I
AM BLESSED
Efesus
2:10, “Karena kita ini
buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan
pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya
kita hidup di dalamnya.”
Bagaimana kita mengetahui apa yang dimaksud dengan “pekerjaan baik”
ini?
Pertama kita semua perlu menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada
Allah & membiarkan DIA yang mengatur setiap langkah kita. Tugas
kita hanya BERSERAH kepadaNya, menyerahkan baik pikiran, perbuatan
maupun keputusan kita sehari-hari. Kita adalah ciptaan Allah yang
excellent, kita adalah hasil karya seni yang terindah dan paling
unggul (masterpiece).
Ketika seseorang percaya pada Kristus Allah mencipatkan kita dengan
sedemikian indah, karena ada sebuah TUJUAN yang IA ingin capai
melalui kita yaitu menjadikan kita anak-anakNya. Melakukan Pekerjaan
Baik bukan sebuah pilihan, melainkan keberadaan orang percaya, karena
Allah-lah yang mengerjakan didalam kamu baik ke-MAU-an
maupun pekerjaan menurut kerelaanNya (Filipi 2:13). Amin.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Hab
2:4 – Sesungguhnya, orang yang sombong, tidak lurus hatinya, tetapi
orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya! Hidup dan
berjalanlah dalam IMAN. Memang apa yang kita harapkan belum kelihatan
tapi percayai itu sudah kita terima (alami). Sip dehhh! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Kamis, 7 Juli 2016. Meskipun Diamputasi. Ucaplah syukur
senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus
kepada Allah dan Bapa kita (Efesus 5:20). Ada seorang ibu bernama
Martha. Ia hidup bersama suami dan kedua anaknya yang masih duduk di
bangku sekolah dasar. Kehidupannya sangat bahagia, namun suatu hari
ia mengalami kecelakaan dan ia mesti siap menghadapi kenyataan pahit
karena kakinya harus diamputasi. Herannya, ibu tersebut tidak
bersungut-sungut atas musibah yang menimpanya. Ketika seorang dokter
memeriksanya, ibu itu tersenyum. Dokter itu merasa heran karena
biasanya ia selalu melihat raut wajah putus asa pada pasiennya yang
mengidap penyakit yang parah, apalagi jika sampai harus menjalani
amputasi. Dokter itu bertanya, “Maafkan saya, Bu. Tapi bolehkah
saya tahu mengapa Ibu tersenyum?” Dengan sederhana ibu itu
menjawab, “Saya bersyukur masih tetap hidup. Terlebih lagi, saya
sangat bersyukur karena saya yang diamputasi, bukan suami atau kedua
anak saya.” Tampaknya ibu ini menghayati bagaimana harus bersyukur.
Kisah Martha mengingatkan lagi bahwa hidup kita adalah anugerah dari
Tuhan. Mungkin banyak persoalan hidup atau sakit-penyakit datang
menimpa kita, yang membuat kita sulit sekali bersyukur kepada Allah.
Paulus mendorong jemaat di Efesus untuk menjalani kehidupan yang
saleh, yaitu dengan belajar untuk hidup dalam Roh. Salah satu bentuk
nyata kehidupan yang saleh adalah bersyukur senantiasa dalam segala
keadaan (ay. 20). Marilah kita belajar memandang segala sesuatu yang
kita hadapi dalam hidup ini dengan lensa ucapan syukur tersebut
--Selly Miarani/Renungan Harian. MEREKA YANG BERJALAN DALAM PIMPINAN
ROH KUDUS AKAN MENEMUKAN ALASAN UNTUK BERSYUKUR DALAM SEGALA KEADAAN.
Selamat pagi. Selalu bersukacita. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment