Kis 16:31, “Jawab mereka: 'Percayalah kepada Tuhan Yesus
Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.'” 2 Korintus
5:7, “Sebab hidup kami ini adalah hidup karena PERCAYA, bukan karena
MELIHAT.” Amin. Apakah kita sudah PERCAYA kepada Tuhan dengan sepenuh hati?
Sekalipun BELUM MELIHAT jawaban doa-doa yang kita naikkan?
Respon 1
SAAT TEDUH. Minggu, 21 Des
2014. Tak Akan Menyerah. Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang
menjadikan langit dan bumi. (Mazmur 124:8) Seorang anak mengerjakan tugas
sekolah. Meskipun sudah mengerahkan segala daya, ia masih mengalami kesulitan.
Melihat hal itu, ayahnya bertanya, “Apakah engkau sudah mengerah-kan segala
usahamu?” Anak itu menjawab, “Sudah, Ayah. Tetapi, tidak ada yang berha-sil.”
Ayahnya berkata, “Belum, kamu belum mengerahkan seluruh usahamu.” Anak itu
berkata, “Sudah, Ayah.” Ayahnya berkata, “Belum semua. Engkau belum minta
tolong pada Ayah.” Mazmur 124 adalah nyanyian ziarah Raja Daud ketika
menghadapi persoalan Absalom, anaknya sendiri yang memberontak (lihat 2 Samuel
15). Dalam keadaan susah di pelarian, Daud mengalami pertolongan Tuhan. Hal ini
membuat Daud tidak berputus asa, tetapi memiliki penghara-pan yang kuat. Mazmur
ini merupakan sebuah nyanyian ungkapan syukur karena Tuhan berpihak kepadanya
(ay. 1-5) dan menyela-matkan jiwanya (ay. 6-7). Kondisi hidup bisa jadi membuat kita susah dan merasa frustasi. Kita sudah
berusaha sekuat tenaga, tetap saja belum ada terobosan yang berarti. Kita
mungkin ingin menyerah. Pertanyaannya: Sudahkah kita berpaling pada Allah dan
menantikan pertolongan-Nya? Pada masa Adven ini, ketika kita menantikan
penghara-pan akan sesuatu yang baik, yaitu kedatangan Tuhan Yesus Kristus.
Kiranya pengharapan tersebut memenuhi hati kita, menyingkirkan ketakutan dan
keputusasaan kita. Seberat apa pun masalah yang kita hadapi, Tuhan Sang
Penolong ada di pihak kita. TUHAN PENOLONG KITA, TUHAN ADA DI PIHAK KITA;
TIDAKKAH ITU CUKUP MEMBANGKITKAN SEMANGAT KITA? Selamat pagi. Selamat hari
Minggu. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 2
BERSYUKUR. Seorang lelaki
merasa dirinya tidak tampan, tidak bisa kaya dan tidak punya rezeki, tiap saat merasa gelisah. Suatu hari ada seorang tua
bijak datang kepadanya dan bertanya... “Anak muda, kenapa engkau tidak
bahagia?” “Saya merasa bingung, mengapa aku miskin terus...” “Miskin? kamu
bukannya kaya?” “Gimana bisa anda katakan kalo aku kaya? Dari mana anda
menilainya?” “Kalo sekarang engkau kehilangan 1 jari tanganmu, aku beri 10
juta, kamu mau nggak?” “Ehm... Nggak mau...” “Jikalau kamu kehilangan sebelah
lenganmu, aku beri 100 juta, kamu mau nggak?” “Ehm... Nggak mau...” “Kalo
sepasang matamu buta, aku beri 1 miliar, kamu mau nggak?” “Nggak mau...” “Kalau
aku jadikan engkau menjadi seorang kakek yang berumur 80 tahun tapi
sakit-sakitan, kemudian kamu jual organ tubuhmu bisa dapat 5 miliar... Kamu mau
nggak?” “Nggak mau...” “Kalay sekarang engkau langsung meninggal, aku beri kamu
10 miliar, kamu mau nggak?” “Nggak mau...” “Hahahaha... Berati benar kan kalau kamu sudah memiliki kekayaan 10 miliar di dalam hati. Kenapa masih mengeluh
miskin?” Anak muda speechless tanpa kata-kata dan tiba-tiba tersadar dan
mengerti semua arti kekayaan. Karena HIDUP adalah WAKTU yang dipinjamkan &
HARTA adalah ANUGERAH yang di percayakan, BERSYUKUR-lah atas nafas yang masih
kita miliki, BERSYUKUR-lah atas tubuh yang masih kita miliki, BERSYUKUR-lah
atas kesehatan yang masih kita miliki, BERSYUKUR-lah atas keluarga yang masih
kita miliki, BERSYUKUR-lah atas teman & sahabat yang masih kita miliki,
BERSYUKUR-lah atas pekerjaan yang masih kita miliki... Mari kita banyak-banyak
BERSYUKUR setiap saat atas apapun yang kita miliki dan atas semua hal yang
terjadi... “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki
Allah bagi kita.” Sesungguhnya kita hanya singgah di dunia ini dan kehidupan
nyata dan langgeng nanti di Rumah Bapa.
Respon 3
Maz 119:50, Inilah penghiburanku dalam kesusahanku, bahwa
Firman-MU menghidup-kan aku! Firman-NYA sungguh ajaib dan berkuasa, sanggup
menolong kita... Ayoo dengarkan baik-baik Firman-NYA saat ibadah hari ini.
Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 4
Nubuatan nabi Mikha sungguh-sungguh digenapi saat Yesus
lahir, “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara
kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan
meme-rintah Israel,…”~ Mikha 5:1. Perhatikan. Dari yang terkecil, akan tampil
yang terbesar: seorang raja! Sungguh tak disangka, tak terpikirkan oleh
manusia. Meneliti pesan nubuat Mikha & penggenapannya dalam sejarah Natal,
ada pelajaran-pelajaran berharga
tentang Allah kita: Tuhan memiliki prinsip-prinsip & cara yang berbeda dengan dunia. Dalam
Kerajaan Allah, siapa yang terbesar adalah yang tampak paling lemah di mata
Tuhan, yang diumpamakan seperti anak kecil yang lemah (Mat. 18:4). Atas dunia
yang membalas, Tuhan mengajarkan kasih. Atas kehidupan yang duniawi, Ia
menunjukkan kemuliaan sorgawi. Sungguh, rancangan-Nya bukan rancangan kita,
jalan kita pun bukan jalan-Nya. Maukah kita belajar memahami-nya? Tuhan bekerja
dengan cara-cara rahasia & penuh misteri. Sesungguhnya Natal penuh dengan
mujizat. Kelahiran Kristus di Bethlehem (padahal Yusuf & Maria tinggal di
Nazaret), luputnya bayi Yesus dari pemban-taian, tampilnya malaikat-malaikat
yang bernyanyi, munculnya orang-orang majus yang membawa persembahan hingga
pelarian ke Mesir dalam penyediaan Tuhan yang ajaib. Semua adalah bukti, Tuhan
bekerja di balik layar dengan cara-caraNya yang ajaib. Masihkah kita kuatir
akan hidup kita? Tuhan bekerja melalui pribadi-pribadi yang tidak diperhitungkan
oleh dunia. Seluruh bangsa mengenal kaisar Agustus, raja Herodes, bahkan
mungkin tokoh-tokoh agama Taurat & para Farisi. Tapi, adakah yang mengenal
Yusuf & Maria? Bahkan tidak ada yang tahu darimana datangnya yang bernama
Yohanes Pembaptis & Yesus itu! Belum tentu yang bukan siapa-siapa tidak
berarti apa-apa. Tuhan mengerjakan rencana-Nya bukan melalui orang-orang yang
terpandang tetapi yang memilih untuk menjadi bodoh di pandangan dunia karena
Tuhan (1 Kor. 1:18-29). Percayakah hidup Anda berarti bagi tujuan-tujuan Tuhan?
Kiranya pengenalan akan Dia menjadi hadiah-hadiah Natal terbaik Anda. Salam
revival! GBU.
No comments:
Post a Comment