Sunday, 21 December 2014

21 Desember 2014


Kis 16:31, “Jawab mereka: 'Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.'” 2 Korintus 5:7, “Sebab hidup kami ini adalah hidup karena PERCAYA, bukan karena MELIHAT.” Amin. Apakah kita sudah PERCAYA kepada Tuhan dengan sepenuh hati? Sekalipun BELUM MELIHAT jawaban doa-doa yang kita naikkan?

Respon 1
SAAT TEDUH. Minggu, 21 Des 2014. Tak Akan Menyerah. Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. (Mazmur 124:8) Seorang anak mengerjakan tugas sekolah. Meskipun sudah mengerahkan segala daya, ia masih mengalami kesulitan. Melihat hal itu, ayahnya bertanya, “Apakah engkau sudah mengerah-kan segala usahamu?” Anak itu menjawab, “Sudah, Ayah. Tetapi, tidak ada yang berha-sil.” Ayahnya berkata, “Belum, kamu belum mengerahkan seluruh usahamu.” Anak itu berkata, “Sudah, Ayah.” Ayahnya berkata, “Belum semua. Engkau belum minta tolong pada Ayah.” Mazmur 124 adalah nyanyian ziarah Raja Daud ketika menghadapi persoalan Absalom, anaknya sendiri yang memberontak (lihat 2 Samuel 15). Dalam keadaan susah di pelarian, Daud mengalami pertolongan Tuhan. Hal ini membuat Daud tidak berputus asa, tetapi memiliki penghara-pan yang kuat. Mazmur ini merupakan sebuah nyanyian ungkapan syukur karena Tuhan berpihak kepadanya (ay. 1-5) dan menyela-matkan jiwanya (ay. 6-7). Kondisi hidup bisa jadi membuat kita susah dan merasa frustasi. Kita sudah berusaha sekuat tenaga, tetap saja belum ada terobosan yang berarti. Kita mungkin ingin menyerah. Pertanyaannya: Sudahkah kita berpaling pada Allah dan menantikan pertolongan-Nya? Pada masa Adven ini, ketika kita menantikan penghara-pan akan sesuatu yang baik, yaitu kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Kiranya pengharapan tersebut memenuhi hati kita, menyingkirkan ketakutan dan keputusasaan kita. Seberat apa pun masalah yang kita hadapi, Tuhan Sang Penolong ada di pihak kita. TUHAN PENOLONG KITA, TUHAN ADA DI PIHAK KITA; TIDAKKAH ITU CUKUP MEMBANGKITKAN SEMANGAT KITA? Selamat pagi. Selamat hari Minggu. Tuhan Yesus memberkati.

Respon 2
BERSYUKUR. Seorang lelaki merasa dirinya tidak tampan, tidak bisa kaya dan tidak punya rezeki, tiap saat merasa gelisah. Suatu hari ada seorang tua bijak datang kepadanya dan bertanya... “Anak muda, kenapa engkau tidak bahagia?” “Saya merasa bingung, mengapa aku miskin terus...” “Miskin? kamu bukannya kaya?” “Gimana bisa anda katakan kalo aku kaya? Dari mana anda menilainya?” “Kalo sekarang engkau kehilangan 1 jari tanganmu, aku beri 10 juta, kamu mau nggak?” “Ehm... Nggak mau...” “Jikalau kamu kehilangan sebelah lenganmu, aku beri 100 juta, kamu mau nggak?” “Ehm... Nggak mau...” “Kalo sepasang matamu buta, aku beri 1 miliar, kamu mau nggak?” “Nggak mau...” “Kalau aku jadikan engkau menjadi seorang kakek yang berumur 80 tahun tapi sakit-sakitan, kemudian kamu jual organ tubuhmu bisa dapat 5 miliar... Kamu mau nggak?” “Nggak mau...” “Kalay sekarang engkau langsung meninggal, aku beri kamu 10 miliar, kamu mau nggak?” “Nggak mau...” “Hahahaha... Berati  benar kan kalau kamu sudah memiliki kekayaan 10 miliar di dalam hati. Kenapa masih mengeluh miskin?” Anak muda speechless tanpa kata-kata dan tiba-tiba tersadar dan mengerti semua arti kekayaan. Karena HIDUP adalah WAKTU yang dipinjamkan & HARTA adalah ANUGERAH yang di percayakan, BERSYUKUR-lah atas nafas yang masih kita miliki, BERSYUKUR-lah atas tubuh yang masih kita miliki, BERSYUKUR-lah atas kesehatan yang masih kita miliki, BERSYUKUR-lah atas keluarga yang masih kita miliki, BERSYUKUR-lah atas teman & sahabat yang masih kita miliki, BERSYUKUR-lah atas pekerjaan yang masih kita miliki... Mari kita banyak-banyak BERSYUKUR setiap saat atas apapun yang kita miliki dan atas semua hal yang terjadi... “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah bagi kita.” Sesungguhnya kita hanya singgah di dunia ini dan kehidupan nyata dan langgeng nanti di Rumah Bapa.



Respon 3
Maz 119:50, Inilah penghiburanku dalam kesusahanku, bahwa Firman-MU menghidup-kan aku! Firman-NYA sungguh ajaib dan berkuasa, sanggup menolong kita... Ayoo dengarkan baik-baik Firman-NYA saat ibadah hari ini. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 4
Nubuatan nabi Mikha sungguh-sungguh digenapi saat Yesus lahir, “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan meme-rintah Israel,…”~ Mikha 5:1. Perhatikan. Dari yang terkecil, akan tampil yang terbesar: seorang raja! Sungguh tak disangka, tak terpikirkan oleh manusia. Meneliti pesan nubuat Mikha & penggenapannya dalam sejarah Natal, ada pelajaran-pelajaran berharga  tentang  Allah  kita: Tuhan memiliki prinsip-prinsip & cara yang berbeda dengan dunia. Dalam Kerajaan Allah, siapa yang terbesar adalah yang tampak paling lemah di mata Tuhan, yang diumpamakan seperti anak kecil yang lemah (Mat. 18:4). Atas dunia yang membalas, Tuhan mengajarkan kasih. Atas kehidupan yang duniawi, Ia menunjukkan kemuliaan sorgawi. Sungguh, rancangan-Nya bukan rancangan kita, jalan kita pun bukan jalan-Nya. Maukah kita belajar memahami-nya? Tuhan bekerja dengan cara-cara rahasia & penuh misteri. Sesungguhnya Natal penuh dengan mujizat. Kelahiran Kristus di Bethlehem (padahal Yusuf & Maria tinggal di Nazaret), luputnya bayi Yesus dari pemban-taian, tampilnya malaikat-malaikat yang bernyanyi, munculnya orang-orang majus yang membawa persembahan hingga pelarian ke Mesir dalam penyediaan Tuhan yang ajaib. Semua adalah bukti, Tuhan bekerja di balik layar dengan cara-caraNya yang ajaib. Masihkah kita kuatir akan hidup kita? Tuhan bekerja melalui pribadi-pribadi yang tidak diperhitungkan oleh dunia. Seluruh bangsa mengenal kaisar Agustus, raja Herodes, bahkan mungkin tokoh-tokoh agama Taurat & para Farisi. Tapi, adakah yang mengenal Yusuf & Maria? Bahkan tidak ada yang tahu darimana datangnya yang bernama Yohanes Pembaptis & Yesus itu! Belum tentu yang bukan siapa-siapa tidak berarti apa-apa. Tuhan mengerjakan rencana-Nya bukan melalui orang-orang yang terpandang tetapi yang memilih untuk menjadi bodoh di pandangan dunia karena Tuhan (1 Kor. 1:18-29). Percayakah hidup Anda berarti bagi tujuan-tujuan Tuhan? Kiranya pengenalan akan Dia menjadi hadiah-hadiah Natal terbaik Anda. Salam revival! GBU.

 





No comments:

Post a Comment