Wednesday, 13 July 2016

13 Juli 2016

I AM BLESSED




Yohanes 21:15 (TB), “Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini? Jawab Petrus kepada-Nya: Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau. Kata Yesus kepadanya: Gembalakanlah domba-domba-Ku.‘” Pertanyaan terpenting yang pernah dihadapi Petrus ialah apakah ia mempunyai kasih yang mengabdi kepada Tuhan? Pertama Kasih AGAPAO (bahasa Yunani) yang berarti kasih yang rasional dan bertujuan terutama pikiran dan kehendak. Kedua PHILEO melibatkan perasaan kasih yang hangat, kasih yang lebih pribadi dam penuh perasaan. Melalui kedua kata ini Tuhan Yesus juga bertanya kepada kita: Apakah kasih kita hanya kehendak saja atau kasih kita kepadaNya sudah sepenuh hati ?kita semua harus memiliki kasih pribadi yang sepenuh hati dan penuh pengabdian kepdNya.dan Yesus memandang Kasih ini sebagai syarat dasar dari semua pelayanan kita. Sudahkah kita mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati dan rela menggembalakan “domba-dombaNya”? Domba biasanya cenderung membutuhkan bimbingan, perlindungan dan teguran. Bagaimana dengan kita? Adakah kita seorang gembala/leader/mentor yang rela menggembalakan domba-dombaNya Tuhan?

Xavier Quentin Pranata
Lagu terindah keluar dari hati yang berserah kepada Allah." Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 13 Juli 2016. Kefanaan Hidup. Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana (Mazmur 90:12). Dokter memvonis hidupnya tak akan lama lagi. Sepulang dari rumah sakit, pria itu segera mengubah tabiatnya. Ia jadi ramah dan memaklumi kekurangan bawahan di kantor. Ia rela bangun pagi demi menolong istri yang repot memasak sarapan dan menyiapkan anak ke sekolah. Ia tidak lagi membentak anaknya yang tampak lamban mengerjakan sesuatu. Vonis dokter membuatnya menghargai setiap kesempatan untuk meninggalkan kesan baik bagi orang lain. Pemazmur memohon hikmat Tuhan, supaya dirinya dimampukan untuk menghitung hari-hari pemberian-Nya. Bukan supaya hari-hari segera berlalu, namun supaya ia memiliki hati yang bijaksana dalam menjalaninya. Dengan menyadari kesementaraan hidupnya, ia menjadikan Allah sebagai “rumah” baginya sehingga ia memiliki hubungan yang dekat dengan-Nya. “Debu dan rumput” menjadi gambaran kondisi dirinya yang begitu lemah di hadapan Allah Sang Pencipta yang begitu perkasa. Ia juga meminta hikmat supaya dapat hidup dalam takut akan Allah serta mengizinkan Allah menjadi pengendali hidupnya yang begitu terbatas dan penuh dosa. Hanya Allah yang dapat diharapkan sebagai perteduhan yang kekal. Ya, pemazmur memiliki kepekaan dan kesadaran terhadap kefanaan hidupnya. Kita pun perlu memiliki kesadaran seperti itu, dengan menyadari kerapuhan kita, demi menuju hikmat sejati: takut akan Tuhan. Niscaya kita dimampukan memandang segala sesuatu sesuai dengan kehendak Allah. Selanjutnya, kita terus belajar menjalani hidup secara bijaksana dengan mengandalkan pemeliharaan-Nya --Endang B. Lestari/Renungan Harian. BEKERJALAH SEAKAN ENGKAU AKAN HIDUP SELAMANYA, BERIBADAHLAH SEAKAN ENGKAU AKAN MATI BESOK PAGI. Selamat pagi. Selamat berkarya. Selalu bersyukur. Tuhan Yesus memberkati.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Ayub 5:9 – IA melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan yang tak terduga, serta keajaiban-keajaiban yang tak terbilang banyaknya! Hanya YESUS sumber MUJIZAT dan KEAJAIBANku. Percayalah saat ini kita akan mengalami pertolongan-NYA yang ajaib. YESUS luar biasa. Sip deh! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:

Post a Comment