Mengerti firman Tuhan serta menghidupinya dalam hidup sehari-hari akan menghadirkan Tuhan sebagai pembuat mukjizat. Markus 16:17-18, "Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." Melalui saat teduh, ibadah, komsel juga pelayanan yang sudah kita lakukan, itu adalah wujud nyata untuk kita boleh menghadirkan mukjzatNya setiap hari dalam hidup kita! Amin.
Respon 1
Shalom pagi Siu. Thank you sharingmu hari ini yang sudah memberkati dan menguatkan-ku, betul sekali Siu.
Respon 2
SAAT TEDUH. Kamis, 11 Des 2014. Dengan Perbuatan. Anak-anakku, marilah kita menga-sihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. (1 Yohanes 3:18) Kasih adalah pe-ngikat hubungan. Hubungan yang sehat ber-langsung timbal balik, bukan hanya satu arah. Kasih dalam hubungan terungkap melalui cara kita memperlakukan orang yang kita kasihi. Sayangnya, dalam hal mengasihi, orang kerap berhenti pada mengucapkan atau membicara-kannya. Orang kerap lalai bahwa kasih perlu ditunjukkan dalam bentuk perhatian dan perbuatan. Pada suratnya yang pertama, Rasul Yohanes berbicara tentang kasih. Ia men-dorong kita agar mengasihi dengan perbuatan, bukan dengan perkataan. Kata-kata atau ung-kapan dari bibir kita itu memang penting, tetapi menjadi tidak bermakna jika tidak terwujud dalam perbuatan. Perbuatan ini pun, lanjut Yohanes, bergerak dalam koridor kebe-naran. Artinya, kita menyadari bahwa kasih itu bukan bersumber dari diri kita sendiri. Kasih itu bersumber dari Allah, yang sudah terlebih dulu mengasihi kita melalui pene-busan Kristus (ay. 16), dan dengan demikian memampukan kita untuk mengasihi. Bagai-mana kita menerapkan kasih itu? Jika kita me-miliki sesuatu dan melihat saudara kita keku-rangan, kita harus segera membantunya (ay. 17). Tidak cukup kita hanya berkata-kata pada seseorang, tanpa benar-benar mencari tahu keadaan atau masalah yang sedang ia hadapi. Akibatnya, kita tidak dapat memberikan ban-tuan atau dorongan semangat yang tepat. Atau, kita tahu ada teman yang sedang ber-masalah, namun kita diam saja, padahal sebe-narnya kita dapat membantu. Sebuah per-hatian kecil yang tulus, bisa jadi akan sangat bermakna baginya. PERKATAAN KASIH TANPA DIDUKUNG PERBUATAN IBA-RAT SAYUR TANPA GARAM. Pagi... Tuhan Yesus memberkati.
Respon 3
"Pelayanan yang terbaik dimulai dengan pertanyaan, 'Tuhan, apa yang Engkau ingin aku lakukan?'" Xavier Quentin Pranata.
No comments:
Post a Comment