Tuesday, 23 December 2014

23 Desember 2014



Keluaran 14:31, “Ketika dilihat oleh orang Israel,  betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka TAKUTLAH bangsa itu kepada TUHAN dan mereka PERCAYA kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu.” Amin . Ketika melihat hukuman Allah yang begitu dahsyat atas tentara Mesir: TAKUTLAH bangsa itu kepada Tuhan. Melihat pembe-basan yang ajaib dari Tuhan, mereka PERCA-YA kepada Tuhan. Apakah kita juga masih PERCAYA & MENERIMA tentang kedah-syatan & keagungan Tuhan serta hukuman-Nya terhadap DOSA? Tetaplah MENGIKUT DIA & PERCAYALAH dengan IMAN :) serta BERTUMBUHLAH dalam TAKUT akan Tuhan...  Maka kita akan melihat mukjizatNya nyata dalam hidup kita .


Respon 1
Baca: Matius 1:18-25. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di depan umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. (Matius 1:19) Bacaan Alkitab Setahun: Wahyu 1-2. Salah satu tokoh dalam peristiwa kelahiran Yesus Kristus adalah Yusuf. Dari keempat Injil, hanya Injil Matius yang memberikan deskripsi tentang suami Maria ini, yang digambarkan sebagai seseorang yang tulus hati. Dalam kehidupan masyarakat Yahudi, tahap pertunangan sama pentingnya dengan pernikahan, namun pasangan yang bertunangan belum diperbo-lehkan melakukan hubungan suami-istri. Ketidaksetiaan semasa pertunangan dianggap zinah dan, jika masyarakat mengetahui, hukuman rajam sudah menanti. Buku Tafsiran Alkitab Masa Kini menyebutkan bahwa ketulusan hati Yusuf mendorongnya melaku-kan hal yang benar secara hukum, tanpa harus mempermalukan tunangannya. Ia berencana memberikan surat talak kepada Maria di depan dua orang saksi atau “menceraikannya dengan diam-diam” (ay. 19). Ketulusan hati Yusuf  berlanjut  dengan  ketaatannya kepada perintah Tuhan. Tanpa banyak kata, ia melaksanakan permintaan Tuhan, yaitu mengambil Maria sebagai istrinya, namun tidak bersetubuh dengannya sampai anak yang dikandungnya lahir. Karena tulus dan taat, Yusuf tidak bersikeras dengan rencananya dan tidak mengutamakan kehendaknya sendiri. Ia juga tidak berhitung untung-rugi saat harus menerima kehadiran anak yang bukan darah dagingnya. Sudahkah kita bersikap sebagai pribadi yang tulus hati sekaligus taat kepada-Nya dalam menjalankan peran kehidupan masing-masing? Baik di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di masyarakat, maupun dalam pelayanan di gereja?—SLS. KETULUSAN HATI MENDORONG KITA. UNTUK TAAT DAN MENGUTAMAKAN KEHEN-DAK TUHAN.


Respon 2
Allah yang perkasa. Itulah salah satu sebutan yang diberikan kepada bayi yang akan dilahirkan oleh sang anak dara dalam nubuat Yesaya (lihat Yes. 9:5). El-Gibbor, Allah yang perkasa, sejatinya menggambarkan suatu figur yang kuat, pahlawan pemberani, tangguh & berkemenangan dalam setiap peperangan bah-kan tiada tanding, sepenuhnya tak terkalah-kan. Tapi bagaimana kita menghubungkan kebenaran ini dengan keadaan kita yang seringkali terjepit, tertindas oleh orang-orang fasik & berbagai situasi hidup yang sukar & penuh tekanan? Perlu kita pahami dengan benar, keperkasaan Allah tidak dikerjakan menurut kehendak hati kita & untuk me-muaskan keinginan egois kita. Itulah mungkin perbedaan antara kita dengan Tuhan yang penuh hikmat & kasih. Dan juga perbedaan antara Sang Mahakuasa dengan penguasa-penguasa di udara. Kuasa luar biasa yang ada di tangan Tuhan digunakan bagi tujuan-tujuanNya yang mulia, penuh kebaikan. Bukan untuk pelampiasan-pelampiasan hawa nafsu.  Ia  yang  sanggup  membawa Israel keluar dari Mesir langsung ke Kanaan justru menunjukkan tangan-Nya yang perkasa melalui jalan-jalan panjang lagi berat di padang-padang gurun gersang demi mempro-ses umat-Nya. Lagi, keperkasaan-Nya dipera-gakan sesuai dengan waktu & cara-Nya. Satu sisi, tampak Ia serupa bayi lemah dalam palungan; sisi lain bintang pun taat bersinar di sebelah timur selagi sejumlah besar malaikat bersatu menaikkan paduan suara nan megah. Kisah-kisah selanjutnya pun serupa. Ia yang tidak memiliki uang pembeli makanan, me-ngenyangkan ribuan orang. Ia yang ‘mem-biarkan’ Lazarus sakit hingga meregang nyawa, justru datang membangkitkan pria Betania itu dari kematian. Sungguh tak terduga kerja kuasa-Nya! Satu kata-kata bijak berkata, “Jika Tuhan menyuruh Anda melompat ke dalam jurang, pasti satu dari dua hal ini dilakukan-Nya: Ia akan membuatkan landasan yang menahan Anda supaya tidak jatuh  atau  Ia  membuat  Anda mampu untuk terbang.” Hari ini, percayalah sepenuh hati kepada Allah yang dahsyat itu. Apapun cara-Nya, Anda tidak akan dipermalukan. Anda pasti diselamatkan-Nya. Salam revival! GBU.

Respon 3
Syalom. Amin... “Kepada-Mu mereka berseru-seru, dan mereka terluput; kepada-Mu mereka percaya, dan mereka tidak mendapat malu.” (Mazmur 22:6). Terima kasih ibu Siu, selamat beraktivitas TUHAN memberkati.







No comments:

Post a Comment