengikuti DIA,
jelas bahwa DIA ingin kita bersemangat dan penuh sukacita menjalani
hidup didunia ini. Janganlah bekerja dengan orientasi yang keliru,
berfokus hanya pada upah dan penghargaan manusia, pasti akan mudah
kecewa .
Rasul Paulus mendorong kita bekerja dengan mengarahkan pandangan pada
UPAH yang disediakan oleh Tuhan sendiri. Ketika kelak kita dipanggil
menghadapNya: kita dapat dengan lega berkata seperti Rasul Paulus:
Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis
akhir dan aku telah memelihara iman (2 Timotius 4:7). Amin.
Ibu
Caroline – Bandung
BIJAK
MENGATUR KEUANGAN. Amsal 21:20 (BIS), “Orang bijaksana tetap makmur
dan kaya; tetapi orang bodoh memboroskan hartanya.” Pastor Rick
Warren pernah berkata dalam pelayanannya kurang lebih 40 tahun,
beliau menyebutkan bahwa, “Masalah keuangan terutama masalah hutang
merupakan masalah utama yang dihadapi. Bukan saja dialami banyak
orang di dunia namun orang percaya juga, bahkan banyak rumah tangga
hancur hanya karena tidak bisa mengelola keuangan dengan baik”.
Lanjutnya, harusnya orang percaya belajar menggunakan sebuah prinsip
sederhana dalam mengelola keuangan dengan bijak. Yaitu: kembalikan
10% kepada Tuhan, simpan 10% untuk diri sendiri, 80% untuk kehidupan
sehari-hari”. Dalam hal ini artinya: kita harus berpikir dengan
bijak untuk mengelola setiap keuangan kita. Amsal Salomo pernah
menasihatkan bahwa orang percaya tidak boleh hidup boros melainkan
harus bertanggung jawab dalam mengatur berkat Tuhan. Dia menyebut
orang yang boros adalah orang yang bodoh. Seringkali, budaya
konsumerisme yang berkembang dalam masyarakat, akhirnya meyakinkan
kita untuk membeli sesuatu sekarang dan membayar belakangan. Yang
mendominasi adalah keinginan pribadi bukan lagi kebutuhan hidup. Mari
kita mulai dari diri sendiri untuk bertanggung jawab secara finansial,
memberi perpuluhan dan mencukupkan kebutuhan kita dengan apa yang
kita miliki. Ketika kita komitmen dan mengaturnya dengan baik, Tuhan
pasti mencurahkan berkat pada waktu-Nya. Pengeluaran yang melebihi
pemasukan adalah problem utama pengelolaan keuangan yang salah.
Mintalah hikmat Tuhan untuk dapat dengan bijak mengatur keuangan...
Xavier
Quentin Pranata
“Tuhan
siap memberkati kita saat kita benar-benar siap menerimanya.”
Xavier Quentin Pranata.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Ams
16:24 – PERKATAAN yang menyenangkan seperti sarang madu, manis bagi
hati dan obat bagi tulang-tulang! Jaga baik-baik perkataan kita.
Apakah sudah jadi berkat dan menyenangkan orang lain dengan tulus?
Kalau perkataan kita jadi berkat maka nama TUHAN YESUS selalu
dimuliakan! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Sabtu, 16 Juli 2016. Berusaha Sempurna. Akhirnya,
Saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna
(2 Korintus 13:11). Seorang murid bertanya, “Bagaimana kita dapat
memperoleh sesuatu yang sempurna dalam hidup ini?” Gurunya berkata,
“Berjalanlah lurus di taman bunga, petiklah bunga yang menurutmu
paling indah, dan jangan pernah kembali ke belakang!” Setelah
berjalan sampai di ujung taman, murid itu kembali dengan tangan
hampa. Guru bertanya, “Mengapa kamu tidak mendapatkan bunga satu
pun?” Ia menjawab, “Sebenarnya aku sudah menemukannya, tapi tidak
kupetik karena kupikir mungkin di depan ada yang lebih indah.” Di
dalam hidup ini, orang selalu ingin mendapatkan yang paling sempurna,
tetapi yang sering terjadi, malah ia tidak mendapatkan apa-apa. Hanya
Tuhan yang sempurna (Mat. 5:48). Pekerjaan-Nya sempurna (Ul. 32:4),
jalan-Nya sempurna (Maz. 18:31), anugerah-Nya sempurna (Yak. 1:17),
kasih-Nya sempurna (1 Yoh. 4:12). Karena itu, Rasul Paulus menasihati
agar sesama orang yang tidak sempurna, kita perlu belajar saling
menerima, sama seperti Kristus juga telah menerima kita (Rm. 15:7).
Itu salah satu cara kita untuk belajar dan berusaha supaya sempurna
(ay. 11). Kita bertumbuh semakin menyerupai Kristus dengan
mendayagunakan sumber daya rohani yang disediakan bagi kita (ay. 13).
Tak perlu kita kecewa bila menemukan banyak ketidaksempurnaan dalam
hidup ini. Kita semua memiliki idealisme, tapi kita perlu
menyikapinya secara realistis. Dalam berbagai ketidaksempurnaan, kita
belajar mengandalkan Allah yang mahasempurna. Biarlah anugerah,
kasih, dan penyertaan-Nya meneguhkan kita --Lim Ivenina
Natasya/Renungan Harian. KITA PERLU BELAJAR HIDUP DALAM
KETIDAKSEMPURNAAN DENGAN MENGANDALKAN KESEMPURNAAN TUHAN. Selamat
pagi. Happy weekend. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment