Thursday, 4 December 2014

04 Desember 2014

Ketika rasanya ‘tidak ada orang yang mengenal kita' / mempedulikan kehadiran kita, ingatlah Yesus, DIA mengenal nama kita satu persatu secara pribadi, seperti cerita tentang Zakheus & Yesus, DIA memanggil nama Zakheus. Lukas 19:5, "Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: ‘Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumah-mu.'" Yesus mengenal nama kita & DIA rindu kitapun mengenalNya!



Respon 1

Memulai hari bersama Yesus. Menikmati tiap menit dan peristiwa bersama Dia, membuat setiap saat adalah kenangan yang tak terlupakan. Tentang kesetiaan, kasih dan penyertaan Nya. Setiap hari adalah hari kemenangan karena kasih setia Nya selalu baru setiap pagi. Ratapan 3:21-23, "Tetapi hal-hal inilah yang kuperthatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"



Respon 2

Walaupun kita menyebut apa yang tampak & kita rasakan secara fisik dengan alam nyata, sesungguhnya bisa jadi alam roh yang kita rangkaian tidak nyata itu justru lebih nyata daripada yang orang-orang pikirkan. Di dunia dimana sebagian besar penghuninya adalah manusia  yang  merupakan  makhluk roh, ada berbagai roh yang bergerak & mempengaruhi kehidupan manusia secara aktif. Ada Roh Tuhan, ada roh-roh yang melayani (malaikat-malaikat), & banyak roh jahat yang beroperasi tiap saat menanamkan pengaruh untuk memperebutkan jiwa manusia (2 Kor 4:4). Iblis bersama seluruh balatentaranya ialah roh-roh yang jahat & memiliki kuasa, yang meski jauh lebih rendah dari kuasa Tuhan tetapi dengan segala kelicikannya, manusia mudah jatuh dalam perangkapnya. Lihat saja daftar berikut ini: iblis punya kuasa atas kerajaan-kerajaan dunia & kemegahannya; roh-roh jahat mampu mencuri benih firman Tuhan; kuasa gelap itu mampu menghasut pikiran manusia seperti halnya yang terjadi pada Yudas Iskariot; jumlah yang banyak dari mereka dapat merasuk seseorang menjadikan-nya kuat melebihi orang-orang normal & mendatangkan teror yang besar di tengah-tengah orang banyak seperti yang di Gadara; permainan iblis memampukan orang bergerak secara gaib/supranatural seperti paranormal-paranormal & juru-juru tenung yang dikisah-kan Alkitab; dalam suatu cara yang kita tidak ketahui, iblis mendakwa kita siang malam supaya beroleh hak mencelakakan & men-cobai orang-orang benar sehingga jatuh dalam dosa dst... Sekalipun manusia adalah roh yang mandiri & memiliki kehendak bebas, tetapi manusia tidak memiliki kuasa yang cukup dari diri mereka sendiri melawan kekuatan-kekuatan supranatural ini. Bukti nyata akan hal ini jelas dinyatakan saat Hawa ditipu sebegitu rupa sehingga hanya dalam satu ujian ketaatan saja manusia telah gagal. Kenyataan ini seharusnya menyadarkan kita betapa kita membutuhkan Tuhan: kuasa, kasih, hikmat, pimpinan, & penyertaan-Nya -agar menang atas kuasa gelap. Kita tak mungkin mampu jalan sendiri. Ya Tuhan Yesus, betapa kami memerlukan-Mu! Salam revival! GBU.

Respon 3

Kamis, 4 Desember 2014. Bacaan: Ibrani 13:1-6. Setahun: Efesus 4-6. Nats: Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau" (Ibrani 13:5). CUKUP! Manusia cenderung susah berkata 'cukup'. Orang yang bekerja, missal-nya, merasa tidak cukup dengan penghasilan-nya. Lalu, si istri mengeluh belum cukup de-ngan penghasilan suaminya. Padahal, orang yang mengeluh itu sebenarnya berpenghasilan relatif besar dan, jika bijak mengelola ke-uangan, dapat memenuhi kebutuhan hidup-nya. Jadi, kapan sepatutnya kita berkata 'cukup'? Jujur, kepuasan jiwa memang sulit terpenuhi. Kita hidup di tengah dunia yang menggoda hasrat kedagingan kita untuk mem-peroleh lebih banyak dan lebih banyak lagi. Kita jadi sulit terpuaskan. Dan, hal itu bukanlah fenomena baru. Penulis kitab Ibrani pun mendapati banyak orang Ibrani yang, sekali-pun telah mengerti kebenaran hidup sebagai murid Kristus, masih saja menghambakan diri kepada uang karena tidak pernah merasa cukup dengan apa yang mereka peroleh. Penulis kitab ini mendorong mereka untuk tidak menjadi hamba uang dan belajar men-cukupkan diri dengan apa yang mereka miliki. Jaminan mereka tidak lain adalah janji pe-nyertaan dan pemeliharaan Tuhan. Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah belajar mencukupkan diri? Ya, satu-satunya obat mujarab bagi kita yang sulit merasa cukup adalah menemukan kecukupan dan kepuasan jiwa dalam kehadiran Allah yang hidup. Kehadiran-Nya sudah cukup bagi segala kebutuhan dan kerinduan hati kita. Hanya Dia yang mampu memberi kita rasa cukup, rasa puas, dan damai sejahtera yang tidak akan pernah kita temukan dalam jerih payah kita di dunia  ini.  --Samuel  Yudi  Susanto. HANYA KEHADIRAN ALLAH YANG MAMPU MEMUASKAN HASRAT PALING KUAT DALAM HIDUP KITA.




No comments:

Post a Comment