Thursday, 25 December 2014

25 Desember 2014



Matius 1:23b, “...dan mereka akan menama-kan Dia IMANUEL-- yang berarti: Allah MENYERTAI kita.” Demi kasihNya untuk saya & saudara, Yesus menjadi manusia sepenuhnya, menjadi manusia memungkinkan “DIA untuk ikut merasakan pengalaman kita”, itu artinya YESUS PEDULI. Kiranya dihari Natal ini TERANG yang masuk kedalam dunia pada malam itu memancarkan SINAR-Nya hingga MENEMBUS KE LUBUK HATI kita yang terdalam & memberikan KEDAMAIAN di bumi :). Selamat Natal, DIA IMANUEL :).


Respon 1
“Lewat tetesan embun di atap dan tetesan cinta di hati, saya dan keluarga mengucapkan 'Selamat Natal'.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Merenungkan Natal, ada sesuatu yang mencengangkan tentang Tuhan kita yang bisa jadi merupakan suatu kualitas yang paling membedakan antara Yesus Kristus dengan apapun yang disebut illah atau tuhan oleh manusia. Yesus,“yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahan-kan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia”~ Fil. 2:6-7. Ia, yang adalah Tuhan semesta alam memilih 'turun' untuk menjadi rendah sama seperti manusia yang lemah. Yang Tuhan lakukan kebalikan total dari yang iblis lakukan. Lucifer sebagai ciptaan & pelayan justru ingin terus naik & naik (Yes. 14:12-14). Jangankan iblis dengan segala kuasa & kelebihannya, di antara manusia yang sangat terbatas ini pun begitu jarang ditemui yang bersedia merendahkan dirinya sedemikian! Jika kita jujur, maka kita harus mengakui fakta-fakta berikut ini: Kebanyakan di antara kita menginginkan untuk naik, bukannya turun; Sebagian dari kita malah ingin dipandang lebih tinggi dari sebenarnya (dengan  segala  status, polesan, atribut, gelar dsb yang belum tentu sepadan dengan bobot pribadinya); Sekumpulan besar dari kita, meski tidak mengunggulkan diri, namun bukan orang-orang yang suka untuk direndahkan atau dilecehkan orang lain; Hanya sebagian kecil saja di antara kita yang suka menempuh jalan yang sukar, penuh penderitaan, pengorbanan & pengabdian karena hampir semuanya memilih fasilitas, kemudahan, kenyamanan, keserba adaan, kelancaran & keringanan. Ketika Juruselamat turun ke dunia 2 millenium lalu, Dia memilih jalan yang menurun, sempit, sunyi, sukar, berat - jalan pengorbanan & penderitaan. Semuanya bagi kita yang sangat dicintai-Nya. Hari ini, maukah Anda, demi cinta Anda pada Dia, melangkah dalam kesederhanaan, kerendahan, bahkan kehinaan demi melayani sesama & menjangkau yang terhilang? Dalam menjadi hamba bagi Kristus, kita akan dibedakan dari umat manapun di muka bumi ini. Selamat Natal 2014. Salam revival! GBU

No comments:

Post a Comment