I
AM BLESSED
Yohanes
21:15 (TB), “Sesudah
sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: ‘Simon,
anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka
ini?‘
Jawab Petrus kepada-Nya: ‘Benar
Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.‘
Kata Yesus kepadanya: ‘Gembalakanlah
domba-domba-Ku.‘”
Pertanyaan terpenting yang
pernah dihadapi Petrus ialah apakah ia mempunyai kasih yang
‘mengabdi‘
kepada Tuhan? Pertama Kasih AGAPAO (bahasa Yunani) yang berarti kasih
yang rasional dan bertujuan terutama pikiran dan kehendak. Kedua
PHILEO melibatkan perasaan kasih yang hangat, kasih yang lebih
pribadi dam penuh perasaan. Melalui kedua kata ini Tuhan Yesus juga
bertanya kepada kita: Apakah kasih kita hanya kehendak saja atau
kasih kita kepadaNya sudah sepenuh hati ?kita semua harus memiliki
kasih pribadi yang sepenuh hati dan penuh pengabdian kepdNya.dan
Yesus memandang Kasih ini sebagai syarat dasar dari semua pelayanan
kita. Sudahkah kita mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati dan rela
menggembalakan “domba-dombaNya”? Domba biasanya cenderung
membutuhkan bimbingan, perlindungan dan teguran. Bagaimana dengan
kita? Adakah kita seorang gembala/leader/mentor
yang rela menggembalakan domba-dombaNya Tuhan?
Xavier
Quentin Pranata
“Lagu
terindah keluar dari hati yang berserah kepada Allah." Xavier
Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Rabu, 13 Juli 2016. Kefanaan Hidup. Ajarlah kami menghitung
hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana
(Mazmur 90:12). Dokter memvonis hidupnya tak akan lama lagi. Sepulang
dari rumah sakit, pria itu segera mengubah tabiatnya. Ia jadi ramah
dan memaklumi kekurangan bawahan di kantor. Ia rela bangun pagi demi
menolong istri yang repot memasak sarapan dan menyiapkan anak ke
sekolah. Ia tidak lagi membentak anaknya yang tampak lamban
mengerjakan sesuatu. Vonis dokter membuatnya menghargai setiap
kesempatan untuk meninggalkan kesan baik bagi orang lain. Pemazmur
memohon hikmat Tuhan, supaya dirinya dimampukan untuk menghitung
hari-hari pemberian-Nya. Bukan supaya hari-hari segera berlalu, namun
supaya ia memiliki hati yang bijaksana dalam menjalaninya. Dengan
menyadari kesementaraan hidupnya, ia menjadikan Allah sebagai “rumah”
baginya sehingga ia memiliki hubungan yang dekat dengan-Nya. “Debu
dan rumput” menjadi gambaran kondisi dirinya yang begitu lemah di
hadapan Allah Sang Pencipta yang begitu perkasa. Ia juga meminta
hikmat supaya dapat hidup dalam takut akan Allah serta mengizinkan
Allah menjadi pengendali hidupnya yang begitu terbatas dan penuh
dosa. Hanya Allah yang dapat diharapkan sebagai perteduhan yang
kekal. Ya, pemazmur memiliki kepekaan dan kesadaran terhadap kefanaan
hidupnya. Kita pun perlu memiliki kesadaran seperti itu, dengan
menyadari kerapuhan kita, demi menuju hikmat sejati: takut akan
Tuhan. Niscaya kita dimampukan memandang segala sesuatu sesuai dengan
kehendak Allah. Selanjutnya, kita terus belajar menjalani hidup
secara bijaksana dengan mengandalkan pemeliharaan-Nya --Endang B.
Lestari/Renungan Harian. BEKERJALAH SEAKAN ENGKAU AKAN HIDUP
SELAMANYA, BERIBADAHLAH SEAKAN ENGKAU AKAN MATI BESOK PAGI. Selamat
pagi. Selamat berkarya. Selalu bersyukur. Tuhan Yesus memberkati.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Ayub
5:9 – IA melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan yang tak
terduga, serta keajaiban-keajaiban yang tak terbilang banyaknya!
Hanya YESUS sumber MUJIZAT dan KEAJAIBANku. Percayalah saat ini kita
akan mengalami pertolongan-NYA yang ajaib. YESUS luar biasa. Sip deh!
Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:
Post a Comment