Keluaran 14:31, “Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka TAKUTLAH bangsa
itu kepada TUHAN dan mereka PERCAYA kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya
itu.” Amin . Ketika melihat hukuman Allah yang begitu dahsyat atas tentara
Mesir: TAKUTLAH bangsa itu kepada Tuhan. Melihat pembe-basan yang ajaib dari
Tuhan, mereka PERCA-YA kepada Tuhan. Apakah kita juga masih PERCAYA &
MENERIMA tentang kedah-syatan & keagungan Tuhan serta hukuman-Nya
terhadap DOSA? Tetaplah MENGIKUT DIA & PERCAYALAH dengan IMAN :) serta
BERTUMBUHLAH dalam TAKUT akan Tuhan... Maka kita akan melihat mukjizatNya nyata dalam
hidup kita .
Respon 1
Baca: Matius 1:18-25. Karena Yusuf suaminya, seorang yang
tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di depan umum, ia bermaksud
menceraikannya dengan diam-diam.
(Matius 1:19) Bacaan Alkitab Setahun: Wahyu 1-2. Salah satu tokoh dalam
peristiwa kelahiran Yesus Kristus adalah Yusuf. Dari keempat Injil, hanya Injil
Matius yang memberikan deskripsi tentang suami Maria ini, yang digambarkan
sebagai seseorang yang tulus hati. Dalam kehidupan masyarakat Yahudi, tahap
pertunangan sama pentingnya dengan pernikahan, namun pasangan yang bertunangan
belum diperbo-lehkan melakukan hubungan suami-istri. Ketidaksetiaan semasa
pertunangan dianggap zinah dan, jika masyarakat mengetahui, hukuman rajam sudah
menanti. Buku Tafsiran Alkitab Masa Kini menyebutkan bahwa ketulusan hati Yusuf
mendorongnya melaku-kan hal yang benar secara hukum, tanpa harus mempermalukan
tunangannya. Ia berencana memberikan surat talak kepada Maria di depan dua
orang saksi atau “menceraikannya dengan diam-diam” (ay. 19). Ketulusan hati
Yusuf berlanjut dengan
ketaatannya kepada perintah Tuhan. Tanpa banyak kata, ia melaksanakan
permintaan Tuhan, yaitu mengambil Maria sebagai istrinya, namun tidak
bersetubuh dengannya sampai anak yang dikandungnya lahir. Karena tulus dan
taat, Yusuf tidak bersikeras dengan rencananya dan tidak mengutamakan
kehendaknya sendiri. Ia juga tidak berhitung untung-rugi saat harus menerima
kehadiran anak yang bukan darah dagingnya. Sudahkah kita bersikap sebagai
pribadi yang tulus hati sekaligus taat kepada-Nya dalam menjalankan peran
kehidupan masing-masing? Baik di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di
masyarakat, maupun dalam pelayanan di gereja?—SLS. KETULUSAN HATI MENDORONG
KITA. UNTUK TAAT DAN MENGUTAMAKAN KEHEN-DAK TUHAN.
Respon 2
Allah yang perkasa. Itulah
salah satu sebutan yang diberikan kepada bayi yang akan dilahirkan oleh sang anak dara dalam nubuat Yesaya (lihat Yes.
9:5). El-Gibbor, Allah yang perkasa, sejatinya menggambarkan suatu figur yang
kuat, pahlawan pemberani, tangguh & berkemenangan dalam setiap peperangan
bah-kan tiada tanding, sepenuhnya tak terkalah-kan. Tapi bagaimana kita
menghubungkan kebenaran ini dengan keadaan kita yang seringkali terjepit,
tertindas oleh orang-orang fasik & berbagai situasi hidup yang sukar &
penuh tekanan? Perlu kita pahami dengan benar, keperkasaan Allah tidak
dikerjakan menurut kehendak hati kita & untuk me-muaskan keinginan egois
kita. Itulah mungkin perbedaan antara kita dengan Tuhan yang penuh hikmat &
kasih. Dan juga perbedaan antara Sang Mahakuasa dengan penguasa-penguasa di
udara. Kuasa luar biasa yang ada di tangan Tuhan digunakan bagi
tujuan-tujuanNya yang mulia, penuh kebaikan. Bukan untuk
pelampiasan-pelampiasan hawa nafsu. Ia yang
sanggup membawa Israel keluar dari Mesir langsung ke Kanaan justru menunjukkan
tangan-Nya yang perkasa melalui jalan-jalan panjang lagi berat di padang-padang
gurun gersang demi mempro-ses umat-Nya. Lagi, keperkasaan-Nya dipera-gakan
sesuai dengan waktu & cara-Nya. Satu sisi, tampak Ia serupa bayi lemah
dalam palungan; sisi lain bintang pun taat bersinar di sebelah timur selagi
sejumlah besar malaikat bersatu menaikkan paduan suara nan megah. Kisah-kisah
selanjutnya pun serupa. Ia yang tidak memiliki uang pembeli makanan,
me-ngenyangkan ribuan orang. Ia yang ‘mem-biarkan’ Lazarus sakit hingga meregang
nyawa, justru datang membangkitkan pria Betania itu dari kematian. Sungguh tak
terduga kerja kuasa-Nya! Satu kata-kata bijak berkata, “Jika Tuhan menyuruh
Anda melompat ke dalam jurang, pasti satu dari dua hal ini dilakukan-Nya: Ia
akan membuatkan landasan yang menahan Anda supaya tidak jatuh atau
Ia membuat Anda mampu untuk terbang.” Hari ini, percayalah sepenuh hati kepada Allah
yang dahsyat itu. Apapun cara-Nya, Anda tidak akan dipermalukan. Anda pasti
diselamatkan-Nya. Salam revival! GBU.
Respon 3
Syalom. Amin... “Kepada-Mu mereka berseru-seru, dan mereka
terluput; kepada-Mu mereka percaya, dan mereka tidak mendapat malu.” (Mazmur
22:6). Terima kasih ibu Siu, selamat beraktivitas TUHAN memberkati.
No comments:
Post a Comment