KASIH yang BESAR. Yohanes 3:16, “Karena begitu
besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang
tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan
beroleh hidup yang kekal.” Kerelaan Allah dalam mengutus AnakNya untuk
menjadi JURUSELAMAT kita merupakan
suatu HADIAH yang tidak terungkapkan
dengan kata-kata, itulah hadiah yang kita rayakan dihari NATAL, karena KRISTUS sendirilah yang paling UTAMA & BERARTI :).
Syukur kepada Allah karena KARUNIANYA
yang tak terkatakan itu. 2 Kor 9:15, “Syukur
kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!” Amin.
Respon 1
“Saat dingin menggigit dan kelam mencekam, kita seharusnya
bersukacita karena sebentar lagi
kehangatan merambat dan terang
makin benderang.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
Kita semua tahu &
percaya bahwa Tuhan yang kita sembah menghendaki & menghargai apa yang
disebut ‘ketaatan’. Bahkan kita setuju bahwa itu adalah salah satu inti dari
kekristenan. Dalam kisah-kisah Natal dalam Alkitab, tampaknya Tuhan menyiratkan
pesan bagaimana ketaatan yang sejati itu -yang benar-benar berkenan di
hati-Nya. Mari amati sekilas ketaatan tokoh-tokoh di sekitar Natal. Ada Herodes
yang agung di pemandangan manusia tapi tidak di mata Allah. Katanya kepada para
majus, ‘Akupun akan datang menyembah Dia’ -tapi ia tidak pernah melakukannya. Inilah
ketaatan di bibir saja. Banyak mengumbar janji tanpa bukti, bahkan lebih
menyakitkan ketika perbuatannya menyatakan persis kebalikan dari kata-kata
manis itu. Ada ahli-ahli Taurat yang merasa telah cukup
taat pada Yahweh dengan menghafal & memahami isi kitab-kitab agama. Dapatkah disebut
ketaatan jika tampil dalam teori, bukan tindakan nyata? Bukankah kita dipanggil
bukan untuk menjadi pelaku, bukan pendengar? Tetapi jangan bersedih. Kelahiran
Anak Manusia dipenuhi dengan kisah dari mereka yang taat: Orang-orang majus
yang percaya & karenanya taat menempuh perjalanan panjang berpedoman pada
bintang yang bersinar tidak biasa. Ada Yusuf yang karena taat, tidak
menceraikan Maria tapi memilih percaya & memberikan dukungan bagi istrinya
yang mendapat tugas suci dari sang Khalik. Ada gembala-gembala di padang Efrata
yang meski dibayangi kegentaran tetap bangkit & mencari tempat sang raja
itu dilahirkan. Dan tentu tidak ada yang melebihi ketaatan sang perawan dari
Nazaret, yang denga keanggunan & keteguhan seorang hamba sejati berkata
atas kehendak Tuhan, “Aku ini hamba Tuhan, jadilah seperti per-kataan Tuhan” (Luk. 1:38). Bukti dari semua ini ialah pujian Maria & kerelaannya menanggung segala
risiko, kehinaan & rasa malu demi melahirkan Juruselamat. Tatkala kita
mengenang Natal, kita teringat kepada mereka yang taat. Bukan yang tidak taat.
Demikian pula Tuhan: Ia mencari, memakai, & mengingat yang taat. Akankah
kita diingat-Nya sebagai orang yang taat?
No comments:
Post a Comment