Pertumbuhan yang sehat = BERBUAH. Kalau kita mengaku sebagai murid Kristus maka BUAH kita juga adalah murid Kristus lainnya. Matius 28:18-20, "Yesus mendekati mereka dan berkata: ‘Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.'" Firman Tuhan hari ini bukan sekedar ajakan / himbauan untuk kita PERGI & MENJADIKAN semua bangsa murid, tapi Amanat Agung ini adalah PERINTAH Tuhan Yesus bagi kita semua untuk memuridkan jiwa-jiwa. Kalau Tuhan memberi perintah PASTI DIA juga member-kan JANJI-JANJI-Nya yaitu: PenyertaanNya senatiasa sampai kesudahan zaman / kekal. Oleh karenanya JANGAN TAKUT untuk memuridkan One To One ya!
Respon 1
Shalom pagi Siu... BAPA biarlah urapanMU turun atas Susanti, hamba, Yurica sebagai anakMU untuk kami boleh membawa jiwa-jiwa lebih lagi mengenalMU. Lebih lagi dekat padaMU dan lebih lagi tumbuh imannya, berakar serta berbuah... Amin. Thank You JESUS...
Respon 2
Bacaan: Mazmur 23. Bacaan Setahun: Ibrani8-10. Nats: TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mazmur 23:1) MENJADI DOMBA. Jika kita ditanya tentang hewan yang paling perkasa, biasanya orang menjawab singa. Julukan ini tidaklah berlebihan karena singa memiliki tubuh yang kekar, cakar dan gigi yang tajam, dan auman yang menggetarkan. Kondisi ini terbalik 180 derajat jika dibandingkan dengan domba. Domba adalah hewan yang lemah dan tak memiliki mekanisme pertahanan diri untuk bertahan dari serangan musuh. Uniknya, Raja Daud lebih memilih mengumpamakan dirinya sebagai domba yang tidak berdaya daripada sebagai singa yang kuat. Ia menyebut Tuhan sebagai "Gembalaku" (ay. 1). Padahal, sebagai raja, ia dapat menjalani kehidupan dengan mengandalkan kekuatan dan kemam-puan diri seperti seekor singa. Daud meng-gambarkan paling tidak enam berkat bagi me-reka yang hidup seperti domba yang bergan-tung pada gembalanya. Mereka tak akan kekurangan (ay. 1), ditempatkan di tempat yang paling baik (ay. 2), tidak akan tersesat karena dituntun pada jalan yang benar (ay. 3), tidak takut bahaya karena disertai gembala mereka (ay. 4), kehidupan mereka terjamin (ay. 5), memiliki hidup yang berlimpah dengan kebaikan dan kemurahan sepanjang umur mereka (ay. 6). Tidak jarang kita ingin menjalankan hidup berdasarkan kekuatan dan kemampuan kita sendiri, seperti singa. Firman-Nya menggugah kita untuk merendah-kan hati dan bergantung pada-Nya, sama seperti domba yang hidupnya bergantung pada sang gembala. Tak usah khawatir, semua yang baik sudah disiapkan oleh Gembala kita jika kita mau menjadi domba-Nya. --Hoki Cahyadi /Renungan Harian. BETAPA JAUH BERBEDA ANTARA MENGANDALKAN DIRI SENDIRI DAN MENGANDALKAN SANG GEMBALA!
No comments:
Post a Comment