Matius 1:23b, “...dan mereka akan menama-kan Dia
IMANUEL-- yang berarti: Allah MENYERTAI kita.” Demi kasihNya untuk saya &
saudara, Yesus menjadi manusia sepenuhnya, menjadi manusia memungkinkan “DIA
untuk ikut merasakan pengalaman kita”, itu artinya YESUS PEDULI. Kiranya
dihari Natal ini TERANG yang masuk kedalam dunia pada malam itu memancarkan
SINAR-Nya hingga MENEMBUS KE LUBUK HATI kita yang terdalam & memberikan
KEDAMAIAN di bumi :). Selamat Natal, DIA IMANUEL :).
Respon 1
“Lewat tetesan embun di atap dan tetesan cinta di hati, saya
dan keluarga mengucapkan 'Selamat Natal'.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
Merenungkan Natal, ada
sesuatu yang mencengangkan tentang Tuhan kita yang bisa jadi merupakan suatu
kualitas yang paling membedakan antara Yesus Kristus dengan apapun yang disebut
illah atau tuhan oleh manusia. Yesus,“yang walaupun dalam rupa Allah, tidak
menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahan-kan,
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang
hamba, dan menjadi sama dengan manusia”~ Fil. 2:6-7. Ia, yang adalah Tuhan
semesta alam memilih 'turun' untuk menjadi rendah sama seperti manusia yang
lemah. Yang Tuhan lakukan kebalikan total dari yang iblis lakukan. Lucifer
sebagai ciptaan & pelayan justru ingin terus naik & naik (Yes. 14:12-14).
Jangankan iblis dengan segala kuasa & kelebihannya, di antara manusia yang
sangat terbatas ini pun begitu jarang ditemui yang bersedia merendahkan dirinya
sedemikian! Jika kita jujur, maka kita harus mengakui fakta-fakta berikut ini:
Kebanyakan di antara kita menginginkan untuk naik, bukannya turun; Sebagian
dari kita malah ingin dipandang lebih tinggi dari sebenarnya (dengan segala
status, polesan, atribut, gelar dsb
yang belum tentu sepadan dengan bobot pribadinya); Sekumpulan besar dari kita,
meski tidak mengunggulkan diri, namun bukan orang-orang yang suka untuk
direndahkan atau dilecehkan orang lain; Hanya sebagian kecil saja di antara
kita yang suka menempuh jalan yang sukar, penuh penderitaan, pengorbanan &
pengabdian karena hampir semuanya memilih fasilitas, kemudahan, kenyamanan,
keserba adaan, kelancaran & keringanan. Ketika Juruselamat turun ke dunia 2
millenium lalu, Dia memilih jalan yang menurun, sempit, sunyi, sukar, berat -
jalan pengorbanan & penderitaan. Semuanya bagi kita yang sangat
dicintai-Nya. Hari ini, maukah Anda, demi cinta Anda pada Dia, melangkah dalam
kesederhanaan, kerendahan, bahkan kehinaan demi melayani sesama &
menjangkau yang terhilang? Dalam menjadi hamba bagi Kristus, kita akan
dibedakan dari umat manapun di muka bumi ini. Selamat Natal 2014. Salam
revival! GBU
No comments:
Post a Comment