Thursday, 7 July 2016

7 Juli 2016

I AM BLESSED




Efesus 2:10, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” Bagaimana kita mengetahui apa yang dimaksud dengan “pekerjaan baik” ini? Pertama kita semua perlu menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Allah & membiarkan DIA yang mengatur setiap langkah kita. Tugas kita hanya BERSERAH kepadaNya, menyerahkan baik pikiran, perbuatan maupun keputusan kita sehari-hari. Kita adalah ciptaan Allah yang excellent, kita adalah hasil karya seni yang terindah dan paling unggul (masterpiece). Ketika seseorang percaya pada Kristus Allah mencipatkan kita dengan sedemikian indah, karena ada sebuah TUJUAN yang IA ingin capai melalui kita yaitu menjadikan kita anak-anakNya. Melakukan Pekerjaan Baik bukan sebuah pilihan, melainkan keberadaan orang percaya, karena Allah-lah yang mengerjakan didalam kamu baik ke-MAU-an maupun pekerjaan menurut kerelaanNya (Filipi 2:13). Amin.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Hab 2:4 – Sesungguhnya, orang yang sombong, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya! Hidup dan berjalanlah dalam IMAN. Memang apa yang kita harapkan belum kelihatan tapi percayai itu sudah kita terima (alami). Sip dehhh! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 7 Juli 2016. Meskipun Diamputasi. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita (Efesus 5:20). Ada seorang ibu bernama Martha. Ia hidup bersama suami dan kedua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Kehidupannya sangat bahagia, namun suatu hari ia mengalami kecelakaan dan ia mesti siap menghadapi kenyataan pahit karena kakinya harus diamputasi. Herannya, ibu tersebut tidak bersungut-sungut atas musibah yang menimpanya. Ketika seorang dokter memeriksanya, ibu itu tersenyum. Dokter itu merasa heran karena biasanya ia selalu melihat raut wajah putus asa pada pasiennya yang mengidap penyakit yang parah, apalagi jika sampai harus menjalani amputasi. Dokter itu bertanya, “Maafkan saya, Bu. Tapi bolehkah saya tahu mengapa Ibu tersenyum?” Dengan sederhana ibu itu menjawab, “Saya bersyukur masih tetap hidup. Terlebih lagi, saya sangat bersyukur karena saya yang diamputasi, bukan suami atau kedua anak saya.” Tampaknya ibu ini menghayati bagaimana harus bersyukur. Kisah Martha mengingatkan lagi bahwa hidup kita adalah anugerah dari Tuhan. Mungkin banyak persoalan hidup atau sakit-penyakit datang menimpa kita, yang membuat kita sulit sekali bersyukur kepada Allah. Paulus mendorong jemaat di Efesus untuk menjalani kehidupan yang saleh, yaitu dengan belajar untuk hidup dalam Roh. Salah satu bentuk nyata kehidupan yang saleh adalah bersyukur senantiasa dalam segala keadaan (ay. 20). Marilah kita belajar memandang segala sesuatu yang kita hadapi dalam hidup ini dengan lensa ucapan syukur tersebut --Selly Miarani/Renungan Harian. MEREKA YANG BERJALAN DALAM PIMPINAN ROH KUDUS AKAN MENEMUKAN ALASAN UNTUK BERSYUKUR DALAM SEGALA KEADAAN. Selamat pagi. Selalu bersukacita. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment