Kata
Pengantar
Shalom!
Tak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2014. Saya mengucap syukur
kepada Tuhan atas penyertaanNya yang selalu nyata selama tahun 2014 bagi saya
dan keluarga. Bila hari ini saya merenungkan waktu yang telah berlalu di tahun
ini, “sungguh Engkau telah menjadi tempat perlindunganku, menara yang kuat
terhadap musuh.” (Mazmur 61:4). Kalau sampai hari ini saya ada dan hidup dengan
luar biasa, sungguh itu adalah karyaNya.
Kabar duka yang mengejutkan menutup penghujung tahun
2014, yaitu berita hilang-nya pesawat Air Asia. Tidak ada satu orang pun yang
menyangka, di tengah-tengah per-siapan liburan dan perayaan menyambut tahun
baru, ada berita duka yang menyelimuti kota Surabaya. Kita tidak pernah
tahu apa yang akan terjadi hari esok, bulan
depan, tahun depan atau bahkan 1 jam ke depan. Di akhir tahun ini saya banyak
belajar mengenai kerendahan hati, juga melalui kejadian Air Asia.
Kerendahan hati berbicara tentang knowing God is God and we are not. Bukan berarti saya berkata bahwa
kita harus hidup ketakutan setiap harinya akan hari esok, atau berbicara
tentang kematian, sama sekali bukan itu. Tapi berbicara tentang hidup yang
lebih bergantung lebih lagi dengan Dia Sang Pencipta. Saya percaya Ia ingin
kita semangat untuk hidup setiap hari. Kita harus tetap membuat rencana untuk
hari-hari ke depan, itu tanggung jawab kita sebagai anak-anakNya, tetapi berikan
Ia tempat untuk membuat keputusannya, entah berkata “ya”, “tidak” atau “belum”.
Ketika Allah berkata “tidak” atau “belum” dengan doa-doa yang kita naikkan,
hendaknya sikap hati kita bukannya marah
atau kecewa, justru kita diingatkan betapa tidak ada yang
pasti di dunia ini, how fragile this
world is.
Lalu
bagaimana kita menghadapi hari-hari yang tidak pasti di dunia? Jawabannya
adalah rendah hati dan berserah. Itu bukanlah pilihan, tapi satu-satunya cara
untuk hidup, karena hanya Dialah Satu-Satunya
harapan kita. “Semoga Allah, sumber pengharapan, meme-nuhi kamu dengan segala
sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.”
(Roma 15:13). Tuhan memberkati.
Siu Siang
No comments:
Post a Comment